1
Rab. Sep 23rd, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

NGERI! DI BULELENG, BAYI BARU LAHIR DIMAKAN BIAWAK

2 min read

GEROKGAK-JARRAKPOSBALI.COM – Sebuah peristiwa mengerikan terjadi di Banjar Dinas Kembang Sari, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali.

Seorang bayi yang baru lahir dan diduga kuat dibuang sang ibu, dimakan seekor biawak di tempat sampah, Minggu (7/6/2020) siang pukul 14.00 wita. Ironisnya, tubuh munggil bayi yang masih berisi darah itu ditariak biawak ke tengah jalan setapak.

Kasubbaghumas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya, SH, menjelaskan bahwa kejadian mengerikan itu pertama kali dilihat oleh Kadek Suwitra. Diceritakan, saat itu Suwitra pulang dari pantai, di tengah jalan sekitar pukul 14.00 wita ia melihat biawak menarik sesuatu benda dari tumpukan sampah di jalan setapak yang ada di Banjar Dinas Kembang Sari Desa Pemuetran.”Karena merasa penasaran langsung mendekati biawak dan terlihat dengan jelas yang ditarik adalah mayat bayi,” jelas Sumarjaya, Minggu (7/6/2020) sore.

Baca Juga :  NEW NORMAL: DI JEMBRANA, GUBERNUR KOSTER AJAK MASYARAKAT DISIPLIN TERAPKAN PROKES

Diceritakan, begitu mengetahui benda yang ditarik biawak itu adalah mayat seorang bayi maka Suwitra pun langsung mengusir biawak sehingga bayi yang ditarik ditingalkan di tempat sampah.

“Merasa bingung Kadek Suwitra menunggu rekan yang juga dari laut bernama Made Musti dan Putu Darmada. Selanjutnya mereka memberitahukan kepada Kelian Banjar Dinas Kembang Sari Desa Pemuteran,” papar Sumarjaya.

Baca Juga :  TNI: DANDIM KUPANG GOWES SAMBIL BAGI-BAGI SEMBAKO KEPADA MASYARAKAT KUPANG BARAT

Kemudian dilakukan pemeriksaan oleh tim medis dari Puskesmas II dokter Yessy. Alhasil, telapak kaki bayi naas itu hilang dan tali pusar masih utuh. “Sedangkan di tempat kejadian perkara ditemukan kain warna ungu berisi bercak darah, kardus bekas dibakar dan pembalut berisi darah,” sambungnya.

Ia menyatakan bahwa kasus penemuan mayat bayi ini masih dilakukan penyelidikan dengan meminta keterangan beberapa saksi yang ada di tempat kejadian perkara.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *