SUKASADA-JARRAKPOSBALI.COM – Mantan kader PDIP dan NasDem Kabupaten Buleleng, Made Teja, S.Sos, tertawa terbahak-bahak mengetahui DR Somvir, seorang tokoh spiritual yang kini duduk di kursi DPRD Bali dari NasDem, diperiksa penyidik Unit PPA, Satreskrim Polres Buleleng, Bali, Sabtu (3/10/2020) siang.

Ia merasa malu karena sang guru yoga kelahiran India itu diperiksa polisi karena diduga kuar melanggar UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. “Saya malu melihat tokoh spiritual tersihor dipriksa kepolisian bukan indikasi politik tetapi penjabat krisis moral,” kritik Made Teja, mantan anggota DPRD Buleleng periode 2009/2014.

Baca Juga :  NEW NORMAL: RS SWASTA DI BUELENG SIAP TANGANI PASIEN TERKONFIRMASI COVID-19

Teja yang gagal merebut kursi DPRD Bali dari NasDem pada Pemilu 2019 lalu itu secara gentle menyatakan bahwa lebih baik disebut caleg gagal daripada terpilih menjadi anggota dewan tetapi ujung-ujungnya berurusan dengan hukum karena Tindakan mencederai nilai-nilai demokrasi dna kemanusiaan.

“Lebih baik saya gagal jadi caleg ke DPRD Bali thn 2019 dari pada terpilih, ketika ada kasus bayar pengacara tidak bisa. Terpilih saja susah apalagi tidak terpilih ungkap Teja dengan nada sindir.

Baca Juga :  CINTA LINGKUNGAN: POLRES BULELENG GELAR AKSI BERSIH-BERSIH PURA JAGATNATHA

Ia mengemukukan, membaca kasus DR Somvir diperiksa di Polres Buleleng. “Salah satu bukti politik uang menunjukan politik tak berkualitas ibarat duduk di kursi rongsokan ketika dewan terhormat dipreksa kepolisian malu saya,” ucap Teja.

“Bali metangi tanam porang pun ngak gensi, yang penting hidup di jalan yg benar,” pungkas Teja kembali dengan nada sindiran.

Penulis/Editor: Francelino

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here