MOSKOW-JARRAKPOSBALI.COM – Kabar menarik terbetik dari Rusia. Negara pecahan Uni Soviet itu mencatat sejarah baru dalam kisah kuasa kepemimpinannya.

Seperti dilansir Babe dari Daily Mail, Presiden Rusia Vladimir Putin telah menandatangani Perintah Eksekutif amandemen Konstitusi Rusia yang akan memungkinkannya untuk tetap berkuasa hingga 2036.

Ini artinya Putin yang kini berusia 67 tahun maka bila berkuasa sampai 2036 maka Putin berusia 83. Sebuah usia uzur yang layak seumur hidup berkuasa di Negeri Beruang Merah.

Masih menurut Daily Mail, Presiden Rusia, 67, itu menuliskan namanya dalam Perintah Eksekutif, Jumat (3/7/2020), yang akan mulai berlaku Sabtu. Amandemen konstitusi yang didukung oleh pemungutan suara nasional itu juga mencakup klausul pernikahan antara pria dan wanita, yang bertujuan mencegah legalisasi gay.
Penandatanaganan terjadi setelah Putin mengklaim kemenangan dalam referendum dengan meraup 78% suara, di tengah tuduhan kecurangan yang meluas.

Baca Juga :  BONGKAR MES PERWIRA, GANTI DENGAN GEDUNG PELAYANAN TERPADU SATU PINTU

Seorang peneliti pemilihan independen yang terkenal dari Rusia, Sergey Shpilkin, memperkirakan sebanyak 20 juta surat suara yang diberikan dalam pemungutan suara Rabu dipalsukan. Selama pemilihan presiden terakhir dia memperkirakan 10 juta suara adalah palsu.

“Amandemen mulai berlaku. Amandemen ini mulai berlaku, tanpa melebih-lebihkannya, atas kehendak rakyat,” ujar Putin setelah ia menandatangani Perintah Eksekutif. “Kami membuat keputusan penting ini bersama, sebagai sebuah negara.”

Selain memperpanjang batasan masa jabatan Putin, amandemen melarang pernikahan sesama jenis dan menyebutkan ‘kepercayaan pada Tuhan sebagai nilai inti’ dalam masyarakat Rusia. Namun Putin menyatakan Rusia tidak mendiskriminasi orang berdasarkan orientasi seksual.

Dikabarkan bahwa konstitusi baru juga akan menekankan pentingnya hukum Rusia atas semua hukum internasional. Putin mengusulkan amandemen konstitusi pada Januari dan berkeras masih layak untuk menjabat dan menyerukan jajak pendapat tentang hal itu dan isu-isu nasional lain.

Baca Juga :  BALI KREATIF, SENI TERUS BERGELIAT DI TENGAH WABAH COVID-19

Pemungutan berlangsung di tengah meluasnya laporan tekanan pada pemilih dan penyimpangan lainnya, termasuk pemungutan suara. Analisis menemukan beberapa kawasan yang melaporkan tingkat partisipasi mendekati 100%. Semakin tinggi jumlah pemilih, semakin besar kemungkinan surat suara yang akan menyetujui perubahan—sangat diyakini surat suara ‘ya’ telah ditambahkan ke kotak suara.

Para kritikus Kremlin mengecam hasil referendum tersebut sebagai pemalsuan dan melemahkan legitimasi amandemen tersebut.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Ella Pamfilova menolak klaim kritikus dan menegaskan hasil pemungutan suara itu ‘asli’ dan legitimasinya ‘tidak bisa dibantah.’

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here