Berita

Mandi di Sungai Samblong, Siswi Kelas VI SD di Jembrana Tewas Tenggelam

JEMBRANA, jarrakposbali.com ! “Saya kaget mendengar teriakan anak-anak. Saya berusaha mencari sumbernya, ternyata dari sungai,” ujar Ni Ketut Wasih (54), salah seorang warga Samblong, Kelurahan Sangkaragung? Jembrana.

Wanita yang saat itu sedang membuat canang, kemudian bergegas menuju sungai Samblong untuk mengecek kenapa anak-anak itu berteriak-teriak minta tolong.

Alangkah kagetnya dia ternyata ada tiga orang anak tercebur ke sungai dan nyaris tenggelam. Wasih kemudian mengambil sebilah bamabu yang kebetulan ada di lokasi dan menjulurkannya kepada tiga anak yang tercebur ke sungai.

“Saya suruh mereka memegangi bambu itu. Kemudian saya tarik mereka ke darat. Akhirnya mereka selamat,” tuturnya.

Namun alangkah kagetnya Wasih mendengar penuturan ketiga anak tersebut, ternyata masih ada satu orang anak yang tenggelam di sungai tersebut.

Wasih kemudian mencari pertolongan warga sekitar dan dalam sekejap datang Wayan Putra (70) yang langsung terjun ke sungai untuk menolong korban.

Baca Juga :  Kabar Gembira, Kompensasi Lahan Pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi Dibayar Mulai Awal 2023 
  Jarrak Travel

Baru sekitar dua meter dari bibir sungai, secara tidak sengaja kakinya menyentuh badan korban. Putra kemudian menyelam dan mengangkat korban untuk dibawa ke tepi sungai.

Alangkah kagetnya Wayan Putra, ternyata yang tenggelam dan ditolongnya itu adalah Ni Putu P (12), siswi kelas VI SD yang merupakan cucunya sendiri. Dia dengan dibantu warga, berusaha memberikan pertolongan pertama, namun usaha itu sia-sia. Korban tetap tidak bergerak.

Baca Juga :  Jaga Fisik Tetap Bugar, Personil Polres Tabanan Jalani Tes Kesjas

Korban kemudian dilarikan ke Pukesmas Jembrana guna mendapatkan pertolongan medis. Sayangnya saat diperiksa dokter, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Kapolsek Kota Jembrana Iptu Putu Budi Santika saat dikonfirmasi wartawan membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya korban sudah dibawa ke rumah duka untuk prosesi pengabenan.

Menurut Budi Santika, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (2/9/2022) sekitar pukul 13.00 Wita. Saat itu, korban dan ketiga temannya mandi bersama di sungai Samblong.

Naas di lokasi korban mandi, sungainya cukup dalam dan korban tidak bisa berenang sehingga tenggelam. Sementara tiga orang rekan korban berhasil diselamatkan salah seorang warga.(ded)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: