1
Ming. Sep 27th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

PARIWISATA: DEPUTI BIDANG KEMARITIMAN & SDA BAPPENAS RI, DUKUNG TOYA DEVASYA

2 min read

KINTANAMIN-JARRAKPOSBALI.COM – Pasca pembukaan kembali pariwisata Bali per tanggal 9 Juli 2020 lalu membawa angin segar bagi objek wisata di Bali khusus di Kawasan Batur UNESCO Global Geopark.

Salah satu objek wisata yang menjadi primadona pengunjung dan pejabat pemerintah pusat adalah kawasan wisata Toya Devaysa Spring Hot Water Park.

Seperti Selasa (4/8/2020), Ir Arifin Rudiyanto, M.Sc, Ph.D, Deputi Bidang Kemaritiman & Sumber Daya Alam Bappenas RI bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke kawasan wisata Toya Devasya Kintamani Kabupaten Bangli, Bali, disambut langsung oleh Founder Toya Devasya Dr. I Ketut Mardjana.

Kepada Arifin Rudiyanto, Mardjana menyampaikan terima kasihnya telah menyempatkan diri untuk mampir di Toya Devasya. Di samping itu Mardjana juga menyampaikan terima kasih bahwa dengan adanya Batur UNESCO Global Geopark setidaknya ada dua harapan besar dari masyarakat. Pertama, melalui program konservasi alam maka alam Geopark Batur akan terjaga dan terpelihara. “Dengan terjaganya alam ini maka akan sangat memberikan kontribusi yang besar terhadap pertumbuhan pariwisata dan pertanian Kabupaten Bangli, khususnya kawasan Geopark Batur,” jelas Mardjana.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: TIM DISKOMINFOS BALI TINJAU SATGAS GOTONG ROYONG DESA UNGGAHAN

Kata dia, sekiranya tidak ada pengerusakan alam, tapi dikembangkannya pertanian organik, dan dijaga kesucian dan kebersihan danau, maka niscaya akan meningkatkan pariwisata Kabupaten Bangli.

“Kedua, dampak dari konservasi alam itu sendiri dan tumbuhnya pariwisata dan agro tourism tersebut di atas akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” urai Mardjana.

Di samping itu, papar dia, hampir di setiap sudut kawasan Geopark Batur mempunyai panorama yang menarik, tetapi permasalahannya potensi yang sangat atraktif belum dikelola secara optimal. Bahkan daerah-daerah potensial ini boleh dikatakan terisolasi karena kurangnya aksesbilitas jalan, tidak tersedianya akses internet, mempunyai danau tapi tidak tersedia air, baik air untuk pertanian maupun air bersih, tidak tersedianya listrik.

Baca Juga :  ALI USMAN, MANTAN PEMAIN AREMA, GELAR COACHING CLINIC DI SERIRIT

“Semua kekurangan perhatian pemerintah daerah terhadap kekurangan tersebut di atas, menyebabkan tidak berkembangnya pariwisata di daerah itu dan sekaligus menyebabkan terkebelakangnya ekonomi masyarakat di daerah tersebut,” ungkap mantan Dirut PT Kantor Pos Indonesia itu.

“Dengan kedatangan para pejabat dari Bappenas maka tentu masyarakat menaruh harapan besar akan tertanganinya pembangunan sarana dan prasarana yang akan menopang pertumbuhan ekonomi masyarakat dan tertanganinya konservasi alam secara lebih terstruktur,” pungkasnya.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *