BeritaBulelengDaerah
Trending

Balawista Sangsit Gelar Simulasi Penanganan Korban Tenggelam

Dalam Rangka Memperingati Hari Pencegahan Tenggelam se-Dunia 2022

SINGARAJA, Jarrak Pos BaliBalawista Sangsit, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng menggelar simulasi penanganan korban tenggelam.

Dalam rangka memperingati Hari Pencegahan Tenggelam Sedunia tahun 2022, Balawista Sangsit menggelar simulasi penyelamatan penanganan korban tenggelam.

Simulai yang berlangsung pada hari Minggu, 31 Juli 2022 sekitar pukul 16.00 WITA berlangsung di Balawista Pos Pantai Sangsit.

Kegiatan yang berkaitan dengan gerakan World Drowning Prevention Day yang digagas oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dengan tujuan sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran mengenai bahaya tenggelam sekaligus mengedukasi publik mengenai cara pencegahan serta penyelamatannya.

World Drowning Prevention Day atau Hari Pencegahan Tenggelam Sedunia biasanya diperingati tiap tanggal 25 Juli.

  Jarrak Travel

Dengan tema “Do Thing to Prevent Drowning”, Balawista Sangsit mengadakan kegiatan simulasi penanganan korban tenggelam.

Seperti mass rescue, irb rescue, board rescue, tube rescue, line-throw, one man drag, dan team carry.

Ketua Balawista Sangsit, Agus Dharma; mengatakan kegiatan ini memberikan kesempatan untuk menyoroti dampak kematian karena tenggelam.

Peringatan ini juga mengusulkan langkah-langkah penyelamatan jiwa untuk mencegah dan mengurangi korban tenggelam.

Baca Juga :  Diduga Korsleting, Mobil Terbakar di Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk

“Bahkan kita libatkan anak-anak karena dasarnya peristiwa tenggelam hingga memakan korban jiwa rata-rata adalah usia dibawah remaja dan kebanyakan laki-laki,” ujarnya.

“Sehingga dengan melibatkan anak-anak potensi tenggelam bisa dicegah. Dalam pelaksanaan kita libatkan setidaknya 18 peserta anak-anak dibawah usia 14 tahun,” ungkapnya.

Pentingnya gaungkan gerakan mitigasi

Penggagas Balawista di Provinsi Bali, I Gede Berata; yang juga hadir, mengapresiasi upaya yang dilakukan Balawista Sangsit.

Ia menilai, sangat penting untuk menggaungkan gerakan mitigasi ini sebagai upaya menekan terjadinya peristiwa tenggelam yang berpotensi menelan korban jiwa.

Untuk di Bali, Gede Berata menyebut keberadaan Balawista sangat penting guna mendukung kemajuan pariwisata.

Unsur keamanan dan keselamatan menjadi garansi bagi wisatawan untuk menikmati wisata tirta sehingga eksistensi keberadaan Balawista patutnya didukung penuh.

“Jika ditempat rekreasi ada Balawista atau life guard-nya maka wisatawan akan terjamin keselamatannya,” katan Berata.

Baca Juga :  NEW NORMAL: BUPATI AGUS DORONG TERAPKAN TRANSAKSI BERBASIS DIGITAL DI BULELENG

“Kegiatan ini sangat bagus dalam upaya mengedukasi minimal cara menyelamatkan diri dan orang lain. Ini sangat penting,” lanjutnya.

Namun Gede Berata yang mengaku menggagas Balawista di Pulau Dewata sejak tahun 1972 mengaku perkembangan organisasi ini sangat lamban.

Ia mengakui bahwa dukungan pemerintah terhadap keberadaan Balawista masih minim.

Terbukti dari Sembilan kabupaten/kota, masih ada dua daerah belum terbentuk Balawista.

“Hanya Kabupaten Jembrana dan Bangli yang belum ada,” ungkap Berata.

“Kami sudah dekati pemerintahnya, bahkan ada yang menyebut dengan alasan tidak memiliki pantai padahal keberadaan danaunya sering memakan korban,” ucapnya.

Dihadiri berbagai unsur

Kegiatan Hari Pencegahan Tenggelam Sedunia ini dibuka dan dihadiri Dinas Pariwisata, Dinas Kelautan dan Perikanan, dan Perbekel Desa Sangsit.

Kemudian ada unsur TNI-POLRI, BPBD Kabupaten Buleleng, Basarnas Kabupaten Buleleng, DPD GIAN Buleleng, dan P3B.

Termasuk melibatkan Pokmakwas dari Baktisraga, Pacung, serta Bondalem, Balawista Badung, Gianyar, serta Sanur, dan mahasisiwa KKN Unud. (fJr/JP)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: