1 BANDARA BULELENG: LSM GENUS INGATKAN KEMBALI PEMBANGUNAN BANDARA - Jarrak Pos Bali
23 Oktober 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

BANDARA BULELENG: LSM GENUS INGATKAN KEMBALI PEMBANGUNAN BANDARA

2 min read

Foto Ist: Anton di lokasi pembangunan BIBU di Kubutambahan

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Setelah hampir setahun lebih rencanan pembangunan bandara baru di Bali tepatnya di Kabupaten Buleleng yang diberi nama Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) hilang dari pembahasan, LSM Gema Nusantara (GENUS) pimpinan Antonius Sanjaya Kiabeni, kembali mengingatkan semua pemangku kebijakan soal BIBU tersebut.

Dalam press releasenya yang dikirim kepada media ini, LSM GENUS mengingatkan semua lembaga dan kementerian teknis untuk segera merealisasikan BIBU yang merupakan program percepatan pembangunan strategis nasional tersebut.

“Berdasarkan hasil pemantauan dan monitoring, Advokasi dari LSM Gema Nusantara yang juga Relawan Setia Jokowi Buleleng Bali, yang sudah berjalan selama ini. Mengingat perkembangan kemajuan proses pembangunan Bandara Bali Utara diatas tanah Desa Adat Kubutambahan, Desa Kubutambahan Kecamatan Kubutambahan Kab. Buleleng Prov. Bali, maka kami berpendapat sebagai berikut,” tulis Antonius Sanjaya Kiabeni, Ketua Badan Eksekutif LSM GENUS dalam press releasenya.

Baca Juga :  MUSKAB FORKI: DIPILIH AKLAMASI, DOKTER CAPUT PIMPIN LAGI FORKI BULELENG

Pertama, tulis Anton, mengingat Program Pembangunan Bandara Bali Utara merupakan proyek pengembangan Bandara Ngurah Rai yang masuk kedalam Program Percepatan Pembangunan Strategis Nasional yang dicanangkan oleh Bapak Presiden Joko Widodo, agar setidak tidaknya selesai 2023 (sumber Pembahasan tgl. 5 Oktober 2020 dipimpin oleh Staf/Tenaga Ahli /Kementrian ATR/Kepala BPN RI.)

“Kedua, bahwa pemangku kebijakan dalam menentapkan/menentukan lokasi pembangunan Bandara Internaisonal Bali Utara, tetap memperhatikan semua perusahaan baik swasta nasional maupun multinasional/internasional, BUMN dan BUMD, yang selama ini sudah melakukan visibility study dan proses-proses lainnya. Bahkan sudah ada perusahaan swasta nasional yang telah mendapatkan penetapan titik koordinat dari Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub RI (Th.2017) dan memiliki visibility study yang sudah ber hak paten dari Kemenkumham RI, agar tetap menjadi perhatian para pemangku kebijakan,” tulis Anton dalam poiin kedua press releasenya.

Baca Juga :  NENGAH TAMBA: “JANGAN MAIN PHK, CARI SOLUSI YANG LEBIH MANUSIAWI”

Ketiga, semua pemangku kebijakan agar tidak memanfaatkan percepatan pembangunan Bandara Internasional Bali Utara ini yang berlokasi di atas tanah Desa Adat Kubutambahan, Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali dengan melawan/melabrak aturan hukum yang berlaku.

“Karena berpotensi terhadap penyalahgunaan kewenangan dan penyalahgunaan keuangan Negara/Daerah, yang dapat menghambat pembangunan nasional/daerah dan perekonomian nasional/daerah dan kepentingan masyarakat banyak,” tandas Anton yang juga Relawan Setia Jokowidodo Buleleng Bali.

Penulis/Editor: Francelino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *