Berita

SEPUTAR NARAPIDANA, MASIH BANYAK YANG BINGUNG ANTARA BAPAS DAN LAPAS

Penulis : Gede Budi Astawa, S.Psi

DENPASAR, jarrakposbali.com | Selama ini masyarakat Indonesia selalu mengenal Lapas atau lembaga Pemasyarakatan apabila membahas mengenai masalah hukum yang berujung pada tindak pidana. Kebanyakan orang hanya pernah mendengar Lapas, tempat di mana Warga Binaan Pemasyarakatan atau narapidana menjalani pidana penjara akibat dari tindak pidana yang mereka lakukan. Dan masyarakat pada umumnya sering salah kaprah mengenai Bapas dan Lapas. Banyak yang mengira bahwa di Bapas ditampung juga narapidana seperti di Lapas dan banyak yang berasumsi bahwa tempat dibimbingnya narapidana adalah di Lapas. Pada tulisan saya kali ini akan menjelaskan perbedaan antara Bapas dan Lapas berdasarkan undang-undang dan berdasarkan yang saya pahami selama menjadi salah satu Aparatur Sipil Negara Penegak Hukum Pembimbing Kemasyarakatan Pertama Pada Balai Pemasyarakatan Kelas I Denpasar.

Pertama, Bapas (Balai Pemasyarakatan) menurut Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995, Bapas merupakan Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Ham Republik Indonesia. Bapas merupakan ujung tombak pemasyarakatan dalam memulihkkan kesatuan hubungan hidup, kehidupan, dan penghidupan Warga Binaan Pemasyarakatan yang telah bebas yang selanjutnya disebut Klien Pemasyarakatan. Balai Pemasyarakatan memiliki 6 (enam) tugas pokok dan fungsi penting antara lain: Pembuatan Litmas, Pembimbingan Klien, Pendampingan, Pengawasan, Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP), dan Pengadministrasian Ketatausahaan. Selain itu, Bapas atau Balai Pemasyarakatan adalah tempat memberikan bimbingan kemasyarakatan dan pengentasan anak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bapas melayani klien pemasyarakatan baik dewasa maupun anak yang berhadapan dengan hukum. Bapas memiliki banyak pelayanan yang memiliki durasi waktunya masing-masing seperti pembebasan bersyarat pada ⅔ masa pidana hingga bebas murni, penyusunan penelitian kemasyarakatan dan upaya diversi untuk Anak maksimal 3 hari setelah permintaan didisposisikan kepada Pembimbing Kemasyrakatan atau lebih dikenal (PK Bapas).

Baca Juga :  UPDATE PENANGGULANGAN COVID-19 BALI, SABTU, 11 JULI 2020

Kedua, Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Lembaga Pemasyarakatan atau rumah tahanan negara merupakan lembaga di bawah Kementerian Hukum dan hak asasi manusia sesuai dengan undang-undang Pemasyarakatan nomor 12 Tahun 1995 Lapas merupakan tempat dibinanya warga binaan Pemasyarakatan sesuai dengan putusan pengadilan. Lapas melayani narapidana atau terpidana, namun durasi lamanya seorang narapidana atau terpidana di dalam Lapas sangat bergantung atas proses hukuman/masa menjalani pidananya. Baik Bapas, Rutan, dan Lapas meskipun memiliki tugas dan pelayanan yang berbeda namun ketiganya adalah lembaga penting dalam sistem hukum nasional yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham RI. Jadi sudah jelas bedanya Bapak dan Lapas yang pertama adalah di Lapas tempat narapidana tinggal sementara dalam selama menjalani masa pidananya. Di Lapas warga binaan Pemasyarakatan diberikan berbagai macam keterampilan kerja dan bimbingan kepribadian bimbingan kepribadian diantaranya terkait ketuhanan Yang Maha esa pendidikan hukum atau penyuluhan hukum.

Baca Juga :  NEW NORMAL: DI HADAPAN PASAR INDIA, WAGUB PAPARKAN KESIAPAN PARIWISATA BALI

 

Daftar Pustaka :

  Jarrak Travel

Undang-Undang No 12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan

Susanti,D.2020.Optimalisasi Pelaksanaan Tugas Pembimbing Kemasyarakatan Dalam Revitalisasi Pemasyarakatan. Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum. Vol.14, No.1, Hal :141-162

Direktorat Jendral Pemasyarakatan. 2012. Modul Pembimbing Kemasyarakatan. Jakarta: Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Utami,T.2022.Perlindungan Ham WBP melalui Revitalisasi Pemasyarakatan. Diakses pada 29 Juni 2022 dari Perlindungan HAM WBP melalui Revitalisasi Pemasyarakatan

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: