1
Ming. Sep 20th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

GUBERNUR KOSTER: 5 JULI SEMBAHYANG DI PURA BESAKIH, UMUMKAN SKEMA NEW NORMAL ALA BALI

2 min read

DENPASAR-JARRAKPOSBALI.COM – Pada kesempatan tatap muka dengan camat, perbekel dan lurah se-Bali secara virtual itu, Gubernur Bali DR Ir I Wayan Koster, MM, juga menyampaikan skema tatanan hidup Bali era baru yang saat ini sedang dalam proses penyempurnaan.

Ia memahami, sebagai sebuah pandemi, vaksin untuk COVID-19 hingga saat ini belum ditemukan dan itu artinya virus ini akan tetap ada. “Sudah tiga bulan lebih, kita tak bisa terus melarang orang untuk bepergian atau menutup usaha mereka yang tentunya berdampak pada perekonomian. Untuk itu, kita harus memikirkan skema agar kehidupan masyarakat berjalan dengan baik kembali,” ungkap Gubernur Koster.

Maka itu, kata dia, agar skema itu dapat berjalan sesuai rencana, diharapkan penanganan COVID-19 dapat dikelola dengan baik.

Diceritakan Gubernur asal Sembiran Buleleng itu, sesuai hasil koordinasi dengan pusat, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Bali sepakat mengawali skema tatanan hidup Bali era baru dengan Upacara Pamahayu Jagat di Pura Agung Besakih bertepatan dengan Purnama Sasih Kasa, 5 Juli 2020 mendatang.

“Upacara ini akan diikuti doa lintas agama di tempat ibadah masing-masing secara serentak pada pukul 10.00 wita. Tujuan dari ritual dan doa serentak ini adalah untuk menghaturkan puji syukur kepada Tuhan atas anugrah yang diberikan sehingga penanganan COVID-19 di Daerah Bali bisa dilaksanakan dengan baik,” tandasnya.

Baca Juga :  DISERANG DEMAM BERDARAH, ASPOL KAMPUNG TINGGI DIFOGING DR CAPUT

Selain itu, papar dia, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memohon doa restu untuk dimulainya tatanan kehidupan Bali era baru. Selain di Besakih, ritual juga akan dilaksanakan di pura kahyangan desa se-bali. Masuk pada skema berikutnya, pada tanggal 9 Juli, Bali akan dibuka hanya untuk sektor di luar pariwisata dan pendidikan bagi masyarakat lokal.

Sebelum diumumkan secara resmi, Gubernur Wayan Koster memandang perlu untuk menyampaikan informasi lebih awal kepada para camat, perbekel dan lurah agar mereka melakukan prakondisi serta mulai melakukan upaya atau aksi nyata dalam mendisiplinkan masyarakatnya dalam menerapkan protokol kesehatan COVID-19. “Pengumuman resminya akan saya sampaikan tanggal 5 Juli usai persembahyangan di Pura Besakih,” ungkap Gubernur Koster.

Gubernur Koster yang juga Ketua DPD PDIP Bali itu mengingatkan agar tatanan kehidupan Bali era baru jangan dimaknai sebagai kehidupan normal sebelum adanya COVID-19. Ia dengan tegas menyampaikan bahwa protokol kesehatan harus diberlakukan dengan ketat. “Tak boleh ada kerumuman, wajib menggunakan masker dan rajin mencuci tangan. Tak boleh ada hiburan lmalam, tontotan, apalagi tajen. Itu harus tetap dipedomani,” tambahnya.

Baca Juga :  BPC GAPENSI BULELENG GELAR MUSCAB, BUPATI AGUS AJAK KEMBANGKAN SDM

Kepala desa, lurah berkoodinasi dengan bendesa adat dan Bhabinkamtibmas diharapkan mulai bersiap untuk menjaga wilayahnya memasuki tatanan kehidupan Bali era baru. Jika skema ini berhasil, maka akan dilanjutkan dengan pembukaan Bali untuk wisatawan nusantara mulai 31 Juli 2020 mendatang. Dengan catatan, Bali akan selektif membuka objek wisata agar tak ada sumber penularan baru.

Dalam tatap muka, gubernur membuka ruang dialogf dengan peserta vicon. Sejumlah camat, perbekel dan lurah menyampaikan upaya yang telah mereka laksanakan dalam penanganan COVID-19 di wilayah masing-masing. Mereka juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif Gubernur Wayan Koster menggelar tatap muka secara daring.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *