29 November 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

Polemik Ucapan AWK: Teja Ingatkan Elit Hargai Budaya Bali

2 min read

Foto Ist: Made Teja, S.Sos

SUKASADA-JARRAKPOSBALI.COM – Polemik ucapan senator anggota DPD RI dari Bali, Arya Wedakarna alias AWK yang terus meluas baik berupa aksi demo maupun pelaporan ke polisi, juga mendapat tanggapan dari tokoh Bali Utara Made Teja, S.Sos.

Teja, yang mantan anggota DPRD Buleleng itu, menyayangkan ucapan AWK sebagai seorang pejabat negara. Kata dia, tokoh sekelas AWK mestinya lebih menjaga pembicaraan dan ucapannya apalagi terkait ranah sensitive seperti agama dan budaya. “Mari kita bersama-sama menghargai dan melestarikan budaya Bali. Bagi para elite, minta menjadi garda terdepan untuk menjaga dan melestarikans erta menghargai budaya dan keyakinan masyarakat. Jangan menjadi perusak budayanya sendiri,” tegas Teja mengingatkan.

Kendati demikian, Teja yang pernah menjadi dewan pendiri Yayasan Bali Niskala itu lebih memilih untuk menyelesaikan polemic ucapan AWK itu dengan cara duduk bersama berdikusi mencari solusi daripada menempuh aksi demo yang justru membuat suansana Bali tidak nyaman.

Baca Juga :  Kapolri Idham Azis Resmi Tunjuk Irjen Listyo Sigit Jadi Kabareskrim

“Bagi saya demo bukan sebuah solusi yang baik untuk menyelesaikan masalah. Bali ini penuh kegaiban, Bali adalah Pulau Dewata .dikenal mancanegara. Kecaman terhadap AWK baiknya duduk bersama menjaga Bali tetap damai dan aman. Sesungguhnya banyak pihak menginginkan bali aman dan damai,” ajak Teja yang kini sebagai Dirut PT Porang Bali Dewata.

Kata dia, ucapan AWK yang melecehkan symbol-simbul agama Hindu sebaiknya tidak diadili atau dihukum secara duniawi, tetapi ia mengajak krama Bali agar menghukum AWK secara hukum karna dan hukum social yang nilai bebannya jauh lebih berat daripada hukum positif

“Pernah saya menjadi dewan pendiri Yayasan Bali Niskala kendatipun saya sudah ikut karena Bali Niskala menjadi Bali Himalaya, saya masih hangat ikut serta menjaga kegaiban Bali karena hampir semua Hindu Bali percaya dengan adanya hukum karma. Hal-hal yang salah sudah tentu kembali pada karma mereka ngak usah ribut-ribut bukan AWK ngetop jadi tokoh Bali apalagi anggota DPD harus mampu mengayomi umat Hindu Bali. Begitu harapan kami,” ucap Teja.

Baca Juga :  ANEH! SEKOLAH LIBUR, TAPI RETRIBUSI KANTIN SEKOLAH TETAP DIPUNGGUT

“Saya memiliki keyakinan kepada beliau Ratu Sakti Dalem Ped jika salah ucap bagi orang Bali percaya adanya kesisipan, beliau adalah manivestasinya Ida Sang Hyang Widi,” tambahnya lagi.

Ia kemudian mengutip satu ungkapan, “SATYAM EVA JAYABTE kesetiaan dalam suatu kebenaran adalah kejayaan. TATWAM ASI, aku adalah kami. Itu sekigam diajarkan sejak SD, patut dipahami untuk menjaga ajeg Bali.”

Teja menambahkan dengan menyatakan, “Sesama orang Bali saling hujat kayaknya ditertawai oleh orang luar Bali. Saya justru khawatir ada provokasi-provokasi dari pihak luar sehingga Bali tidak kondusif

Semestinya saat ini rakyat susah karena COVID-19 mestinya para tokoh dan penjabat fokus pada kesejahtraan rakyat. Bukan menciptakan kontroversi di masyarakat. Para penekun spiritual Bali harus ikut serta menjaga kesucian Bali.”(Mar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *