1
Sab. Sep 19th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

PENANGANAN DI POLRES DINILAI MANDEK, KELUARGA KOMANG NS LAPOR KAPOLRI

2 min read

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Tampaknya kesabaran korban dan keluarga korban, Komang NS, 16, warga Kelurahan Kampung Anyar, Singaraja, Bali, sudah habis.

Pasalnya hingga kini penyidik Unit PPA Satresrkim Polres Buleleng selalu mengulur-ulur penanganan kasus eksploitasi anak di bawah umur dalam politik praktis yang diduga kuat dilakukan DR Somvir, anggota DPRD Bali dari NasDem pada kampanye Pemilu serentak 2019 lalu, sehingga membuat keluarga korban Komang NS harus melapor Kapolres Buleleng bersama jajarannya yakni Kasatreskrim, KBO Satreskrim, Kanit PPA bersama penyidik Unit PPA, ke Kapolri.

“Kami akan lapor kepada Bapak Kapolri, karena kasus anak kami tidak jelas penanganannya. Anak saya sudah menderita begini, dan pelaku juga sudah jelas kami sampaikan tetapi, polisi belum tindak tegas,” ucap Made Sudiari, ibu korban Komang NS, Senin (7/9/2020) pagi.

“Bapak-bapak polisi yang berpihak kepada Somvir, semuanya akan kami laporkan ke Kapolri,” tandasnya lagi.

Ia kemudian menceritakan kronologis kasus yang membuat anaknya menjadi korban politik. Diceritkan, periswita yang lebih bernuansa “pembiaran laporan money politik yaitu Subrata & Somvir di Gakumdu Buleleng bulan April 2019” bahwa pihak terlapor mangkir dua kali, tapi tidak dilakukan pemanggilan paksa atau menjadikan DPO terlapor Subrata.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: BUPATI AGUS JANJI BERIKAN SANTUNAN BERAS KEPADA SATGAS GOTONG ROYONG DESA

Tindakan pembiaran yang dilakukan Gakumdu (terdiri atas Bawaslu, polisi dan jaksa) itu dinilai sangat mencederai penegakan hukum.

Diungkapkan Sudiari, ironisnya Tindakan ketidakadilan korban dan keluarga kembali diterima saat hendak melapor ke Polres Buleleng pertengah Juli 2020 lalu. Salah satu penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng malah mengancam pelapor Ketut Adi Gunawan dan kawan-kawan untuk ditahan. Bukan hanya mengancam menahan Adu Guanwan tetapi juga disampaikan dengan bahasa tidak etis saat Adi Gunawan melaporkan DR Somvir melibatkan anak dibawah umur dalam politik yang dilakukan Somvir. “Patut diduga ada upaya perlindungan terhadap terlapor dugaan pelanggaran hukum oleh oknum penegak hukum,” ungkap Sudiari menduga.

Baca Juga :  DUA SISWI SMPN 4 SERIRIT TEWAS DISERUDUK TRUK BOX

Kata dia, dengan jelasnya pelaporan yang secara nyata menyebutkan DRR Somvir dengan kedok Yoga merekrut dan melibatkan anak dibawah umur dalam politik yang dilengkapi brosur Yoga dan alat praga kampanye serta keterangan saksi Ketut Adi Gunawan dan Mangku Artana secara gamblang menyebutkan DR Somvir mengajak anak-anak beryoga, tapi dibelokan untuk kegiatan politik.

“Dengan nyata korban eksploitasi anak dalm politik Komang NS, anak saya, telah mengalami tabrak lari orang tidak dikenal dan mengalami luka disekujur tubuhnya serta didatangi oleh orang berbadan besar berkali-kali serta harus berobat secara teratur untuk bisa pulih kembali keadaannya seperti sedia kala. Karena divonis mengalami gangguan depresi dan cemas oleh Dokter Ahli Jiwa di RSUD Buleleng,” paparnya.

“Tapi terlapor pelaku pelibatan anak dibawah umur dalam politik yaitu Dr Somvir tidak disentuh hukum,” keluhnya.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *