BeritaBulelengDaerahHukum dan Kriminal
Trending

Ini Dia Para Tersangka Bakar Rumah di Desa Julah

Termasuk Kelian Desa Adat Julah

SINGARAJA, Jarrak Pos Bali – Ini dia sembilan orang tersangka pembakaran rumah di Desa Julah yang sudah ditetapkan kepolisian.

Masih ingat dengan kasus pembakaran rumah yang terjadi di Banjar Dinas Batu Gambir, Desa Julah, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng?

Kini, Polres Buleleng secara resmi menetapkan sembilan orang warga Desa Julah menjadi tersangka dalam aksi barbar tersebut.

Sembilan orang yang terlibat itu, termasuk Kelian dan Bendahara Desa Adat Julah.

Para tersangka itu antara lain I Ketut Suparta, I Nyoman Karianga, I Wayan Sindiya, I Komang Suadnyana, dan I Nyoman Sutirta.

Lalu ada Wayan Jana, I Wayan Putrayana, Ketut Sada, dan I Ketut Sidemen.

  Jarrak Travel

Kesembilan orang tersangka ini diperlihatkan Polres Buleleng, bertepatan dengan hari Bhayangkara, pada Jumat, 1 Juli 2022 pukul 12.00 WITA.

“Satuan Reskrim Polres Buleleng berhasil mengamankan sembilan tersangka kasus pembakaran rumah yang terjadi di Desa Julah,” ujar AKP Hadimastika, K.P.

“Ketut Sada dan I Ketut Sidemen berperan menghasut ketujuh warga lainnya,” ungkap Kasat Reskrim Polres Buleleng itu.

“Semuanya memiliki peran masing-masing,” imbuhnya lagi.

Baca Juga :  Dari Gotong Royong, Lalu Bakar Rumah di Desa Julah
Baca Juga :  Kabar Gembira...! Polres Buleleng Siapkan Rumah Subsidi Bagi Anggotanya Bekerjasama dengan Pengembang

Berawal dari gotong royong

AKP Hadimastika mengungkapkan, bahwa kejadian ini berawal dari kegiatan gotong royong yang berlangsung pada hari Kamis, 9 Juni 2022 pukul 09.00 WITA.

Gotong royong itu dilaksanakan di Dusun Batu Gambir, Desa Julah, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng.

“Mereka awalnya melakukan pembersihan di objek tanah itu. Namun ditengah kegiatan, ada pembacaan silsilah tanah oleh tersangka KS yang kemudian menyulut emosi warga,” terangnya.

Warga yang terhasut dengan perkataan KS yang menyulut emosi warga, hingga akhirnya peristiwa tersebut terjadi.

Kasat Reskrim Polres Buleleng itu juga menyebutkan bahwa pembakaran rumah milik Sah Rudin (26), menggunakan sabut kelapa.

“Akibatnya para tersangka lain terhasut dan melakukan pengerusakan serta pembakaran,” lanjut AKP Hadimastika.

Terkait yang terlibat dalam kasus pembakaran rumah di Desa Julah ini, AKP Hadimastika menegaskan bahwa kasus ini antara desa dan perseorangan.

“Kasus ini antara desa dan perseorangan,” tegas Kasat Reskrim Polres Buleleng itu.

Kasus pembakaran rumah di Desa Julah
AKP Hadimastika (tengah) saat menunjukkan barang bukti. Foto: Franz Jr.
Baca Juga :  Jadi Empat Orang, Tersangka Pembakaran Rumah di Desa Julah
Baca Juga :  Ikut IFSC World Cup 2022, Desak Rita Target Juara

Mengamankan beberapa barang bukti

Bersamaan dengan ditampilkannya para tersangka itu, Polres Buleleng juga menunjukkan beberapa barang bukti terkait pembakaran rumah.

“Alat-alat yang digunakan merupakan alat untuk kebersihan, jadi aksi itu dilakukan secara spontan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Buleleng.

Antara lain satu batang kayu warna coklat sepanjang satu meter dan satu batang balok kayu warna coklat sepanjang 50 cm.

Lalu satu unit TV Merk SHARP masing-masing ukuran 21 dan 14 inch yang sudah terbakar, dan satu unit kompor gas Merk RINNAI warna hitam.

Kemudian satu buah batu warna hitam diameter 10 cm, dan satu balok kayu yang sudah terbakar warna hitam, sepanjang 90 cm.

Selanjutnya ada pecahan kaca warna hitam, satu batang balok kayu warna coklat sepanjang 120 cm, dan satu papan kayu warna coklat sepanjang 60 cm.

Dan terakhir ada satu buah sabit sepanjang 50 cm dengan gagang kayu.

Baca Juga :  Kelian dan Bendahara Desa Adat Julah Diperiksa
Baca Juga :  Team Vaksinator Polres Klungkung kembali menggelar Vaksinasi Covid-19, Di Desa Banjarangkan

Terancam penjara sampai enam tahun

Para tersangka ternyata mendapat hukuman yang berbeda-beda serta pasal yang berbeda pula.

Pasal 170 KUHP disematkan kepada tujuh tersangka diantaranya I Ketut Suparta, I Nyoman Karianga, I Wayan Sindiya, I Komang Suadnyana, I Nyoman Sutirta, I Wayan Jana dan Wayan Putrayana

Pasal tersebut mengenai melakukan kekerasan terhadap barang secara bersama-sama dimuka umumdengan acaman hukuman penjara lima tahun enam bulan.

Sedangkan Ketut Sada dan I Ketut Sidemen dikenakan Pasal 160 KUHP Jo Pasal 55 KUHP tentang penghasutan dengan ancaman hukuman penjara enam tahun. (fJr/JP)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: