1
Sab. Sep 19th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

NAMANYA DICEMARKAN, MBAH MAR ANCAM LAPOR LSM TEROPONG KE BARESKRIM POLRI

2 min read

BONDOWOSO-JARRAKPOSBALI.COM – Maryadi Botukal alias Mbah Mar mereaksi berita tentang dirinya di sebuah media online di Jawa Timur. Ia menilai media online tersebut telah membuat berita salah tentang dirinya.

“Tidak benar apa yang dimuat dalam media online Teropong Timur, terkait pengakuan saya sebagai Asisten Staf Menkopolhukam,” bantah Mbah Mar seperti dilansir JARAK NEWS COM.

Menurut laporan JARAK NEWS COM, bantahan itu disampaikan Mbah Mar saat dihubungi wartawan melalui telepon seluler atau handphone (HP)-nya, Jumat (3/7/2020).

Mbah Mar juga membantah keras isi tudingan bahwa dirinya telah melakukan intervensi kinerjra Polres Bondowoso terkait kasus pengancaman yang melibatkan pejabat teras di kabupaten tersebut.

Ia mengaku mendatangi Kantor Dinas Perpustakaan Kabupaten Bondowoso bersama Sekkab Bondowoso Syaifullah menemui Kadis Perpustakaan Alun T Sulistiyadi. Kata Mbah Mar, tujuan dirinya bersama Sekkab Bondowoso menemui Alun adalah untuk bersilaturahmi sekaligus ingin memediasi perseteruan antara Alun dan Sekkab Bondowoso Syaifullah secara kekeluargaan.

“Saya bersama Pak Sekda Bondowoso datang Kantor Dinas Perpustakaan Kabupaten Bondowoso untuk silaturahmi, sekaligus memintakan maaf atas kekhilafan dari Sekda Bondowoso yang sudah membuat satu statement di Medsos terkait ancaman pembunuhan . Dan ada saksi dari Sekda pada waktu menemui Alun T. Sulistiyadi,” tepisnya.

Baca Juga :  Doktor Honoris Causa & Selintas Hatta Rajasa

“Tidak ada bahasa mengaku darimanapun juga dan tak pernah menyebut meminta untuk mencabut laporan polisi di Polres Bondowoso. Tujuan saya adalah semata-mata meminta dapat semua permasalahan diselesaikan dengan hati dan kepala dingin tanpa ada emosi dan dendam. Namun bila memang tidak bersedia untuk memaafkan ya semua dikembalikan kepada proses hukum yang sudah berjalan saat ini,” tandas Mbah Mar.

Mbah Mar menuturkan bahwa kala itu dia hanya ingin meminta Kadis Perpustakaan Bondowoso untuk memaafkan Sekkab Bondowoso Syaifullah atas pernyataan di medsos itu. “Saya hanya menyampaikan bahwa selaku Kadis Perpustakaan Bondowoso, diharap berkenan dan dapat memberi maaf terhadap tulisan yang bernada ancaman itu,” ungkap Mbah Mar.

Dengan demikian, kata dia, isi berita media online tersebut tidak benar dan dinilai telah mencemarkan nama baiknya. Maka itu, Mbah Mar akan melaporkan narasumber berita tersebut yakni LSM Teropong ke Bareskrim Mabes Polri.

Baca Juga :  OWWW... WABUP SUTJIDRA JANJI BANGUN GEDUNG BARU UNTUK PMI BULELENG

“Terkait pemberitaaan yang tidak benar dan sudah memutarbalikkan fakta, dalam waktu dekat akan melaporkan pihak-pihak yang sudah memutar balikkan fakta pembicaraan sehingga sudah mencemarkan nama baik dirinya dan pejabat di kementrian ke Bareskrim Mabes Polri,” tegas Mbah Mar.

Seperti diberitakan sebuah media online di Jawa Timur Kamis (2/7/2020) bahwa Kadis Perpustakaan Bondowoso, Jawa Timur, Alun Taufana Sulistiyati, didatangi seseorang bernama Maryadi Botukal yang konon mengaku sebagai Staf Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Republik Indonesia (Kemenkopolhukam RI) Bidang Perselisihan.

Dikabarkan media online tersebut bahwa kehadiran Maryadi Botukal kala itu didampingi Sekkab Bondowoso Syaifullah yang telah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Bondowoso dalam kasus ancaman pembunuhan.

Masih menurut media online itu bahwa tujuan Maryadi Botukal menemui Kadis Alun Taufani S, utnuk silaturahmi dalam rangka meminta agar kasus laporan pengancaman yang saat ini sudah bergulir di Polres Bondowoso dapat diselesaikan dengan musyawarah kekeluargaan. Ini lantaran baik tersangka maupun pelapor masih sama-sama pejabat ASN di Kabupaten Bondowoso.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *