1
Ming. Sep 27th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

PASANG BENDERA, TERSENGAT LISTRIK, TUBUH MELEPUH

2 min read

TABANAN-JARRAKPOSBALI.COM – Rasa cinta NKRI warga Indonesia dalam menyambut hari Kerdekaan RI ke-75 ini diekspresikan dengan berbagai kegiatan meskipun kini masih dalam suasana Pandemi COVID-19.

Salah satunya dengan memasang bendera Merah Putih yang berukuran jumbo. Namun ekspresi cinta NKRI tersebut membawa nasib naas bagi I Made Subaga Yasa, 50, warga Banjar Pangkung Tibah, Desa Pangkung Tibah,Kecamatan Kediri,Tabanan, Bali, bersama anak buahnya yang akrab dipanggil Lepis,24.

Tragedi itu terjadi saat memasang bendera Merah Putih yang berukuran besar dengan ketinggian tiang besi sekitar 10 meter, menyenggol kabel listrik PLN.

Peristiwa tersebut terjadi Jumat (7/8/2020) petang pukul 7.15 Wita.

Ceritanya, saat itu I Made Subaga Yasa yang mempunyai usaha Landscape mengajak Lepis dan menantunya memasang bendera merah putih berukuran besar tersebut di tepi jalan depan lahan usaha landscapenya di Banjar Langudu,Kediri yang kebetulan ada jaringan kabel induk PLN.

Baca Juga :  #1 GUBERNUR KOSTER-WAGUB COK ACE SAMPAIKAN LAPORAN DUA TAHUN CAPAIAN KINERJA MEMIMPIN BALI

Begitu posisi tiang bendera yang cukup berat dan tinggi tersebut berdiri,tanpa sengaja menyentuh kabel induk PLN hingga menimbulkan suara ledakan dan percikan api besar.

Pada saat bersamaan Subaga dan Lepis terpental cukup jauh dengan kondisi sebagian kulit tubuh melepuh dan menghitam,sementara menantunya berhasil selamat.

Salah seorang tetangga yang ikut menolong mengatakan bahwa korban saat dinaikkan ke mobil masih dalam keadaan sadar dan merintih.

“Saya sempat ikut mengangkat korban ke mobil dan ngeri melikat kondisi kulitnya yang hangus menghitam.Awalnya saya kira karena kecelakaan lalu lintas,tapi setelah memperhatikan kondisinya yang tebakar dan cerita dari warga saya baru tahu bahwa mereka terkena setrum listrik.Mereka berdua masih sadar dan terus merintih dan langsung dilarikan ke rumah sakit.” ungkap warga setempat yang tidak mau ditulis namanya.

Baca Juga :  KORUPSI: BURONAN DJOKO TJANDRA MENDARAT DI BANDARA HALIM PK

Informasi yang diperoleh media
Sabtu (8/8/2020) pagi dari tetangga korban yang akrab di panggil Bu Lilis,kedua korban sempat dibawa ke RS Kasih Ibu Tabanan,namun karena kondisi luka bakarnya parah,akhirnya malam itu langsung dirujuk ke RS Sanglah untuk mendapatkan penanganan yang intensif.

Penulis: Beratayasa
Editor: Francelino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *