1
Ming. Sep 20th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

BULAN BUNG KARNO: DPC PDIP BULELENG BAGI-BAGI SEMBAKO KE PANTI ASUHAN

2 min read

SINGARAJA-JARRKPOSBALI.COM – Bulan Bung Karno di Kabupaten Buleleng, Bali, benar-benar meriah. Berbagai elemen di daerah asal ibunda bung Karno itu melakukan berbagai kegiatan mengisi Bulan Bhakti Bung Karno.

Seperti DPC PDIP Kabupaten Buleleng, Sabtu (6/6/2020) menggelar bhakti sosial di beberapa panti asuhan dan panti jompo di Bumi Panji Sakti itu. Dalam kegiatan itu, DPC PDIP yan dipimpin Sekretaris DPC PDIP Buleleng, Gede Supriatna, SH, membagi-bagi sembako kepada para penghuni panti asuhan dan panti jompo.

Sekretaris DPC PDIP Buleleng, Gede Supriatna, SH, menjelaskan, salah satu tujuan perayaan Bulan Bung Karno ini adalah menghormati jasa Bung Karno bagi negara dan bangsa Indonesia.

Baca Juga :  “KKN PULANG KAMPUNG”: MANFAATKAN POTENSI DESA, MAHASISWA UM MALANG CIPTA JAENAB

“Salah satu tujuan peringatan Bulan Bung Karno adalah untuk menghormati betapa besarnya jasa Bung Karno bagi Negara dan Bangsa Indonesia. Dikenal sebagai “Putra Sang Fajar” Bung Karno adalah tokoh yg berjasa dalam membuka ‘Fajar masa depan’ bagi Bangsa Indonesia dengan memproklamasikan Kemerdekaan Bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945,” tandas Supriatna yang juga Ketua DPRD Buleleng itu.

Politisi asal Tejakula itu menyampaikan bahwa proklamasi tersebut mengakhiri ratusan tahun penjajahan bangsa-bangsa asing dan sekaligus secara resmi menjadi tonggak lahirnya sebuah bangsa dan negara bernama Indonesia.

”Tanpa Soekarno tidak ada satu bangsa, tidak ada Indonesia merdeka, tidak ada bendera, tidak ada lagu Indonesia Raya dan tidak ada satu Undang-Undang Dasar 1945. Oleh karenanya, peristiwa bersejarah seperti itu harus tetap abadi dalam memori kolektif Bangsa Indonesia. seperti yang pernah dipesankan oleh Bung Karno tentang Jasmerah, ‘Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah’,” ungkap Supriatna.

Baca Juga :  KABAR DEWAN: FRAKSI NASDEM SETUJU TIGA RANPERDA DILANJUTKAN PEMBAHASANNYA

“Peganglah yang telah kita miliki sekarang, yang adalah akumulasi dari pada hasil semua perjuangan kita di masa lampau. Jikalau engkau meninggalkan sejarah, engkau akan berdiri diatas vacuum, engkau akan berdiri di atas kekosongan dan lantas engkau menjadi bingung,” pungkas Supritna.

Penulis: Francelino
Editor: Jering Buleleng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *