Berita

Terkait Permasalahan di SPBU Tembles, Begini Tanggapan Dinas Terkait

JEMBRANA, jarrakposbali.com ! Permasalahan di SPBU 54.822.01 Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, mendapat perhatian serius dari Dinas Koperindag Kabupaten Jembrana.

Dinas akan lebih mengintensifkan sosialisasi ke sejumlah SPBU yang ada di Jembrana saat dilakukan tera ulang agar pihak SPBU mengetahui secara jelas aturan dan ketentuan yang ada.

Sekretaris Diskoperindag Jembrana I Ketut Antara mengaku prihatin terhadap apa yang dialami pasutri dengan mengajak bayi yang kendaraannya kehabisan BBM di jalan dan tidak dilayani oleh pihak SPBU karena membeli BBM mengunakan jerigen dan botol bekas air minderal.

Menurutnya, jika petugas SPBU tersebut paham aruran atau ketentuan, seharusnya yang bersifat emergensi tersebut dilayani dengan pertimbangan kemanusian, terlebih kejadiannya tengah malam.

Lagi pula menurutnya yang diatur dalam ketentuan atau aturan, pelarangan pembelian BBM mengunakan drum dan jerigen atau dalam bentuk lain adalah BBM bersubsidi, terkecuali ada rekomendasi dari Dinas terkait.

“Tapi kalau BBM jenis Pertamax itu tidak diatur karena itu bukan BBM bersubsisi. Jadi seharusnya pihak SPBU bisa melayani pembelian dengan jerigen, apalagi jumlahnya sedikit,” ujarnya.

Baca Juga :  Salurkan Bantuan sosial bagi pemangku Pura, Bupati Tamba sebut Pura Jagatnatha Segera Di Renovasi
  Jarrak Travel

Karena itu, pihaknya akan mengintensifkan sosialisasi terkait aturan pembelian BBM bersubsidi kepada masing-masing pengelola SPBU, sehingga bisa mengetahui secara jelas dan utuh aturan yang ada.

Sebelumnya, pada Sabtu, 6 Agustus 2022, sekitar pukul 01.20 dini hari, pasangan suami istri dengan mengajak bayi berusia 6 bulan, dari RSU Negara, hendak pulang ke rumahnya di wilayah Kecamatan Mendoyo dengan mengendarai mobil pribadi.

Naas, baru sampai di kawasan persawahan, Tembles, Desa Penyaringan, mobil yang dikendarainya mati karena kehabisan BBM. Kondisi tersebut memakaa pengemudinya membeli BBM ke SPBU Tembles dengan mengunakan jerigen ukuran lima liter. Sayangnya pihak SPBU menolak melayani dengan dalih taat aturan.

Gagal membeli BBM mengunakan jerigen, pengemudi tersebut kemudian balik lagi ke SPBU tersebut untuk membeli BBM dengan menggunakan dua botol bekas air minderal. Namun lagi-lagi usahanya mendapatkan BBM gagal karena pihak petugas SPBU tetap menolak melayani, meskipun alasanya emergensi.

Baca Juga :  Meskipun Vaksin Pertama Sudah Capai 107%, Wagub Cok Ace Sebut Pemprov Bali Tetap Kebut Program Vaksinasi

Gagal membeli BBM di SPBU tersebut, akhirnya pasutri tersebut memutuskan pulang dengan berjakan kaki sambil mengendong bayi. Sementara mobilnya ditinggalkan di pinggir jalan raya Denpasar-Gilimanuk.

Parahnya, dari penelusuran tim Jarrak Media Group terhadap sejumlah pengecer BBM yang ada di wilayah Desa Penyaringan, mereka mengaku membeli BBM menggunakan jerigen di SPBU tersebut untuk dijual kembali. Namun kebanyakan membeli BBM jenis Pertamax dan wajib membayar restribusi atau cuk.(ded)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: