Berita

Proyek Rahabilitasi Jalan Pergung-Pangkung Apit, Pelaksana Tak Menerapkan Standar K3

JEMBRANA, jarrakposbali.com ! Proyek rehabilitasi jalan Pergung – Pangkung Apit, yang berlokasi di Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, telah dimulai pengerjaannya sejak beberapa hari lalu.

Proyek dengan menggunakan anggaran DAK Kabupaten jembrana sebesar Rp 5.122.302.000, dikerjakan oleh CV Surya Anugrah Karya, yang berkantor di Jalan Teuku Umar Pertokoan Graha Mahkota B21, Banjar Sumuh, Desa Dauh Puri Kauh, Denpasar Barat.

Dalam pelaksanaannya, stat pengerjaan terhitung molor yang seharusnya dimulai pada 13 Mei 2022 sesuai kontrak, namun justru baru dimulai beberapa hari lalu.

Dari pantauan tim jarrakposbali.com di lokasi proyek, Jumat (1/7/2022) sore, nampak sejumlah pekerja sedang melakukan aktifitas pengerjaan proyek.

Menurut sejumlah pekerja, tenaga kerja proyek tersebut dibagi dua kelompok dengan terdiri dari beberapa mandor. Pekerja proyek sebagian besar berasal dari Seririt, Kabupaten Buleleng.

 
Baca Juga :  Jembrana Siapkan Atlit Tarung Derajat di Kejurda Bali 2022
Jarrak Travel

Sayangnya, pengerjaan proyek bernilai milyaran tersebut, pihak rekanan tidak memperhatikan atau menerapkan ketentuan K3, terutama berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan para pekerja proyek.

Nampak sejumlah pekerja ada yang mengenakan rompi, namun ada yang tidak mengenakan rompi. Demikian juga semua pekerja tidak mengenakan helm pengaman kepala, serta tidak mengenakan kacamata dan masker pelindung debu.

Terkait dengan spek tenis proyek, pihak pelaksana proyek juga diduga tidak mengikuti spek yang ada terutama terkait campuran semen dengan pasir untuk perekat batu pasangan.

Dari pemantauan langsung tim jarrakposbali saat sejumlah pekerja melakukan aktipitas, terpantau jelas campuran untuk semen dan pasir hanya satu sak semen merk Singa Merah (satu ember besar) dicampur dengan 10 ember pasir atau 1 berbanding 10. Sementara informasi speknya 1 berbanding 4.

Baca Juga :  PROYEK PASAR BANYUASRI, ANTON: "HENTIKAN, DANA DIALIHKAN UNTUK COVID-19"

Perbandingan campuran tersebut dibenarkan oleh beberapa pekerja yang bertugas khusus mencampur semen dan pasir dengan mesin molen.

Dikuatirkan, dengan perbandingan campuran tersebut, daya rekat semen kurang bagus dan pasangan senderan batu dikuatirkan akan cepat rusak.

Terkait hal tersebut, pihak pelaksana proyek dari CV Surya Anugrah Karya dihubungi melalui WhatsApp tidak merospon sama sekali. Padahal pesan WhatsApp sempat dibacanya, namun hingga beberapa kali tidak ada jawaban.

Untuk diketahui, proyek dengan waktu pengerjaan 150 hari kalender tersebut, juga mendapatkan pendampingan hukum dari Kejaksaan Negeri Jembrana.(ded)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: