1
Ming. Sep 20th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

GANDENG STT DHARMA KRIYA, RUSNIATI GAGAS PEMANFAATAN DAS DI DESA BABAHAN

2 min read

PENEBEL-JARRAKPOSBALI.COM – Sosok Ni Made Rusniati, SE, patut ditiru dan dicontohi semua komponen masyarakat di Pulau Dewata. Betapa tidak? Rusniati mempunyai gagasan yang brilian di tengah kungkungan pandemic COVID-19.

Untuk mewujudkan gagasan brilian itu, Rusniati menggandeng Sekaha Teruna-Teruna (STT) Dharma Kriya memanfaatkan Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah Subak Munduk Lenggung, Banjar Bolangan, Desa Babahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali.

“Saya memang memanggas kegiatan pemanfaatan Daerah Aliran Sungai (DAS) bersama Sekaha Teruna-Teruni Dharma Kriya. Tujuannya untuk membangkitkan semangat dan harapan di tengah pandemic COVID-19 ini,” jelas Rusniati dilangsir #Balibangkit.

Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari yakni tanggal 9 sampai 11 Agustus 2020 itu juga dihadiri para pejabat penting di Bali seperti dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, Kepala Balai Besar, Kodim 1619 Tabanan, Koramil Penebel, DLHK Tabanan, Dinas PUPR Tabanan, Satker provinsi Bali, serta Komisaris Bank BPD Bali, Wisnu Bawa Temaja.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: WAGUB BALI MINTA INDUSTRI PARIWISATA SERIUS JALANKAN PROTOKOL NEW NORMAL

Selain itu hadir pula Camat Penebel, Perbekel Babahan, Kepala Dusun Bolangan, mahasiswa KKN UNUD, Bhakti- Ring PERTIWI, Subak & Pekaseh, dan STDK bersama masyarakat Bolangan

Lebih lanjut Rusniati menyatakan, “Seperti telah kita ketahui bersama bahwa WHO resmi menyatakan virus corona COVID-19 sebagai pandemi. Pandemi COVID-19 tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga sektor ekonomi. Dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemi COVID-19 lebih parah dibandingkan dampak krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1998.”

Kata dia, COVID-19 menekan tingkat kesejahteraan hingga ke tingkat di bawah garis kemiskinan. Untuk itu perlu adanya strategi dan inovasi dalam upaya pembangunan melalui strategi pemberdayaan masyarakat guna mencapai tujuan yang ditetapkan.

Baca Juga :  RUMAH MILIK KAKEK MANDIASA HANGUS TERBAKAR

“Pemberdayaan masyarakat itu sendiri adalah suatu proses yang mengembangkan dan memperkuat kemampuan masyarakat untuk terus terlibat dalam proses pembangunan yang berlangsung secara dinamis sehingga masyarakat dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi serta dapat mengambil keputusan secara bebas (independent) dan mandiri,” paparnya.

Dijelaskannya, proses pemberdayaan masyarakat bertitik tolak untuk memandirikan masyarakat agar dapat meningkatkan taraf hidupnya sendiri dengan menggunakan dan mengakses sumber daya setempat sebaik mungkin.

“Diperlukan niat yang kuat, saling bahu membahu dan semangat gotong royong yang tinggi, untuk dapat segera keluar dari ancaman pandemi ini,” pungkas Rusniati.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *