1
Sab. Sep 19th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

GANDENG PT INDONESIA POWER, DISTAN BULELENG KEMBANGKAN BANANA SMART VILLAGE DI DESA BUKTI

2 min read

KUBUTAMBAHAN-JARRAKPOSBALI.COM – Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Bali, kembali melakukan upaya pengembangan sektor pertanian di Buleleng. Kali ini Distan Buleleng bersinergi dengan PT. Indonesia Power Bali PGU PLTGU Pemaron memfasilitasi beberapa kelompok tani yang ada di Desa Bukti. Hal ini dilakukan untuk menunjang produktifitas hasil pertanian di Buleleng.

Distan Buleleng emfasilitasi para kelompok tani dengan persediaan penampungan air berupa embung untuk membantu pengairan di lahan pertanian. Hal itu merupakan salah satu program yang digagas Distan Buleleng yakni pengembangan air irigasi. Sehingga lahan pertanian marginal dapat ditanami dengan tanaman-tanaman yang mempunyai nilai ekonomi. Baik itu berupa buah, sayuran serta biji-bijian. Program tersebut sudah berjalan sejak tahun 2012 lalu.

“Mudah-mudahan dengan adanya kerjasama dengan Indonesia Power seperti ini kita dapat menghijaukan Buleleng,” ujarnya usai melakukan panen perdana beberapa jenis buah pisang, dalam program pengembangan banana smart village PT. Indonesia Power Bali PGU PLTGU Pemaron, di Banjar Dinas Sanih, Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan, Jumat (5/6/2020).

Baca Juga :  RSUD BULELENG SIAPKAN RUANG ISOLASI BAGI SUSPECT VIRUS CORONA

Ditemui dilokasi yang sama, Manager Unit PT. Indonesia Power (IP) Bali PGU PLTGU Pemaron, I Nyoman Purwakanta, ST mengatakan pihaknya memiliki program industri hijau dalam hal perbaikan lingkungan.

Kata dia, pada tahun 2019 lalu, IP Bali unit PLTGU Pemaron mendapatkan penghargaan pengelolaan lingkungan berupa proper hijau. Bantuan dari IP Bali terhadap sektor pertanian di Desa Bukti tersebut berupa solar cell. Itu berfungsi sebagai tambahan power atau suplai untuk pompa air yang digunakan untuk pengairan.

“Selain itu juga kami membantu sebanyak 600 bibit pisang terhadap para kelompok tani disini, semoga ini dapat meberikan manfaat,” ungkapnya.

Baca Juga :  BUPATI AGUS: "TIDAK ADA KATA AMPUN BAGI JARINGAN MAFIA ILEGAL LOGING"

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Kerti Winangun, I Made Suparta menjelaskan bahwa pengembangan pemberdayaan kelompok tani merupakan salah satu program dari Kementerian Pertanian untuk mengatasi kemiskinan. Sejak tahun 2012, Sumber Daya Manusia (SDM) petani tebilang cukup rendah, sehingga di tahun 2019 dilakukan penyuluhan terhadap petani di desa tersebut.

Diuraikannya, tahap sebelumnya pada Desember 2019, sebanyak tujuh kelompok tani di Desa Bukti sudah melakukan penanaman melalui dana desa sebanyak 5000 tanaman, dan tahap selanjutnya sebanyak 4000 tanaman.

“Target kami dalam lima tahun dapat melakukan penanaman seluas 60 hektar. Ada tiga kategori pohon pisang yang kita tanam, untuk bahan olahan, bahan banten untuk upacara agama, dan buah meja untuk dikonsumsi,” pungkasnya.

Penulis: Francelino
Editor: Jering Buleleng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *