SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Bali, Gede Supriatna, SH mengharapkan, adanya peningkatan upaya penanganan pencegahan COVID-19 di masyarakat.

Hal itu disampaikan Supriatna usai memimpin rapat gabungan Badan Anggran (Banggar) DPRD Buleleng dengan Tim Anggran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Buleleng, di Ruang Gabungan Komisi DPRD Buleleng, Jumat (4/9/2020) siang.

Ketua Dewan mengingatkan semua pihak terutama pemerintah karena kasus penularan COVID-19 di Kabupaten Buleleng menunjukkan tren yang meningkat pasca dibukanya tatanan kehidupan baru atau “New Normal” oleh pemerintah belum lama ini.

“Saya berharap adanya kerjasama yang selaras antara Pemerintah dan masyarakat dalam upaya pencegahan covid ini. Masyarakat di semua elemen diminta untuk meningkatakan kesadaran untuk mematuhi dan mengikuti arahan pemerintah dengan mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditentukan melalui Pergub ataupun Perbup yang dibuat oleh pemerintah daerah,” tandas Supriatna.

Sementara itu, terkait dengan Rapat antara Banggar DPRD Buleleng dengan TAPD, terkait dengan Pembahasan Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 dapat dijelaskan oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd.

Baca Juga :  SKD CPNS, BUPATI AGUS: "SAYA PASTIKAN TIDAK ADA INTERVENSI"

Sekkab Suyasa mengungkapkan, bahwa pendapatan daerah pada Anggran Perubahan Tahun 2020 mengalami penurunan sebesar Rp 283,82 miliar lebih atau sekitar 12,23%, dari sebelum Perubahan Rp 2,32 triliun lebih menjadi Rp 2,03 triliun lebih.

Dana perimbangan juga mengalami penurunan sebesar Rp 147,51 miliar lebih atau sekitar 11,06% dari sebelum Perubahan sebesar Rp1,33 triliun menjadi Rp1,18 triliun lebih.
Sementara dana lain – lain pendapatan yang sah mengalami penurunan sebesar Rp 69,16 miliar atau sekitar 11.82% dari sebelum Perubahan sebesar Rp 585,13 miliar lebih menjadi Rp 515,96 miliar lebih.

Belanja daerah yang terdiri dari belanja langsung dan belanja tidak langsung mengalami penurunan sebesar Rp 238,83 miliar lebih atau sekitar 10,18% dari sebelumnya sebesar Rp 2,34 triliun menjadi Rp 2,10 triliun lebih yang terdiri dari belanja tidak langsung (BTL) mengalami penurunan sebesar Rp 73,62 miliar lebih atau sekitar 6% dari sebelumnya sebesar Rp 1,22 triliun menjadi Rp 1,15 triliun lebih, belanja langsung (BL) juga mengalami penurunan sebesar Rp 165,20 miliar lebih atau sekitar 14,74% dari sebelum perubahan sebesar Rp 1,12 triliun lebih menjadi Rp 955,23 miliar lebih.

Baca Juga :  INFO DESA ADAT: BANGUN SDM, DESA ADAT PASUT KATIASA GELAR PASRAMAN

Ketua Dewan Supriatna juta menyimak, terkait dengan realisasi anggaran APBD tahun 2020 ini sudah mendapat penjelasan dari pemerintah daerah serta sudah mendapat kesamaan persepsi antara pemerintah daerah dengan Badan Anggaran DPRD Buleleng.

“Ia, tadi sudah dijelaskan oleh TAPD, terlebih penggunaan anggaran ini sudah mendapat evaluasi dan dimonitor oleh BPK maupun KPK,’’ ujar Supriatna.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here