1
Ming. Sep 27th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

TAMBA INGATKAN NEW NORMAL HARUS DIJALANKAN DENGAN DISIPLIN

3 min read

NEGARA-JARRAKPOSBALI.COM – Upaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memulihkan Kembali ekonomi dalam bingkai wacana new normal (normal baru), mendapat dukung dari public.

Salah satu dukungan datang dari tokoh masyarakat Jembrana, Bali,I Nengah Tamba. Mantan anggota DPRD Bali yang juga Ketua Relawan Jembraa Kembali Jaya (JKJ) itu menyatakan dukungannya terhada[ upaya pemerintah menjalankan skemna new normal. Karena Tamba menilai bahwa langkah ini sebagai upaya memulihkan Kembali aktivitas perekonomian akibat dihantam wabah virus corona (COVID-19).

Pun demikian, politisi senior Partai Demokrat yang bakal tertarung di Pilkada Jembrana 9 Desember 2020 mendatang sebagai kandidat bupati Jembrana itu mengingatkan agar persiapan new normal harus matang dan komprehensif. Bukan hanya itu, Tamba juga mengingatkan agar saat implementasi harus benar-benar disiplin menjalankan protocol Kesehatan pencegahan COVID-19.

“Persyaratan new normal harus jelas, dan komprehensif. Protokol COVID-19 juga harus tegas dan disiplin dijalankan. Jangan sampai second wave terjadi,” papar Tamba di Negara, Minggu (31/5/2020).

Tamba menegaskan, skema dan protocol new normal harus mencakup semua sector perkekonomian dan semua aspek kehidupan. Karena menurut Tamba, dari sisi aktivitas ekonomi, new normal tidak hanya di sector perirwisata tetapi juga di industry lainnya seperti pusat perbelanjaan, pasar tradisional dan juga pusat keramaian.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: GUBERNUR KELUARKAN INSTRUKSI PENDATAAN PMI BERBASIS DESA ADAT

Bagaimana new normal di Bali? Mantan Ketua Komisi II DPRD Bali periode 2014-2019 itu menandaskan bahwa khusus untuk skema dan protocol new normal di sector pariwisata harus disiapkan dengan matang, komprehensif dan terintegrasi dengan sector lainnya.

Karena, menurut pandangan Tamba, Bali yang mengandalkan pariwisata dalam posisi sangat riskan karena mendatangkan orang.

“Pariwisata harus mendatangkan orang. Jadi, memang agak kompleks protocol Kesehatan sebab melibatkan banyak sector. Bagaimana protocol Kesehatan di Bandara, di hotel, travel, destinasi atau objek wisata dan lainya. Jadi, tidak parsial hanya di bandara, tetapi semua terintegrasi,” urai Tamba.

Kata dia, persiapan yang matang dengan protocol yang jelas wajib dimiliki Bali. Ini dimaksudkan memberikan jaminan keamanan dan Kesehatan bagi wisatawan domestic maupun mancanegara yang berkunjng ke Pulau Dewata ini.

“Perlu diciptakan trust di kalangan wisatawan dan masyarakat bahwa pariwisata Bali siap dengan protocol Kesehatan new normal. Percuma promosi besar-besaran kalua tidak ada jaminan di Bali aman dari ancaman COVID-19,” ucap Tamba.

Di luar sector perekonomian, new normal juga harus disiapkan di berbagai sector seperti pelayanan public, sekolah, tempat ibadah dan lainnya.

Ia menyatakan, “Perlu ditegaskan pula seperti apa peran pemerintah dalam new normal. Jadi instansi pemerintah harus sudah mulai preparing apa dan bagaimana yang harus dilakukan. Pemerintah juga harus mempersiapkan anggaran.”

Baca Juga :  CARI WI-FI, RUSAKIN PINTU PAGAR KANTOR DESA, MANG TEK DAN KAULU MASUK SEL

Kata dia, konsep new normal harus benar-benar matangdan juga tetap memperhatikan kondisi terkini perkembangkan jumlah dan sebaran kasus positif COVID-19. Sebab saat ini GTPP COVID-19 Nasional memberikan kewenangan kepada 102 pemkab dan pemkot yang saaat ini berada di dalam zona hijau, untuk melaksanakan kegiatan masyarakat produktif dan aman COVID-19.

Seperti araha Presiden Jokowi kepada Ketua GTPP COVID-19 Nasional, doniMonardo pada tanggal 29 Mei 2020 lalu. Namun hingga kini Bali belum termasuk daerah yang dinyatakan zona hijau. “New normal jangan smapai kontraproduktif dan menjadi bumerang. Jangan sampai sia-sia perjuangan siang malam Satgas Gotong-Royong, para pecalang yang selama ini ngayah untuk memutuskan mata rantai penyebaran COVID-19 di Bali,” tandas Tamba mengingatkan.

Ia juga menegaskan bahwa bahwa kedisiplinan harus tetap dikedepankan dalam new normal. Kalau mau bangkit, dari pandemic COVID-19, sambung dia, masyarakat harus sadar diri dulu, disiplin dulu dari dalam diri masyarakat. “Kata kuncinya hanya disiplin. Kalau tidak disiplin kita bisa ambyar kena corona,” pungkasnya.

Penulis: Francelino
Editor: Jering Buleleng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *