Berita

Catut Nama Hotel Ratu untuk Menipu, Owner Berang Minta Korban Lapor Polisi

JEMBRANA, jarrakposbali.com | Aksi penipuan lewat online berkedok oven BO dengan mencatut nama Hotel Ratu belakangan ini marak terjadi.

 

Akibatnya, selain merugikan sejumlah warga karena telah mentransfer sejumlah uang, yang terparah justru sangat merugikan pihak manajemen hotel Ratu.

 

Pasalnya, dalam satu hari sedikitnya ada tiga laki-laki datang ke hotel Ratu yang berlokasi di jalan Ngurah Rai, Kelurahan Dauhwaru, Jembrana untuk minta pertanggung jawaban.

 

Banner Iklan Sariksa

“Satu hari ini sudah ada tiga laki-laki datang ke hotel. Mereka minta pertanggungjawaban. Katanya mereka tertipu,” terang Owner Hotel dan Restourant Ratu Ni Made Dwi Kusuma Yanti S.Sos, M.Si, Senin (4/4/2022)

 

Ketiga laki-laki yang datang ke Hotel Ratu menurut Kusumayanti, keluhannya sama. Mereka mengaku telah ditipu oleh perempuan melalui aplikasi Michat.

 

Baca Juga :  Polres Klungkung Ajak Masyarakat Laksanakan Vaksin Covid-19 Untuk Mempercepat Herd Immunity

Ketiga pria itu menurutnya mencari wanita penghibur di aplikasi Michat (open BO) dan wanita yang dihubungi mengaku stay di Hotel Ratu.

 

Sepakat dengan harga yang ditawarkan oleh cewek Michat, ketiga pria itu mentransper sejumlah uang, sebagai syarat bisa menerima layanan cewek Michat. Setelah uang ditransfer, ketiga pria itu gagal bertemu cewek yang dibokingnya.

 

“Karena merasa tertipu itulah mereka datang ke hotel ratu, meminta klarifikasi kepada kami. Jelas kami kaget karena kami di Ratu tidak pernah menyiapkan wanita penghibur,” tuturnya.

Baca Juga :  Bagikan Paket Sembako Kepada Warga, Wakapolres Klungkung Juga Himbau Untuk Displin Prokes.

 

Karena merasa nama baik hotel dicemarkan, Kusumayanti menyarankan kepada para korban untuk melapor kepada pihak Kepolisian agar pelakunya bisa tertangkap. Dia sendiri juga telah berkorsinasi dengan pihak kepolisian terkait masalah tersebut karena telah merusak nama baik hotel.

 

“Saya tegaskan disini, bahwa di hotel Ratu tidak pernah menyiapkan wanita penghibur ataupun WTS atau gadis panggilan.Tamu-tamu kami kebanyakan tamu bisnis dari luar Jembrana,” tegasnya.

 

Ni Made Dwi Kusuma Yanti S.Sos, M.si berharap, pihak kepolisian segera bertindak untuk mengungkap aksi penipuan ini, terlebih telah menvemarkan nama baik Hotel Ratu.(dewa darmada)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: