1
Ming. Sep 20th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

HKTI BALI DUKUNG BUDIDAYA PORANG DI BULELENG

2 min read

Foto Ist: Pertemuan di DPD RI Jakarta

JAKARTA-JARRAKPOSBALI.COM – Usaha budidaya porang di Buleleng, Bali, yang dipelopori CV Indo Porang Bali menarik perhatian HKTI Bali.

Ketua HKTI Bali, Putu Arya Sedhana, menyatakan mendukungan terhadap CV Indo Porang Bali yang selama ini melakukan budidaya porang.

“Mungkin melihat situasi COVID-19 kegiatan lebih banyak ke sektor pertanian .dan budidaya porang saat ini sedang trend sekali banyak pengusaha yang beralih ke petani porang,” demikian kesimpulan dari HKTI juga siap merekomendasikan KUR di Bank BNI dan Bank BRI untuk petani porang, saat bertemu dengan pimpinan CV Indo Porang Bali, Made Teja, S.Sos, di Gedung DPD RI di Jakarta, Minggu (5/7/2020).

Made Teja yang mantan anggota DPRD Buleleng itu merasa senang karena upayanya selama ini mendapat dukungan dari HKTI Bali. “Dengan adanya sikap tegas HKTI Bali, kami pihak CV Indo Porang Bali yang beralamat di Sangket Kelurahan Sukasada, Kabupaten Buleleng, telah menyiapkan tenaga ahli sebagai pendamping petani porang bisa berhasil walaupun mereka sudah petani berpengalaman,” papar Teja lagi.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: AJAK PMI, POLRES BULELENG LAKUKAN PENYEMPROTAN DISINFEKTAN

Tenaga ahli itu perlua, sebtu Teja, karena porang adalah komoditi baru berbeda dengan komoditi lainnya. Diasumsikan bahwa porang memiliki hasil panen dari biji katak buah porang dan dari umbi porang. “Keunggulan porang mudah hidup di ketinggian 100 sampai 700 MPDL dan tanaman porang bisa hidup dengan tanaman lain,” sambungnya.

Apa manfaat porang? Teja menjelaskanbahwa mamfaat porang ekpor ke beberapa negara seperti Cina, Jepang, Australia, dan Korea, sebagai makanan nonkalori juga bahan cismitek , campuran kertas, campuran lem dan lain-lain.
Pertemyan itu dihadiri Budi BMW dari Pacitan sebagai narasumber. Dia adalah petani porang yang sudah lebih dari 30 tahun karena di Nganjuk, Jawa Timur sudah berkembang sejak tahun 1967. “Dan di Jawa Timur saat itu sudah ada pabrik saat itu,” papar Budi didampingi narasumber pembudi daya porang dari Baturiti, Tabanan, Bali, Ir Made Berata.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: LSM GEMA NUSANTARA SUMBANG APD KE RSP GIRI EMAS

Berta memaparkan bahwa tanaman porang tidak menggunakan pupuk kimia kalau mau porang Bali berkualitas dan cara menanam denga jarak 49 cm. “Dalam 1 are berasumsi 400 pohon porang,” paparnya.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *