21 Januari 2021

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

KATAIN JRO MANGKU HANYA NGINTIP SEDEKAH VIA FB, PERBEKEL TAMBLANG JADI TERSANGKA

2 min read

Foto Ist: Perbekel Tamblang Made Diarsa jadi tersangka

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Buntut saling hujat di akun Facebook, antara Perbekel Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, Made Diarsa, SE, 51, versus Pemangku Dadia Paibon Tangkas Kori Agung, Desa Tamblang, Jro Mangku Ketut Arsadia, 33, kini ditingkatkan statusnya.

Perbekel Made Diarsa, SE< sebagai terlapor oleh rivalnya Jro Mangku Ketut Arsadia, sejak Kamis (8/10/2020) siang statusnya berubah menjadi tersangka. Stattus tersangkat disematkan kepada Perbekel Diarsa setelah Satreskrim Polres menggelar perkara Kamis siang tadi. Perbekel Diarsa dinilai terbukti menghina derajat martabat seorang pemangku hingga berujung pada laporan polisi Polres Buleleng dalam surat tanda penerimaan laporan (STPL) Nomor: SPTL/III/IX/2020/BALI/ RES BLL. Bahkan, Perbekel Diarsa terancam jadi tersangka setelah dijerat melanggar UU ITE.

Baca Juga :  DIDUGA DIBACK-UP APARAT PENEGAK HUKUM, DANDIM YANG SERGAP PELAKU ILEGAL LOGING
Dalam kolom komentar Facebook yang diposting tertanggal 12 Agustus 2020 pukul 14.00 Wita. Made Diarsana menulis “Pangeran Tangkas Kori Agung, baju geruh putih keneh caine tro taen mledek, mk ngintipin sesari”, “Pangeran boi, dewa ratu”, dan beberapa cuitan lagi. Dalam terjemahan bahasa Indonesia memiliki arti ,” Pangeran Tangkas Kori Agung baju saja putih pikiran kamu tidak pernah bagus, hanya ngintip sedekah, dijawab Pangeran Tangkas Kori Agung “Ya tuhan” Pangeran Tangkas Kori Agung dengan pemilik akun asli Jro Mangku Ketut Arsadia tak terima dengan komentar dari Perbekel Tamblang Made Diara. Karena diduga melecehkan harkat dan martabat dirinya sebagai seorang pemangku.
Baca Juga :  PARIWISATA: BALI, THE BEST TOURISM DESTINATION OF THE WORLD, VERSI TRIPADVISOR
Made Diarsa diduga melakukan pelanggaran Pasal 28 ayat (2) dan/atau Pasal 27 ayat (3) Uu Informasi dan Teknologi Elektronik (UU ITE) mengenai ujaran kebencian dan pencemaran nama baik. Dalam pasal 2 KUHP Made Diarsa diancaman 4 tahun kurungan penjara atau 6 tahun. Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Vicky Tri Harianto dikonfirmasi wartawan Kamis (8/10/2020) pukul 11.30 wita usai gelar perkara membenarkan Perbekel Tamblang Kecamatan Kubutambahan ditetapkan sebagai tersangka. "Ya benar setelah berbagai proses kita lakukan hari ini ditetapkan sebagai tersangka," ungkap Kasatreskrim Vicky. Penulis/Editor: Francelino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *