21 Januari 2021

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

DEWA JACK: “ORANG MISKIN LANGSUNG DITANGKAP, TAPI ORANG KAYA DIBIARKAN SAJA”

2 min read

Foto Jarrakposbali.com/Francelino: Massa mendemo Mapolres Buleleng

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Masyarakat Kelurahan Kampung Anyar, Singaraja, Bali, kembali mendatangi Mapolres Buleleng di Jalan Pramuka No 1 Singaraja, Rabu (7/10/2020) siang.

Massa yang dipimpin Dewa Jack dan Karel Bella itu menuntut keadilan kepada Polres Buleleng karena dinilai tidak adil dalam menangani kasus yang terjadi Bumi Panji Sakti itu. Massa menilai bahwa Polres Buleleng sangat diskriminatif dalam penangani kasus-kasus kriminal di Bali Utara itu.

Aksi demo damai itu digelar karena kasus dengan terlapor DR Somvir, anggota DPRD Bali dari NasDem, yang diduga kuat melibatkan anak di bawah umur dalam politik praktis pada Pemilu 2019 lalu itu, tidak ditangani secara serius, bahkan terkesan melindungi terlapor DR Somvir.

“Kami kesini mau minta keadilan. Kalau orang miskin dan orang kecil terkena kasus hanya satu hari saja langsung ditangkap, tetapi kalau orang kaya dibiarkan saja, walaupun bukti sudah cukup,” kritik Dewa Jack di hadapan sejumlah polisi berpakain preman yang menghadang massa di pintu gerbanh selatan Mapolres Buleleng.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: GUBERNUR ANCAM ISOLASI WILAYAH BILA ADA TRANSMISI LOKAL

Pria berbadan hitam gelap itu pun mengutip pernyataan Presiden RI Joko Widodo soal penegakan hukum yang benar dan adil. “Jokowi bilang tegakkan hukum secara adil. Mana penegakkan hukum yang adil dari Polres Buleleng?” kritiknya lagi.

Salah satu koordinator demo, Karel Bella, pun menuntut keadilan. Ia menceritakan, anaknya tersangkut kasus asmara suka-sama-suka, begitu dilaporkan langsung ditangka[, tetap kenapa Somvir sudah lama sekali dilaporkan dan barang bukti sudah banyak tetapi belum ditangkap juga. “Anak saya baru dilapor, langsung ditangkap. Saya minta keadilan,” tandas Karel.

“Ya, kalau orang miskin cepat ditangkap tetap orang kaya tidak ditangkap,” sambung Dewa Jack lagi.

Massa yang membawa beberapa poster itu tidak dikasih masuk ke halaman Mapolres Buleleng. Sejumlah anggota polisi berpakaian preman langsung menghadang massa di pintu gerbang selatan. “Perintah atasan bahwa massa covid ini kalau mau menyampaikan persoalan silahkan perwakilan saja. Tidak boleh ramai-ramai,” ujar seorang anggota polisi berpakaian preman kepada massa.

Baca Juga :  NEW NORMAL: DI BULELENG SEKTOR PASAR AKAN LEBIH DIPERKETAT

Massa disarankan untuk mengirim perwakilan saja untuk bertemu dengan penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng untuk menanyakan kelanjutan kasus Somvir tersebut.

KBO Satreskrim Polres Buleleng Iptu Suseno yang berpakai kemeja putih turut hadir namun Suseno tidak berbicara hanya membisu hingga massa membubarkan diri. Setelh massa bubar baru Suseno berbincang-bincang dengan setengah membisik dengan salah satu anggota polisi yang menerima massa tadi.

Seperti diketahui bahwa DR Somvir dilaporkan Made Sudiari, ibunda Komang NS, korban eksploitasi anak dalam kegiatan politik pada Pemilu 2019 lalu, ke Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng per tanggal 10 Juli 2020 lalu. Sayang hingga saat ini politisi kelahiran India itu belum tersentuh sama sekali. Baru sekali dipanggil Sabtu (3/10/2020) lalu, setelah itu kabar tentang pemanggilan Somvir lenyap bagai ditelan bumi.

Penulis/Editor: Francelino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *