1
Ming. Sep 20th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

KOMISI II DPRD BULELENG SIDAK PEMBANGUNAN REVITALISASI PASAR BANYUASRI

2 min read

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Setelah dilakukan pembangunan mulai akhir Desember 2019 lalu, proyek revitalisasi Pasar Banyuasri Singaraja, mengundang rasa penasaran dan kuriositas dewan Bali Utara.

Maka itu, Selasa (3/3/2020) siang Komisi II DPRD Buleleng yang membidangi program pembangunan melakukan sidak ke proyek pembangunan revitalisasi Pasar Banyuasri.

Pada kesempatan itu, Komisi II mengajak Plt Kepala Dinas PUPR Buleleng melihat langsung proses pe pengerjaan mega proyek itu. Menariknya sejumlah anggota Komisi II yang vocal seperti Made Sudiartha alias Detamu pun ikut dalam sidak itu.
Apa tujuan sidak ini? Ketua Komisi II DPRD Buleleng Putu Mangku Budiasa mengatakan, sidak yang ia sebut sebagai kunjungan ini dilakukan dalam rangka melihat secara langsung pelaksanaan pekerjaan revitalisasi Pasar Banyuasri.

Kata dia, Komisi II ingin memastikan sejauhmana perkembangan pembangunan itu oleh kontraktor. Apakah poin-poin pembangunanapa yang dikerjakan oleh kontraktor sudah sesuai dengan dokumen perencanaan atau tidak. Selain itu, ingin tahu kendala-kendala yang ada dilapangan juga progress pengerjaannya.

Baca Juga :  UPDATE PENANGGULANGAN COVID-19 BALI, MINGGU 2 AGUSTUS 2020

“Proyek revitalisasi Pasar Banyuasri merupakan proyek prestesius yang nantinya akan menjadi icon baru di Buleleng. Untuk itu DPRD ingin memastikan proyek ini berjalan sesuai harapan dan bisa selesai sesuai jadwal yang telah diberikan, yakni akhir tahun 2020,” tandas politisi PDIP itu dengan sudah lantang.

Anggota Komisi II DPRD Buleleng Ketut Wirsana,SH, juga menyampaikan hal yang sama. Menurut politisi Hanura itu sidak yang dilakukan Komisi II terhadap proyek revitalisasi Pasar Banyuasri sebagai salah satu fungsi DPRD dalam pengawasan pembangunan.

“Setelah kami melihat di lapangan, Komisi II DPRD Buleleng sangat mengapresiasi kinerja tim pembangunan revitalisasi Pasar Rakyat Banyuasri, sehingga hasil yang dikerjakan sudah sangat kelihatan dan melebihi progress yang direncakan tanpa mengurangi kualitas pengerjaan,” ujar mantan Wakil Ketua DPRD Buleleng periode 2014-2019 itu.

Baca Juga :  COVID-19: PRAJURIT KODIM 1622/ALOR WAJIB BERJEMUR MATAHARI PAGI

Bagaimana komentar dari pihak eksekutif? Plt Kepala Dinas PUPR Adiptha Ekaputra yang ikut sidak itu mengapresiasi kinerja kontraktor PT Tunas Jaya Sanur (PT TJS). Kata dia, progress pembangunan revitalisasi Pasar Banyuasri hingga hari ini sudah mencapai 20.3 persen dengan shedule awal di dokumen 17 persen. Ini artinya ada kemajuan perkembangan pembangunan plus 3 persen.

“Kami sangat mengapresiasi kinerja TJS yang sudah melaksanakan pekerjaan sangat maksimal sampai saat ini. PUPR beserta pihak terkait terus mengadakan komunikasi untuk hasil pembangunan yang maksimal,” ujarnya.

Seperti yang diketahui, Pemkab Buleleng saat ini sedang mengerjakan proyek revitalisasi Pasar Banyuasri yang dimulai bulan Desember 2019 yang akan direncanakan selesai akhir tahun 2020 dengan nilai kontrak Rp159.522.880.530.01. Sementara lama pengerjaan 400 hari kalender yang dikerjakan oleh PT Tunas Jaya Sanur.

Penulis: Junior
Editor: Francelino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *