28 Februari 2021

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

DIPERIKSA POLRES BULELENG, SOMVIR MEMBISU DITANYA WARTAWAN, LANGSUNG NGACIR

2 min read

Foto Jarrakposbali.com/Francelino: Somvir diantar polwan

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Benteng pertahanan DR Somvir, anggota DPRD Bali asal NasDem, bersama sejumlah oknum polisi di Polres Buleleng yang “melindungi” DR Somvir, mulai longgar.

Sebagai bukti, Sabtu (3/10/2020) siang politisi asal India itu dipanggil dan diperiksa oleh penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng yg dilaporkan oleh Made Sudiari (ibu korban eksploitasi anak dalam politik Komang NS) tangggal 10 juli 2020 lalu.
Meski diselamatkan saat laporan money politik dengan membiarkan terlapor Subrata mangkir dua kali. Namun saat ini tidak bisa diselamatkan karena sudah ada 4 alat bukti untuk menjerat menjadi tersangka. Keempat alat bukti itu adalah 1. Brosur Yoga; 2. Spicesment surat suara; 3. Keterangan 4 saksi menyebutkan Somvir melibatkan anak dibawah umur dalam politik; dan 4. Keterangan ahli.

Dr. Somvir dijerat dengan UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 5 tahun penjara.

Somvir diperiksa hampir empat jam lebih (13.00 hingga 16.50 wita) di Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng secara tertutup. Somvir datang dengan mobil mewahnya Toyota Fortuner warna hitam DK 1540 UY bersama seorang wanita dan sopir pribadinya.

Usai menjalani pemeriksaan di Unit PPA, DR Somvir diantar oleh seorang penyidik Polwan PPA ke ruang kerja Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Haryanto di lantai satu Gedung utama Mako Polres Buleleng di Jalan Pramuka No 1 Singaraja.
Entah apa yang dibicarakan Somvir dengan Kasatreskrim Vicky, karena tidak bisa dipantau wartawan karena tertutup.

Hanya sekitar 10 menit di ruang kerja Kasatreskrim, Somvir bersama penyidik Polwan keluar lagi dari ruang Kasatreskrim. Somvir diantar penyidik Polwan itu lewat pintu utama Mako Polres didiga menghindari wartawan yang memang mengejarnya saat keluar dari Gedung Unit PPA. Namun, ia ketemu lagi wartawan.

Sayang, Somvir sang guru Yoga itu ternyata bungkam terhadap pertanyaan wartawan. Para wartawan yang telah lama menunggu Somvir di Mako Polres ketika diminta keteranganya, Somvir hanya sempat melirik ke wartawan kemudian memasang strategi “diam”n mengabaikan para wartawan yang mengejarnya dengan sejumlah pertanyaan.

Sebenarnya, politisi kelahiran India ini duduk di DPRD Bali hanya sebagai figuran. Somvir diduga ibarat pramugara, naik pesawat dan turun hanya berbekal lover. Di gedung DPRD pun pria India ini tak mampu bersuara lantang.

Hasil pembicaraan Somvir dengan Kasatreskrim Vicky pun tidak bisa diketahui karena saat dikonfirmasikan kepada Kasat Vicky melalui akun WhatsApp (WA) hanya dibaca dan tidak menjawabnya.

Seperti diketahui, warga Kelurahan Kampung Anyar Singaraja, Bali, yang datangi Polres Buleleng dengan membawa puluhan poster bertuliskan , “PAK KAPOLRI…ANAK SAYA DITABRAK LARI…DICARI PREMAN…ANAK SAYA TRAMATIK”, “TANGKAP SOMVIR PENJAHAT ANAK”, “ANAK KAMI KORBAN POLITIK DR SOMVIR”, “PAK POLISI BERI KAMI KEADILAN”, “PANGGIL DAN JANGAN LINDUNGI DR SOMVIR”, Senin(7/9/2020) siang.

Aksi demo itu cukup menyudutkan DR Somvir anggota DPRD Bali. Pria asal India ini disinyalir aktor politik yang berhasil mengelabui anak dibawah umur dan menjadi korban eksploitasi, hingga harus dilaporkan ke Gakumdu Buleleng. Bahkan anak yang bernama Komang NS, 16, melapor beberapa kali ke Unit PPA Polres Buleleng, diduga tidak mendapat penanganan serius dari Polres Buleleng.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version