29 November 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

Hendak Kabur ke Lombok, Edy Saputra Dihadiahi Timah Putih oleh Polisi

2 min read

Singaraja, JARRAKPOSBALI.com – Kendati sudah menjadi langanan hotel prodeo, namun tidak membuat I Gede Edy Saputra, 24, kapok. Pria berbadan kurus itu malah kian berani melakukan aksinya setelah keluar dari Lapas Klas IIB Singaraja tahun lalu.

Kendati berpostur krempeng namun Edy Saputra cukup lincah mengelabui polisi usai melakukan aksinya. Akibatnya, Edy Saputra yang dikenal maling spesialis curanmor itu harus dihadiahi timah panas agar mau menyerah.

Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Vicky Tri Haryanto, SH, S.IK, MH, dalam keterangan persnya menjelaskan bahwa pengungkapan kasus curanmor tersebut berawal dari laporan korban l Putu Asrama yang beralamat di Jalan Tukad Sumaga, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, bahwa sepeda motor yang di parkir dengan posisi kontak masih nyantol raib dicuri di halaman rumahnya.

Baca Juga :  PEMBANGUNAN KOLAM WISATA SELFIE PAKISAN DIDUGA BERMASALAH

Diketahui, bahwa sepeda motornya hilang sekitar jam 06.00 Wita pada hari Rabu (21/10/2020) pagi di Banjar Dinas Gandongan Cemara, Desa Tukad Sumaga, Kecamatan Gerokgak.

“Pelaku diduga masuk ke halaman rumah, ketika melihat motor terparkir dengan kunci masih nyantol yang kemudian di bawa kabur,” jelas Kasat Vicky.

Bedasarkan laporan Polisi tanggal 29 Oktober 2020 Team Opsnal Unit l Pidum Satreskrim memburu pelaku dari hasil penyelidikan. Akhirnya berhasil membekuk tersangka Edy Saputra yang juga berasal dari alamat yang sama dengan korban dan BB satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter MX DK-6045-UN.

Baca Juga :  NEW NORMAL: PD PASAR DIMINTA LEBIH INTENS URAI PEDAGANG DI PASAR TRADISIONAL

Menurut keterangan pelaku, dirinya memang benar telah mengambil sepeda motor Yamaha Jupiter MX DK-6045-UN yang parkir di dalam halaman rumah dan kuncinya nyantol. Kemudian membawanya kabur tanpa sepengetahuan pemiliknya .
“Tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP melanggar Pasal 363 ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan pemberatan (curat) pidana penjara paling lama 5 tahun,” pungkas Kasat Viky. (dw)

Sumber Berita : Jarakposbali
Editor : Maleneo
Pewarta : Dewa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *