1 KETUA BUMDES SAMBANGAN GEDE FERIAWAN MUNDUR, DIDUGA GELAPKAN UANG BUMDES - Jarrak Pos Bali
29 Oktober 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

KETUA BUMDES SAMBANGAN GEDE FERIAWAN MUNDUR, DIDUGA GELAPKAN UANG BUMDES

3 min read

SAMBANGAN-JARRAKPOSBALI.COM – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, guncang. Ini lantaran Gede Feriawan, 30, tiba-tiba mundur dari jabatan empuk Ketua BUMDes Sambangan.

Hasil investigasi media ini menyebutkanbahwa Feri – sapaan akrab Gede Feriawan – mundur dari jabatan empuk Ketua BUMDes Sambangan pertanggal 30 Agustus 2020. Kabar tidak sedap pun berhembus keras seiring pengunduran diri Feri.

Ia dikabarkan menggelapkan uang BUMDes Sambangan sekitar Rp 250 juta. Bukan hanya Feri sebagai Ketua BUMDes yang menggelapkan uang badan usaha itu tetapi juga seorang staf BUMDes juga menggunakan uang badan usaha tersebut secara illegal.

Isu lain menyebutkan bahwa akibat manajemen keuangan BUMDes Sambangan di bawah kepimpinan Feri yang tidak sehat menyebabkan dua bulan lebih warga Desa Sambangan harus bergiliran mendapatkan air bersih.

Dugaan miring kian kuat lantaran saat terjadinya krisis air bersih malah Ketua BUMDes Feri malah mundur dari jabatan itu per 30 Agustus 2020..

Benarkah? Fery yang ditemui media ini di kediamannya di Sambangan, Selasa (6/10/2020) siang malah tertawa saat dikonfitmasi bahwa ia diisukan menggelapkan uang BUMDes sebanyak Rp 250 juta.

Feri secara gentle mengakui bahwa ia menggunakan uang BUMDes saat ibunya sakit. Namun jumlahnya tidak sefantastis itu. Kata dia, dirinya Cuma menggunakan uang BUMDes Rp 24 juta. “Wah, kalau Rp 250 juta si saya bisa beli mobil, haaaa… Saya terbuka saja bahwa memang benar saya pakai uang BUMDes saat ibu saya sakit opname di RS. Jumlahnya Rp 24 juta, tidak sampai ratusan juta lah,” ungkap Feri.

Baca Juga :  BULAN BAHASA BALI: MASYARAKAT WAJIB LESTARIKAN BAHASA BALI

Feri mengaku, dia sebelum mundur dair jabatannya, dia sudah melakukan pertangungjawab terhadap hasil kerjanya termasuk pertanggungjawaban keuangan BUMDes yang dipakai itu. “Pertanggungjawaban saya diterima dan memang ada tunggakan saya sebesar Rp 24 juta. Saya minta waktu maksimal satu tahun untuk mengembalikannya,” paparnya.

Fery membantah bila krisis air bersih yang melanda Sambangan itu karena pengelolaan yang kacau. Dia berdalih, kekeringan itu karena alam karena debit air yang berkurang di setiap musim panas seperti bulan-bulan seperti saat ini.

Kemudian, media ini cross check informasi ke Perbekel Sambangan Nyoman Sudarsana yang lazim dipanggil Gading, serta Plt Ketua BUMDes Sambangan Kadek Merta Yudana.

Ditemui secara bersama-sama di ruang kerja Perbekel Sudarsana, Rabu (7/10/2020) siang, Plt Ketua BUMDes Kadek Merta Yuda mengakui bahwa kini terjadi krisis air bersih di Desa Sambangan. Namun setelah dirinya ambil alih manajemen BUMDes terus berupaya mengatasi kriris air itu dengan kemampuan yang ada.

”Saat ini kami mengalami kendala di debit yang semula ada 7 liter perdetik menjadi 3 liter untuk 1.096 konsumen yang ada di tiga titik. Solusinya ada sodetan dari Tukad Banyumala itu yang digunakan untuk mensuplay konsumen sehingga proses itu menjadi giliran masyarakat mendapat air bersih,” jelas Kadek Merta.

Baca Juga :  NEW NORMAL: PEMULIHAN EKONOMI-KESEHATAN PENTING DALAM KEHIDUPAN ERA BARU

Dipaparkannya, di tahun 2021 mendatang rencananya akan diusulkan anggaran agar bisa mengambil air bersih di Desa Wanagiri yang nantinya bekerjasama dengan BKSAD dan 4 desa terdekat. “Kami sudah koordinasi dengan pak kades karena dana yang akan dianggarkan mencapai Rp 1,8 miliat maka nantinya akan secara bertahap dengan mengacu pada Pamsimas karena dari sumber di Wanagiri sampai dusun Babakan mencapai 11 km,” kata Kadek Yudana.

Kini 1.096 konsumen menjerit dan bergiliran mendapatkan air bersih dari instalasi pasalnya debit /sumber air yang ada di hutan selatan mulai menurun disamping itu isntalasi / saluran pipa sedang dalam perbaikan.

BUMDes Sambangan yang bergerak di bidang pariwisata dan pengelolaan air bersih kini hanya mengelola keuangan kas Rp 84 juta termasuk dana yang digunakan Gede Fery, Rp15 juta kas yang dipegang kini amblas juga pasalnya digunakan untuk perbaikan instalasi demi kebutuhan air bersih masyarakat Sambangan.

Sementara Kades Sambangan Nyoman Sudarsana menjelaskan bahwa memeang Feria da tunggakan di BUMDes tetapi tidak sebesar Rp 250 juta yang diisukan di masyarakat. “Untuk Fery kemarin telah mengakui menggunakan uang BUMDes untuk biaya ibunya sakit dan itu siap nantinya di kembalikan lagi dalam waktu dekat dengan membuat pernyataan,”ujar Sudarsana.

Penulis/Editor: Francelino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *