Berita

Dokter Caput Gelar Sarasehan dan FGD di Paon Happy Lovina

BULELENG, jarrakposbali.com ! Gerakan DR dr Ketut Putra Sedana, Sp.OG. Ketua BMI Kabupaten Buleleng dan Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabuapten Buleleng penuh inovasi dengan menyasar masyarakat.

Seperti Minggu (31/7/2022) siang, Dokter Caput dengan panji BMI Kabupaten Buleleng menggelar Sarasehan dan FGD bersama Komunitas Subak se-Kabupaten Buleleng dalam program BMI Peduli dengan tajuk “Untuk Mewujudkan Buleleng Mandiri Pangan Yang Berkelanjutan”. Panitia menghadirkan sejumlah narasumber dalam sarasehan dan FGD itu yakni DR dr Ketut Putra Sedana, Sp.OG (Ketua DPC BMI dan Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Buleleng); DR Ir Gede Sedana, M.Sc, MMA (Ketua HKTI Bali, Praktisi Pertanian dan Rektor Universitas Dwijendra Denpasar); Nengah Suparna (Wakil Ketua DPC BMI Kabupaten Buleleng dan Praktisi Pertanian); dan Dewa Gede Sugiharto (Wakil Ketua DPC BMI Kabupaten Buleleng, Anggota Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Buleleng).

Ketua DPC BMI Kabupaten Buleleng DR dr Ketut Putra Sedana, Sp.OG menyatakan bahwa BMI Buleleng peduli terhadap segala bidang, segala aspek kehiudpan termasuk di bidang pertanian ini. “Kita tahu bahwa dari gaung pusat Presiden Jokowi memberikan sebuah signal bahwa jangan sampai kita krisis pangan, karena di negara lain sudah banyak yang hal seperti ini. Dan ini tentunya harus kita sikapi, kita tidak mungkin dan tidak mau akan terjadi krisis pangan, khususnya di Buleleng. Sehingga kita mengambil kegiatan BMI Peduli dengan bertajuk ‘Untuk Mewujudkan Buleleng Mandiri Pangan Yang Berkelanjutan’. Dan kita sini melakukan sarasehan, diskusi melalui Fokus Grup Diskusi bersama Komunitas Subak se-Kabupaten Buleleng,” jelas DR Caput.

Kata dia, “Dengan kita diskusi, dengan langsung berdialog otomatis permasalahan-permasalahan yang ada pada komunitas petani dalam hal ini subak tentunya kita akan tahu. Di sini lah kita akan diskusikan sama teman-teman dan nanti ini menjadi bahan sebagai bentuk , wujud partisipasi kita untuk aspirasi dari kelompok petani. Petani ini penting sekali. Bagi saya, petani ini adalah kelompok yang sangat mulia. Bisa dibayangin bagaimana kalau petani tidak ada. Kita semua sangat membutuhkan petani.”

Baca Juga :  JELANG GALUNGAN-KUNINGAN: POLSEK GEROKGAK GELAR PATROLI KE PURA PULAKI

Diungkapkan DR Caput, dengan posisi penting petani inilah menjadi kesadaran kita dari BMI untuk peduli terhadap kondisi pertanian ini. “Kita pun perlu menyadari bahwa Buleleng ini potensi untuk pertanian luar biasa. Kita memiliki kekayaan, sumber daya alam yang luar biasa, yang bagus, yang baik; tetapi kenyataannya petani belum terwujud sesuai dengan tujuan kita yaitu masyarakat yang sejahtera. Inilah bagaimana kita mencari titik temu, solusi dari sebuah gap, adanya ketimpangan antara harapan dan kenyataan yang memang saat ini dialami,” papar DR Caput lagi.

DR Caput yakin bahwa melalui sarasehan dan FGD ini akan merangkum segala permasalahan yang dihadapi para petani dan akan berusaha untuk mencari solusi bagi permasalahan-permasalahan tersebut. “Dan ini jelas sebagai bahan, sebagai wujud aspirasi petani Buleleng yang akan dibawa ke yang berwenang,kita bawa ke legislative sebagai bahan untuk dikaji. Nah, dari sini akan muncul kebijakan sesuai masalah yang ada, kebijakan sesuai kebutuhan petani-petani,” jelasnya lagi.

  Jarrak Travel

DR Caput menandaskan lagi bahwa Indonesia memiliki kekayan alam yang melimpah, maka petani seharusnya sejahtera. “Tetapi faktanya tidak sejahtera. Maka itu BMI hadir untuk mengetahui kepada seperti ini, apa masalahnya. Di Buleleng ada gap, ada ketimpangan. Oleh karena itu BMI sebagai sayap PDIP terpanggil untuk ikut memberikan solusi. Maka itu dilakukan diskusi untuk mencari solusi,” tandas DR Caput.

Sementara Rektor Univeritas Dwijendra Denpasar DR Ir Gede Sedana, M.Sc, MMA, menegaskan bahwa permasalahan pertanian atau petani tidak bisa dilihat secara parsial. Kata dia, harus melihatnya dari hulu dampai ke hilir. ”Proses yang terakhir, hilir tadi. Keluhan petani adalah pada saat produksinya tinggi, harga turun. Disinilah perlu peranan pemerintah. Pemerintah harus memproteksi harga,” ucap Sedana.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: MEBOYE, DESA ADAT SANGSIT DAUH YEH TETAP GELAR PERARAKAN OGOH-OGOH

Bagaimana cara memproteksinya? “Pemerintah memiliki perusahaan-perusahaan daerah, perusahaan daerah yang berperan disana untuk memproteksi di sana. Kedua, pemerintah atau siapa pun yang di perusahaan-perusahaan daerah harus memiliki jiwa entrepreneurship, berjiwa bisnis. Jangan hanya jual-beli saja, harus berjiwa bisnis, sudah membuat bisnis plan untuk lima tahun ke depan,” jawab Sedana.

Ia juga menyaran agar pemerintah bisa juga memberikan subsidi. Hanya saja, kata dia, subsidi bukan lagi di hulu melainkan subsidi harus di hilirnya.

Sementara itu anggota Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Buleleng Dewa Gede Sugiharti menyatakan siap memfasilitasi antar petani dengan instansi terkait agar bisa mendapatkan bantuan yang diperlukan oleh petani. “Saya selaku wakil rakyat berharap bisa bekerjasama, seperti di FGD ini kita akhir tahu subak-subak yang ada permasalahan, sejauh kitab isa antisipasi ya akan antisipasi. Kita bisa fasilitas masalah alat mesin pertanian, masalah bibit bisa kita fasilitasi, masalah ternak kita bisa juga kita fasilitasi,” papar Dewa Sugiharto.

Dewa Sugiharto mengaku bahwa ia memiliki jaringan di DPR RI yakni Made Urip yang bisa memfasilitasi para petani dengan bantuan-bantuan yang dibutuhkan. “Sudah banyak desa, kecamatan bahkan kabupaten/kota di Bali yang sudah tersentuh banuan pertanian,” pungkas Dewa Sugihartono.(ded)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: