1
Ming. Sep 20th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

PESAWAT ANGKUT KOKAIN SENILAI RP 1 TRILIUN JATUH DI PAPUA NUGINI

2 min read

BRISBANE-JARRAKPOSBALI.COM – Sebuah kabar menghebohkan datang dari tanah Papua Nugini. Ternyata pesawat ringan model Cessna yang jatuh di Port Moresby, ibukota Papua Nugini, tanggal 26 Juli 2020 lalu, mengangkut kokain senilai 80 juta dollar AS atau setara dengan Rp 1 triliun.

Seperti dilansir KOMPAS.com Minggu (2/8/2020), paket kokain senilai Rp 1 triliun itu pun disita polisi. Dikabarkan, pesawat ringan model Cessna itu awalnya terbang dari Bandara Mareeba di Queensland, Australia, dengan tujuan negara tetangga Indonesia itu pada 26 Juli.

Beberapa jam kemudian, antara pukul 13.00 dan 14.30 waktu setempat, burung besi itu mencoba lepas landas dari landasan pacu terpencil di Papa Lea Lea. Namun seperti dilaporkan Sky News Sabtu (1/8/2020), pesawat itu kemudian jatuh beberapa saat kemudian dalam insiden di utara ibu kota Papua Nugini, Port Moresby.

Baca Juga :  INFO DEWAN: PEMPROV BALI TARIK KEMBALI DANA PBI RP 9,7 M, BULELENG PUSING CARI PENGGANTI

Masih menurut laporan Sky News yang dilansir KOMPAS.com, dalam pernyataan polisi, diduga pesawat Cessna itu jatuh karena beratnya kokain yang mencapai 500 kilogram. Saat ditemukan, tak ada orang di sana. “Sindikat yang begitu serakah berperan besar dalam jatuhnya pesawat,” jelas Australian Federal Police (AFP) atay Kepolisian Federal Australia dalam rilisnya.

Petugas bergerak cepat dengan menangkap lima orang yang diduga mempunyai koneksi dengan sindikat kejahatan di Melbourne. Mereka semua mendapat berbagai dakwaan, termasuk ada kaitannya dengan narkoba setelah penyitaan kokain senilai Rp 1 triliun tersebut.

Baca Juga :  DPRD BALI ARIES SUJATI GELONTORKAN 700 PAKET SEMBAKO DI KECAMATAN GEROKGAK

AFP menjelaskan bahwa pesawat itu terbang dari Mareeba ke Papua Nugini dengan ketinggian hanya 3.000 kaki untuk menghindari deteksi. “Penerbangan ini berbahaya bagi pesawat maupun mereka yang menaikinya. Apalagi dilakukan secara ilegal dan tanpa izin,” jelas polisi.

Pilot pesawat naas itu dilaporkan berkewarganegaraan Australia, menyerahkan dirinya pada 28 Juli, dan menerima dakwaan soal imigrasi.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *