1
Sab. Sep 19th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

VIRUS CORONA: NEW NORMAL, PASAR DI BULELENG BUKA JAM 05.00 TUTUP JAM 21.00 WITA

3 min read

Foto Jarrakposbali.com/Francelino: Sekkab Gede Suyasa

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM ā€“ Masuki new normal atau tatanan kehidupan era baru seluruh Kabupaten/Kota se- Bali pada Kamis 9 Juli besok, membawa angin segar bagi pedagang maupun pembeli di Kabupaten Buleleng.

Sesuai dengan Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 3355 tahun 2020, tentang protokol tatanan kehidupan era baru yang akan diberlakukan di 14 sektor lokal Bali,

GTPP COVID-19 Kabupaten Buleleng pun langsung merubah sejumlah kebijakan di era COVID-19. Salah satunya adalah merubah jadwal atau jam operasional pasar dan toko modern di Bumi Panji Sakti itu.

Memasuk era new normal jam operasional pasar dan toko modern di Buleleng kini dibuka lebih awal yakni pukul 05.00 wita dan tutup pukul 21.00 wita. Sebelumnya pasar dibuka pukul 06.00 wita dan tutup pukul 18.00 wita.

ā€œSesuai dengan arahan Bupati Buleleng yang juga selaku Ketua GTPP COVID-19 Buleleng, akan merubah pemberlakuan jam buka tutup kegiatan perdagangan di toko-toko modern dan toko konvensional, pasar, pedagang klontong, warung dan pedagang kaki lima yang semula buka dan tutup pada pukul 06.00 Wita sampAi pukul 18.00 Wita, mulai Kamis 9 Juli 2020 diubah menjadi buka dan tutup dari pukul 05.00 Wita sampai dengan 21.00 Wita,ā€ ungkap Sekretaris GTPP COVID-19 Buleleng, Drs Gede Suyasa, M.Pd, saat jumpa pers update perkembangan penanganan COVID-19 dengan para awak media yang ada di kabupaten Buleleng dilaksanakan secara virtual, Rabu (8/7/2020) Siang.

Suyasa mengatakan sesuai dengan SE Gubernur apabila pasar menunjukkan gejala sebagai klaster penularan COVID-19, maka dilakukan penutupan sementara serta seluruh pedagangnya harus dilakukan rapid test massal, tetapi Kabupaten Buleleng untuk saat ini selain pasar bondalem belum ada pasar yang menunjukkan penomena baru penularan COVID-19.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: LAGI 2 SEMBUH, TINGKAT KESEMBUHAN DI BULEENG CAPAI 91,6 PERSEN

“Karena tidak ada penomena ini kita meyakinkan diri serta men-declare, bahwa pasar itu tidak ada gejala penularan, maka kita melakukan rapid test sampling,” ujarnya.

Sebelumnya hasil sampling yang dilakukan pada beberapa pasar di kabupaten buleleng sudah dilaporkan ke GTPP Provinsi Bali, dengan demikian GTPP Provinsi Bali memberikan apresiasi yang sangat positif. Karena didalam SE Gubernur tertuang hanya pasar yang telah menjadi klaster penularan COVID-19 harus dilakukan rapid test. Tetapi di Buleleng sendiri pasar yang tidak menjadi klaster penularan COVID-19 tetap dilakukan rapid test sampling guna meyakinkan bahwa pasar tidak menjadi pusat penularan COVID-19.

“Tentu caranya adalah dengan sample, tidak dengan malakukan rapid test populasi atau massal keseluruhan pedagang,” ungkap Suyasa.

Selain bidang perdagangan, Suyasa menyebutkan pada bidang pariwisata juga akan dibuka untuk umum khususnya lokal bali, dalam artian yang akan berkunjung ke daerah tujuan wisata (DTW) yang terdapat di Kabupaten Buleleng merupakan orang lokal bali termasuk WNA yang sudah menetap di Bali, pemberlakuan ini nantinya akan terus di evaluasi sampai tanggal 31 Juli dan apabila kondisi terus membaik serta tidak terjadi penularan secara masif akibat pembukaan yang bersifat lokal maka akan dibuka secara lebih luas bersifat domestik. Dengan demikian baik pemangku kepentingan maupun masyarakat harus saling bahu-membahu dalam rangka membuka tatanan kehidupan era baru.

Baca Juga :  KAPOLDA BALI LEPAS 6.426 PESERTA EVENT BBMVER 2020 DI SANUR

“Dari sisi data yang dipaparkan oleh Bapak Gubernur Bali, bahwa Buleleng dan Jembrana masuk dalam zona hijau,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris GTPP Covid-19 Buleleng yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng menyampaikan update untuk perkembangan penanganan COVID-19 di Buleleng sampai saat ini terdapat kasus terkonfirmasi positif secara kumulatif di Buleleng sebanyak 104 orang, dan sembuh secara kumulatif sebanyak 90 orang, dalam perawatan sebanyak 13 orang serta satu orang di rujuk ke Denpasar. Adapun Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) negatif secara kumulatif sebanyak 23 orang, PDP terkonfirmasi 7 orang dan PDP yang dirawat sebanyak 2 orang.

sedangkan Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara kumulatif berjumlah 124 orang, ODP yang masih di pantau sebanyak 1 orang, selesai masa pantau 113 orang serta ODP terkonfirmasi 10 orang. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) secara kumulatif berjumlah 2.008 orang, OTG selesai masa pantau sebanyak 1.724 orang, sedangkan OTG yang masih karantina mandiri sebanyak 194 orang, sedangkan yang dirawat di RS Pratama Giri Emas (RSP GIMAS) terdapat 3 orang, serta OTG terkonfirmasi sebanyak 87 orang.

Selain itu juga pemantauan terus dilakukan kepada pelaku perjalanan daerah terjangkit dan daerah transmisi lokal (tanpa gejala). Secara kumulatif berjumlah 4.122 orang dengan rincian 4.094 orang diantaranya sudah selesai masa pantau selama 14 hari, dan sisa yang masih dipantau sebanyak 28 orang terdiri dari pekerja kapal pesiar berjumlah 25 orang, TKI lainnya 2 orang, pulang dari luar negeri ada 1 orang.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *