1
Sab. Sep 19th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

DEWAN NILAI ANEH ALASAN RE-SCHEDULE PROYEK PASAR BANYUASRI

3 min read

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Kebijakan Kadis PUPR Kabupaten Buleleng I Putu Adipta Ekaputra melakukan re-schedule mega proyek Pasar Tradisional Banyuasri Singaraja, mendapat reaksi keras dari DPRD Buleleng.

Anggota Komisi II DPRD Buleleng, Made Sudiartha, SH, mempertanyakan alasan Dinas PUPR Buleleng melakukan re-schedule proyek bernilai ratusan miliar rupiah itu. “Dengan alasan apa Kepala dinas PUPR Buleleng melakukan re-schedule terhadap proyek Pasar Banyuasri,” tandas Detamu, sapaan akrab Made Sudiartha, SH, kepada media ini di kediamannya di Jalan Gajahmada Singaraja, Minggu (7/6/2020) siang.

Menurut Detamu, tidak ada alasan signifikan bagi Dinas PUPR Buleleng untuk melakukan re-schedule pelaksanaan proyek prestisius Pasar Banyuasri tersebut. “Dilihat dari time schudule di bulan April naik pelaksanaannya, sehingga Dinas PUPR tidak berhak memberikan perpanjangan waktu 4 bulan,” kritik Detamu.

Politisi NasDem itu mengemukakan bahwa pelaksanaan proyek itu berjalan lancar dan bahkan dalam pelaksanaanna malah melewati target per tahap sesuai kontrak kerja.

Diungkapkan Detamu, sebuah proyek diperpanjang waktu pengerjaan kalau kontraktor yang bersangkutan menemui kendala di lapangan yang menyebabkan proyek tersebut tidak berjalan sesuai kontrak kerja. Maka, beber dia, pemilik proyek atau Dinas PUPR Buleleng memberikan teguran berupa surat peringatan (SP) satu hingga SP tiga.

Baca Juga :  INFO DEWAN: BAHAS BANTUAN JPS, KOMISI III DPRD BULELENG HEARING DISSOS dan DPMD

Sementara itu proyek Pasar Banyuasri berjalan lancar dan tidak pernah menemui kendala di lapangan termasuk tidak ada keluhan dari kontraktor. Bahkan Dinas PUPR Buleleng pun belum pernah memberikan SP, tiba-tiba Kadis PUPR Buleleng membuat kebijakan aneh dengan melakukan re-schedule proyek tersebut.

“Kalau mau diperpanjang pengerjaan sebuah proyek, itu ada tahapannya. Sementara kontraktor proyek Pasar Banyuasri tidak pernah membuat masalah dan proyeknya berjalan lancar. Terus apa dasar hukumnya Kadis PUPR melakukan re-schedule?” serang Detamu.

“Karena direksi selama ini tidak pernah diberikan teguran atas keterlambatan proyek Pasar Banyuasri dan rekanan tidak pernah mengajukan permohonan perpanjangan waktu. Lalu apa alasan dilakukan perpanjangan waktu?” sambungnya lagi.

Detamu mempertanyakaan alasan pemotongan dana Rp 56 miliar dari proyek itu untuk penanganan COVID-19 sebagai dalil Kadis PUPR Buleleng melakukan re-schedule proyek Pasar Banyuasri tersebut.

“Disini permasalahannya karena dananya dipotong Rp 56 miliar. Sebenarnya pemotongan itu tidak serta merta dijadikan alasan untuk mereschdule proyek itu. Proyek itu bisa berlanjut sesuai dengan kontra tapi dibayarkan tahun depan atau bisa ditutup dibayarkan sesuai kemajuan fisik. Klau diperpanjang Dinas PUPR harus menyediakan dana tambahan untuk pegawasan,” ungkap Detamu.

Baca Juga :  PDIP BULELENG GELAR FESTIVAL KULINER MAKANAN KHAS BULELENG

Kalau alasan bencana alam karena COVID-19, kata Detamu, situasi gawat itu terjadi di bulan April 2020 lalu tetapi kondisi itu tidak mempengaruhi kelancaran pengerjaan proyek itu. Bahkan bobot pngerjaan malah meningkat dari target. “Dilihat dari time schudule di bulan April naik pelaksanaannya. Terus dimana masalahnya?” kritik Detamu.
Kalau alasan kekurangan tenaga kerja, justru membuat Detamu tertawa. Karena justru saat ini di Buleleng banyak tenaga kerja yang nganggur. Terutama banyak warga Buleleng yang saat ini didihentikan bahkan di-PHK-kan perusahaan karena COVID-19. “Lucu, di Buleleng sekarang saat ini banyak tenaga kerja yang menganggur kok dibilang kekuarangan tenaga kerja,” tandasnya.

Detamu juga kaget dan heran karena baru pertama kali dalam dunia kontraktor justru Dinas PUPR yang mengajukan perpanjangan waktu. Padahal, kata dia, lazimnya kontrator yang mengajukan perpanjangan waktu karena beberapa alasan. “Ini aneh, kok Kepala Dinas yang malah ajukan perpanjangan, seharus kontraktor karena beberapa alasan,” pungkas Detamu.

Bagaimana komentar Kadis PUPR Buleleng? Hingga berita ini ditulis belum ada pernyataan resmi dari Kadis PUPR.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *