1
Sab. Sep 19th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

VIRUS CORONA: CEGAH PENULARAN COVID-19, DIBANGUN POS PANTAU DI PASAR

2 min read

SINGARAJA-JARRAK.ID – Upaya penanganan COVID-19 di Buleleng terus dilakukan. Kali ini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kabupaten Buleleng mulai membuat pos pantau di pintu-pintu masuk dua pasar besar di Kota Singaraja guna mencegah penularan terjadi di pasar.

Demikian diungkapkan Sekretaris GTPP COVID-19 Buleleng yang juga Sekda Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd saat ditemui usai memimpin rapat persiapan penguraian pasar, Kamis (2/7/2020).

Suyasa menjelaskan, Pasar Anyar dan Pasar Banyuasri akan menjadi pilot project penerapan protokol kesehatan di pasar. Salah satunya adalah dengan pos pantau untuk mengawasi jalannya protokol kesehatan tersebut. Di pintu masuk pasar ada pos pantau yang diisi oleh Satgas. Tempat cuci tangan pun harus disediakan di pintu masuk tersebut. Minimal satu pos pantau diisi dua petugas jaga. “Masuk pasar wajib cuci tangan terlebih dahulu, memakai masker dan menjaga jarak,” jelasnya.

Baca Juga :  NAPAK TILAS: TANAMKAN NILAI-NILAI SEJARAH PERJUANGAN DAN KEAGUNGAN PANJI SAKTI

Pasar Anyar juga akan ditata sedemikian rupa. Seperti penataan para pedagang ikan yang sebelumnya belum tertib. Para pedagang ikan akan ditempatkan di Jalan Sawo. Namun, jam bukanya adalah dari pukul 06.00 sampai dengan 10.00. Tercatat ada 42 pedagang yang akan dipindahkan ke Jalan Sawo tersebut. “Tempatnya lebih lapang dan luas. Parkir yang sebelumnyadi Jalan Sawo dpindahkan ke sebelah barat Jalan Diponegoro,” ujar Suyasa.

Ketua Umum Askab PSSI Kabupaten Buleleng ini pun mengungkapkan untuk Pasar Banyuasri juga diberlakukan skema yang sama. Nantinya ada pos pantau disana untuk memastikan berjalannya protokol kesehatan. Pintu masuk dan keluar pun diatur sedemikian rupa sehingga tidak terjadi penumpukan di pintu masuk.

Baca Juga :  DANDIN 1604/ Kupang Kol.arh.Imade Kusuma DG Bersilahtuhami

“Sama dengan Pasar Anyar, Pasar Banyuasri juga akan ditata untuk penerapan protokol kesehatan. Termaasuk menertibkan jalur masuk dan jalur keluar,” ungkapnya.

Mantan Kadisdikpora Buleleng ini menambahkan Dirut PD Pasar berkewajiban untuk membentuk satuan tugas (satgas) di masing-masing unit pasar yang dikelolanya. Surat Edaran juga dibuat untuk semua pengelola pasar rakyat. Baik itu pasar yang dikelola desa adat maupun desa dinas. Semuanya dirancang untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. “Minggu depan kita akan evaluasi Pasar Seririt. akan ditata. Semua pasar akan disentuh,” pungkas Suyasa.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *