Berita

Araaah Kadeee…! Sukses Atasi Masalah Sampah, Bupati Tamba Dikeluhkan Pemulung

JEMBRANA, jarrakposbali.com ! Sampah adalah masalah klasik yang dihadapi Kabupaten Jembrana sejak bertahun-tahun. Selama itu pula belum ada solusi yang tepat untuk penanganan sampah ini. Sementara volume sampah masuk TPA Peh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Jembrana terus meningkat dan menggunung.

Namun kini ditangan Bupati Jembrana I Nengah Tamba, masalah sampah itu ternyata merupakan hal yang kecil dan ringgan. Untuk menanganinya, tidaklah menguras otak dan mengeluarkan anggaran yang tinggi. Bupati Tamba mengatasinya hanya dengan program nyata dan inovasi-inovasi. Terbukti, satu tahun menjabat, volume sampah yang masuk TPA Peh jauh berkurang.

Sayangnya, dibalik keberhasilan tokoh Partai Demokrat asal Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Jembrana yang digadang-gadang bakal maju memuju Bali 1 ini, justru dicibir dan dikeluhkan sejumlah pemulung yang selama ini menggantungkan hidupnya di TPA Peh.

Sejumlah pemulung yang biasanya beroperasi di TPA Peh mengaku pendapatannya jauh berkurang karena volume sampah yang dibuang ke TPA tersebut volumenya jauh menurun.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba kepada jarrakposbali.com mengaku sangat mengapresiasi capaian program STOP yang berhasil mengurangi volume sampah ke TPA Peh. Dia juga meminta cakupan bisa diperluas di TPST sehingga lebih banyak residu yang dikirim ke TPA.

Baca Juga :  Profil Pimpinan KPK Nawawi Pomolango
  Jarrak Travel

Ia pun mendorong cakupan program STOP diperluas sehingga lebih banyak masyarakat terlibat dalam pemilahan sampah ke TPST.

Bupati Tamba juga meminta lomba Pesona KEDAS alias Keren Tidak Ada Sampah lebih digalakkan sehingga diikuti oleh semua desa dan kelurahan.

Tumpukan sampah di TPA Peh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Jembrana sebelum berhasil program penanganan sampah

Terkait keluhan sejumlah pemulung karena berkurangnya volume sampah yang masuk TPA, dibenarkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jembrana Dewa Gede Ary Chandra Wisnawa.

Menurutnya, pemulung yang mengeluh ini adalah mereka yang memilah sampah langsung di TPA Peh. Bekurangnya volume sampah membuat sampah daur ulang semakin berkurang dari sebelumnya.

Baca Juga :  Website Pemprov Bali Raih Terbaik Tiga Anugrah Media Humas 2021

“Buntutnya pendapatan mereka menurun drastis dibandingkan sebelumnya akibat suksesnya Program STOP,” terangnya, Senin (1/8/2022).

Penurunan volume sampah yang masuk ke TPA Peh sebesar 34 persen atau 1558 ton. Penurunan itu dikarenakan sebagian sampah berhasil diolah terlebih dahulu masuk ke TPST di Jembrana.

Sehingga hanya residu yang masuk ke TPA dan beban TPA Peh menampung kiriman sampah warga Jembrana bisa dikurangi.

Berkurangnya sampah yang terbuang ke TPA dan hanya residu yang dibuang, menurutnya sebagai bentuk sinergi pemkab Jembrana yang menggandeng program STOP berkontribusi dalam mengurangi beban TPA Peh.

Terkait keluhan dari sejumlah pemulung pihaknya tengah mencarikan sejumlah solusi. Di antaranya, dengan menyiapkan mereka sebagai tenaga pemilah sampah di TPST.(ded)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: