1
Rab. Sep 23rd, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

PARIWISATA: BUPATI AGUS DUKUNG BUYAN JADI KAWASAN PREMIUM

2 min read

PANCASARI-JARRAKPOSBALI.COM – Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST, mendukung pengembangan penataan Danau Buyan yang kedepannya menjadi sebuah kawasan premium.

Ada penataan pasar dan danau yang dibuat lebih baik. Semangat ini tentu sesuai dengan review Peraturan Daerah (Perda) Tata Ruang No. 3 tahun 2020 Provinsi Bali sehingga Buleleng harus segera menyesuaikan.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Agus Suradnyana saat memimpin rapat sosilisasi Master Plan Penataan Danau Buyan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng, Balai KSDA Bali, BWS Bali-Penida dan sejumlah Kepala SKPD terkait di Kantor Perbekel Pancasari, Rabu (5/8/2020).

Bupati Agus menyatakan, sejak awal selalu terpikirkan bagaimana pengembangan dan model dari Danau Buyan. “Jadi, ini didesain bukan pada satu titik saja. Melainkan menjadi satu kawasan yang di dalamnya ada pemberdayaan, pelestarian lingkungan, mass tourism, jadi lengkap semua,” tutur Bupati Agus.

Baca Juga :  WAGUB BALI JADI NARASUMBER WEBINAR POTENSI DAN PELUARNG PASAR DI THAILAND

Bupati dua periode ini juga menyampaikan bahwa tahun depan juga sudah dimulai pembuatan detail rencana tata ruang Kecamatan Sukasada dan zona prioritasnya adalah Danau Buyan.

“Ini dilakukan guna mewujudkan pemberdayaan masyarakat agar lebih sejahtera, dan tentu tanpa merusak lingkungan,” ungkapnya.

Setelah pembahasan awal selesai, pemaparan materi utama dilanjutkan oleh PT Kencana Adi Karma, sebagai konsultan perencanaan. Dalam pembahasannya, ada beberapa kebutuhan fisik dasar terhadap revitalisasi kawasan Danau Buyan yaitu penggunaan instalasi biogas, perencanaan IPAL Komunal, pembuatan Gully Plug pengendali longsor, penetapan dan penataan sempadan danau, air danau untuk irigasi dan air minum, budidaya ikan sistem bioflok, Pengelolaan sampah 3R+Sanimas, dan pembuatan tanggul danau.

Revitalisasi Danau Buyan akan memfokuskan pada pembangunan ecotourism dengan konservasi pertanian dan agrowisata. Beberapa hal yang akan dikembangkan nantinya adalah aksesibilitas dan sign age kawasan daya tarik wisata (DTW) Buyan, integrasi DTW, dan atraksi wisata segmentasi dan kekhususan DTW.

Baca Juga :  PARIWISATA: BUKIT TRUNYAN, MOZAIK TERINDAH BALI YANG BELUM DIBERI PERHATIAN

Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra, ST.,MM usai paparan mengatakan, penataan Danau Buyan merupakan sebuah potensi strategis yang dimiliki oleh Buleleng. Lima tahun kedepan tentu akan menghasilkan jumlah yang luar biasa bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Buleleng.

“Hari ini studinya sudah selesai dan semua mendukung baik dari desa adat, desa dinas, SKPD yang hadir, BWS Bali-Penida, dan BKSDA Bali. Namun, yang menjadi catatan adalah keberadaan dari kawasan suci agar tetap terjaga kesuciannya dan seluruhnya dibuat dengan aman dan nyaman bagi wisatawan,” tandasnya.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *