1
Connect with us

Gaya Hidup

Jessica Iskandar Melakukan Olahraga “Pool Dance”

Published

on

JARRAKPOSBALI.com – Ada-ada saja Tingkah Artis Muda Jessca Iskandar atau yg biasa di sapa “JEDDAR”.
Jesica Iskandar unggah video lakukan olahraga pool dance. Tunjukkan gerakan seksi menantang dengan tiang. Istri Richard Kyle mengaku perdana mencoba langsung punya bakat terpendam dengan tiang.

“Kalau aku pengen menantang diri, pool dance susah butuh keseimbangan, kerja keras dan konsentrasi tinggi. Jadi ketika aku bisa melakukannya. Aku merasa senang dan pengen menantang diri. Kayaknya aku bakat terpendam dengan sebuah tiang. Aku kira ga bisa, ternyata pemanasan, coba gerakan paling simpel, langsung bisa, coba gaya terbalik, coba dulu diajarin stepnya ternyata bisa,” ujar Jessica Iskandar ditemui di Mampang, Jakarta Selatan, pada Kamis (7/11).

Baca Juga :  BELAJAR PEMBANGUNAN MENYELURUH DARI NEGERI TIRAI BAMBU

Walau terlihat seksi ketika melakukan gerakan pool dance , namun Jedar merasakan mual dan nyaris muntah karena atraksi jungkir balik.

Langsung lentur lakukan gerakan dengan tiang, benarkah Jedar hendak tepiskan anggapan bahwa pool dance lekat dengan hal-hal yang berbau negatif?

“Aku ga ada kepikiran ke situ, pasti mikirnya begitu karena ga tau, ini olahraga, ditambah gestur seksi tapi sebenarnya olahraga, Pengen lebih lentur badannya, ga ada yang ngajak, kemauan sendiri. Kebanyakan positif tanggapannya aku langsung bisa gerakannya dan dibilang punya body goals, banyak yang puji. Kemungkinan cedera pasti ada, kalau ga seimbang dan capek banget olahraga ini,” pungkas Jedar.

Baca Juga :  Solusi Problematika lelang Tanah

Jarrakposbali.com/Gede

Editor : Uta

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

TOKOH: GUS JABE, PENGUSAHA MUDA YANG JUGA AKTIVIS LSM JARRAK

Published

on

By

AMLAPURA.JARRAKPOSBALI.COM – PENAMPILAN santai nan bersahabat, dan murah senyum. Ia akarab dengan siapa saja karena lugas dam luwes dalamn pergaulannya. Dialah tokoh muda Karangasem, I Putu Agus Adiyasa.

Buah kasih I Nengah Seniyasa dan Ni Wayan Redani, yang lahir 7 Feberuari 1996 itu benar-benar “produk lokal” Karangsem yang sukses. Pendidikannya dimulai SD N 3 Sangkan Gunung, melanjutkan pendidikan di SMP N 1 Selat hingga SMA N 2 Semarapura. “Pendidikan tinggi saya lanjutkan di salah satu perguruan tinggi swasta di Bali dengan mengambil Prodi Kewirausahaan,” ujarnya memulai kisah hidupnya.

Dengan latar belakang pendidikan tinggi seperti itu, I Putu Agus Adiyasa yang akrab disapa Gus Jabe, merupakan sulung dari dua bersaudara (adiknya bernama Ni Kadek Oca Yuliantari) dan masa kecilnya dilalui di Banjar Mijil bersama keluarga itu, mencoba merintis usaha.

Ya, Gus Jabe, adalah pengusaha muda yang memiliki dua perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi dan usaha (pabrik) kopi. “Pada pertengahan tahun 2019 saya mencoba menciptakan sebuah produk Kopi Salak Bali hasil pemanfaatan olahan dari biji salak Karangasem yang sampai saat ini sedang dikembangkan,” cerita Gus Jabe.

Baca Juga :  Solusi Problematika lelang Tanah

Apalagi usahanya? “Dan juga saat ini tahun 2020 saya sedang merintis sebuah perusahaan CV Bali Ananta Dwipa yang bergerak dalam bidang jasa kontruksi bangunan,” jawabnya sambil tersenyum.

Ternyata Gus Jabe adalah seorang aktivis sejati. Pria berkumis tipis itu juga bergerak di sejumlah organisasi sosial kemasyarakatan. “Saya juga aktif di berbagai organisasi. Pada tahun 2018 saya merintis komunitas Generasi Pejoeang Muda Bali yang bergerak dalam sosial kemasyarakatan, memimpin kegiatan-kegiatan aksi sosial seperti, donor darah, gotong royong atau ngayah di Pura Besakih, serta santunan kepada warga lansia,” cerita Gus Jabe

Baca Juga :  TOKOH: GUS JABE, PENGUSAHA MUDA YANG JUGA AKTIVIS LSM JARRAK

Ia juga sering terlibat dalam sejumlah aksi demo di Denpasar di antaranya memimpin demo di lapangan Banjra Sandi, Renon, Denpasar dalam menyatakan dukungan kepada POLRI untuk menciptakan pemilu damai 2019. “Akhir tahun 2018 saya memimpin demo di lapangan Banjra Sandi, Renon, Denpasar dalam menyatakan dukungan kepada POLRI untuk menciptakan pemilu damai 2019,” kisahnya lagi.

Berkat berbagai aktivitas sosial-kemanusiaan yang digeluti akhirnya Gus Jabe diberi kepercayaan memimpin LSM JARRAK di Bumi Lahar itu. Ia ditunjuk sebagai Ketua BPD LSM JARRAK Kabupaten Karangasem.

“Sehingga dengan mandat dan kepercayaan yang diberikan kepada saya sebagai ketua BPD LSM JARRAK Kabupaten Karangasem saya mampu mengawasi dengan kritis tentang pembangunan, institusi dan sebagainya yang ada di daerah Karangasem,” ucap Gus Jabe.

Selamat bung, kontribusimu sangat dibutuhkan demi kemajuan Kabupaten Karangasem!

Penulis: Francelino
Editor: Jering Buleleng

Continue Reading

Berita

BELAJAR PEMBANGUNAN MENYELURUH DARI NEGERI TIRAI BAMBU

Published

on

By

JARRAKPOS – Sepuluh hari menyelusuri China, penulis tak henti merasakan dentunan semangat perubahan dan spirit pembangunan. Bersamaan dengan itu semakin jelas terasa betapa waktu terus melesat pesat dan China mampu mengimbangi laju cepat waktu dengan aneka pembangunan di semua lini kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Dua puluh tahun lalu ketika pertama kali mengunjungi negeri Tirai Bambu ini, masih mudah menemukan ladang-ladang terbekengkalai ditumbuhi ilalang lebat dan juga wajah-wajah letih banyak orang di pedesaan, seakan hendak menyerah pada putaran waktu.

Semua itu hampir tak terlihat lagi bersamaan dengan munculnya kota-kota baru modern yang tertata rapi, masyarakat yang tertib dan antusias mengarungi hidup.

Derap pembangunan terasa di mana-mana, tapi masyarakat China bukan menjadi objek industrialisasi melainkan subjek pembangunan yang meluhurkan kebudayaan manusia. Terlihat jelas memang geliat pertumbuhan idustri, pabrik-pabrik raksasa, kesibukan di pusat-pusat binis, tapi semangat pengembangan budaya, kegiatan seni dan berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan tak kalah menggeliat.

Rombongan para seniman Bali yang mendapat kesempatan istimewa dan sambutan hangat dalam lawatan selama 10 hari ke 3 provinsi di China, segera paham bahwa kemajuan yang ditorehkan China hari ini dicapai dengan memberi perhatian serius pada semua segi kehidupan masyarakat.

Pemerintah tidak hanya memacu pembangunan ekonomi dan politik, tetapi juga memberikan perhatian serius pada pengembangan budaya, seni dan berbagai aspek-aspek sosial masyarakat.
Selain menikmati kota yang tertata rapi, rombongan kami juga disuguhi perhelatan seni-budaya yang memukau. Gedung-gedung bekas pabrik mereka sulap menjadi working space bagi para seniman; menjadi tempat pertunjukan karya seni dan berbagai kegiatan budaya lainnya.

Pemerintah China tidak hanya memacu pembangunan pabrik-pabrik dan pusat bisnis tetapi juga membangun pusat-pusat pengembangan seni budaya dan memfasilitasi warganya secara serius untuk mengembangkan kreatifitas kesenian. Dengan cara itulah masyarakat diyakinkan bahwa mereka adalah subjek pembangunan sehingga semua orang berlomba untuk berpartisipasi aktif di dalamnya.

Elemen terakhir ini sering dilupakan banyak pemimpin dunia, termasuk di Indonesia yang lebih menekankan segi-segi pembangunan ekonomi dan kurang memberi perhatian pada pengembangan budaya dan kehidupan sosial masyarakat sehingga terasa menjadi pembangunan berat sebelah.

Soliditas dan Stabilitas Nasional
Pemerintah China sepertinya benar-benar menyadari kekayaan kultural masyarakatnya sebagai bagian penting dalam pembangunan sebagaimana telah terbukti melalui sejarah berabad-abad. Seperti kita tahu melalui berbagai literatur sejarah, China sejak milenia yang lampau dikenal sebagai salah satu penyumbang terbesar kemajuan perabadaban dunia di samping India, Yunani dan beberapa negara Eropa lain.

Maka bukan hanya hari ini China menjadi pusat pemberitaan dunia karena sepak terjangnya. Kemampuan pemerintah China untuk merebut hati masyarakat melalui jalan kebudayaan menjadi landasan soliditas dan stabilitas nasional. Dengan begitu mereka tidak gentar menghadapi negara manapun dalam persaingan pembangunan.

Dengan penduduk lebih dari 1,3 miliar jiwa dan memiliki wilayah terluas di dunia setelah Rusia, China tiada henti melakukan progresivitas di bidang politik, ekpansi ekonomi dan pengaruh dari progresivitas China di dunia telah mengancam secara serius posisi Amerika sebagai penguasa tunggal geopolitik dunia selama hampir satu abad terakhir.

Baca Juga :  Solusi Problematika lelang Tanah

Perang dagang Amerika-China yang hampir tiap hari menghiasi pemberitaan akhir-akhir ini adalah cerminan pergeseran kekuatan geopolitik tersebut. China tak gentar menantang raksasa Amerika karena di dalam negerinya sendiri mereka telah kuat, solid dan stabil.

Lihatlah bagaimana masyarakat China bereaksi atas kesemena-menaan Amerika terhadap Huawei. Mereka ramai-ramai membeli produk Huawei dan mengucilkan produk-produk Amerika. Akhirnya perusahaan teknologi Amerika seperti Apple yang merasakan kerugian paling besar dari sanksi terhadap Huawei.

Soliditas dalam negeri dari sisi ekonomi, sosial dan politik membuat China juga berperan signifikan dalam pembangunan ekonomi di berbagai negara di dunia seperti Vietnam, Indonesia, bahkan hingga Afrika. Peran global ini, sekali lagi, merupakan ancaman serius terhadap dominasi Amerika. Reaksi panik Amerika sesungguhnya adalah bentuk pengakuan diam-diam bahwa China tak lagi bisa diremehkan.

Akselerasi Pembangunan Menyeluruh
Sorotan terhadap geliat pembangunan infratruktur dan industri berbasis teknologi telah banyak kita simak dalam berbagai reportase media. Tapi hanya sedikit media internasional yang mampu dengan tepat menggambarkan bahwa akselerasi pembangunan China bersifat menyeluruh, bukan hanya di bidang infratruktur, industri dan teknologi.

Semua bidang kehidupan seperti menjadi skala prioritas, dari mulai kehidupan yang remeh-temeh seperti pola hidup bersih, disiplin, pendidikan yang jelas dan tegas, kepatuhan kepada peraturan dan hukum, sampai kepada pembangunan dalam skala besar seperti pembangunan infrastruktur hingga yang paling fenomenal ialah impian China membuat ‘matahari buatan’.

Dari beberapa studi yang penulis dapatkan di China, program-program pembangunan di China didesain secara teristegrasi, konsisten dengan target yang jelas dan terukur. Perhatian pada program kecil yang dijalankan dengan serius terlihat dalam program yang ditujukan untuk mengatasi secara langsung kesulitan riil masyarakat. Misalnya, pada tahun 1984 dicanangkan program “Makan untuk Kerja” di mana bahan makanan disediakan gratis dan pemerintah daerah diminta membayar bahan untuk makanan tersebut.

Program ini dijalankan secara konsisten, diawasi secara serius hingga benar-benar melahirkan masyarakat yang sehat dan kuat. Begitu juga jalan-jalan di desa miskin selekasnya dibangun demi melancarkan sirkulasi perekonomian desa.

Bagi China, pemberdayaan di segala lini kehidupan masyarakatnya harus dibereskan terlebih dahulu dan semua itu dijalankan tanpa kebisingan politik atau kenyinyiran publik. Hal ini dimungkinakan karena pemerintah China juga begitu tegas dalam mewujudkan hukum tanpa pandang bulu. Itu sebabnya para pejabat tinggi maupun rendah di China tak lagi bisa main-main, apalagi mau bertindak korupsi, menerima suap atau menggelapkan anggaran. Karena regu tembak di alun-alun siap diletuskan dengan disaksikan masyarakat dan sanak famili koruptor.

Tersedianya fasilitas pendidikan yang baik, perumahan, penghasilan yang lebih dari memadai, menjadi bagian yang mengubah pola perilaku masyarakatnya. Mereka menjadi taat untuk menjaga kehidupan bersama dalam bidang ketertiban, keteraturan, kebersihan, terbangunnya adab dan relasi sosial yang baik. Karena mereka tahu, peraturan hukum berlaku pasti!

Penghormatan Kultural

Rombongan kami mendapat kesempatan untuk melihat dari dekat bagaimana beberapa kota di China seperti Nanchang, Yangzhou dan Xichuan memperlihatkan wujud akselerasi pemerintahan pembangunan China di tiga kota itu tanpa menghilangkan jejak-jejak kultural dan historisnya. Dengan representasi tiga kota yang kami kunjungi sudah sangat mewakili bagaimana China dengan cepat mewujudkan cita-citanya sebagai negara yang diperhitungkan di dunia.

Baca Juga :  BELAJAR PEMBANGUNAN MENYELURUH DARI NEGERI TIRAI BAMBU

Lihatlah Nanchang! Kota ini benar-benar mewakili yang kita sebut sebagai ‘metropolitan’. Gedung-gedung yang menjulang sebagai pusat perekonomian dengan manajemen modern, kesibukan para pelaku bisnis, jalan yang sarat kendaraan namun tertib. Selain gedung-gedung menjulang bagi perkantoran, Nanchang nampak bukan kota besar yang kering dan menjemukan, karena selain sebagai pusat bisnis, Nanchang juga dilengkapi dengan destinasi yang sarat hiburan. Pusat-pusat perbelanjaan yang modern, gedung fashion show, pelabuhan yang bersih dan kehidupan moden di tepinya serta pusat-pusat kuliner di mana-mana.

Meski Nanchang adalah kota besar modern, namun jangan lupa masyarakat di kota ini tetap merawat bangunan-bangunan tua berusia ratusan tahun. Sebagaimana diketahui, ratusan kota-kota di China memiliki bangunan-bangunan tua berusia ratusan tahun. Pemerintah dan masyarakat menjaga dan merawatnya dengan penuh tanggung jawab. Selain karena peninggalan leluhur (China sangat menghormati leluhurnya! Mereka bersembahyang terutama untuk leluhur), kini mereka dapat merasakan manfaatnya dalam bidang turisme.

Kami bahkan sempat menginap di salah satu bangunan tua di YangZhou dan merasakan aura kebudayaan lama (klasik) lewat perabotan-perabotan dan aksesori yang dipertahankan sedemikian rupa menyerupai aslinya sejak ratusan tahun lalu. China tampak mengejar modernitas tanpa tercerabut dari akar budaya dan sejarahnya.

Di dalam modernitas sebuah kota di China, kehadiran budaya tua mereka seperti bangunan-bangunan kuno, adat dan kebiasaan, tetap hadir menjadi representasi karakteristik mereka sebagai orang China yang memiliki kebudayaan tua sejak masa prasejarah. China nampaknya sadar betul ‘kekayaan sejarah’ sebagai entitas dan akar yang mempunyai kejayaan di masa lalu. Itu sebabnya, meski China telah menjadi negara yang kini sejajar dan memiliki kepercayaan diri dalam percaturan politik dan ekonomi dunia, namun mereka juga dengan penuh percaya diri mengedepankan identitas asli sebagai bangsa dengan supremasi masa lalu dan hari ini.

Ketika kami berada di Yangzhou, terlihat betapa kehidupan industri dan budaya berlangsung berdampingan saling melengkapi. Di sini, kami melihat segalanya serba besar dan luas; museum, bekas-bekas peninggalan pabrik, bangunan-bangunan pengerjaan keramik yang serba luas, jalan-jalan yang lebar, bersih dan rapi. Kota-kota di hampir seluruh China memang merepresentasikan karakter ini.

 

Saat mengunjungi Yangzhou Culture & Art Center, kami sangat takjub dengan bangunannya yang sangat arsitektural modern. Dalam kompleks ini ada bangunan museum (museum seni, keramik dan pengerjaannya), gedung conser, perpustakaan dan taman yang indah. Di dalam setiap bangunan gedung segalanya ditata sedemikian rupa; koleksi yang memiliki penjelasan, pencahayaan yang bagus, jarak pandang antara mata dan obyek museum, semua diperhitungkan dengan cermat. Lebih dari itu, segala yang menyangkut permuseuman, perangkatnya, manajemennya, interiornya, sangat memenuhi standar sebagaimana layaknya sebuah museum modern. Yangzhou Culture & Art Center benar-benar merepresentasikan keberadaannya sebagai pusat kebudayaan dan seni.

Oleh : Putu Suasta, Alumnus Fisipol UGM dan Cornell University

 

Jarrakposbali.com/Gede

Editor : Uta

Continue Reading

Berita

Solusi Problematika lelang Tanah

Published

on

By

BatubulanJARRAKPOSBALI./i gede putu Sudiarta

Problematika status lelang terhadap tanah yang terdapat Pura didalamnya yakni Pura Bukit Gegelang di Kec. Tembuku Bangli, mendapat tanggapan dari Pengacara asal Bangli I Nyoman Prabu Buana Rumiartha.

Berdasarkan pantauan pada laman situs lelang.go.id, Rabu (2/10/2019), PT BPR Kertha Warga melelang sebidang tanah, berikut bangunan tempat ibadah dan segala turutan yang melekat di atasnya sesuai SHM No. 1705, seluas 7940 m2. Tanah dan bangunan tersebut terletak di Desa Jehem, Tembuku, Bangli, Bali. Dilelang seharga Rp 975 juta, dengan batas akhir penawaran pada 16 Oktober 2019. Pada pengumuman lelang ditampilkan bangunan pura beserta tanahnya.

Menurut Prabu Buana, solusi yang terbaik untuk pihak bank dan pengempon Pura yakni sebaiknya obyek tanah lelang tersebut terlebih dahulu khusus pada area Pura di hibahkan ke pengempon Pura. Hal tersebut merujuk pada ketentuan Pasal 4 Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 1963 tentang Penunjukan badan-badan hukum yang dapat mempunyai hak milik atas Tanah menyatakan: “Badan-badan keagamaan dan sosial dapat mempunyai hak milik atas tanah yang dipergunakan untuk keperluan-keperluan yang langsung berhubungan dengan usaha keagamaan dan sosial.”

Baca Juga :  BELAJAR PEMBANGUNAN MENYELURUH DARI NEGERI TIRAI BAMBU

Selanjutnya pihak bank dapat melelang tanah tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 27/PMK.06/2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang menyatakan lelang adalah penjualan barang yang terbuka untuk umum dengan penawaran harga secara tertulis dan/atau lisan yang semakin meningkat atau menurun untuk mencapai harga tertinggi, yang didahului dengan Pengumuman Lelang. Hal tersebut dapat dilakukan secara langsung hal ini dikarenakan secara yuridis, sifat lelang tersebut bersifat “parate executie” merujuk pada ketentuan pasal 6 jo pasal 20 ayat (1) Undang-Undang No. 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-benda yang Berkaitan Dengan Tanah. Ungkap Prabu Buana yang merupakan Peneliti pada Program Doktor (S3) Imu Hukum di FH Univ.Jember.

Baca Juga :  Solusi Problematika lelang Tanah

Saat lelang tersebut pihak bank dapat melelang dengan limit harga sesuai ketentuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 106/PMK.06/2013 yang memberikan kontruksi hukum terkait nilai limit, khususnya terkait lelang eksekusi atas barang tetap berupa tanah /dan bangunan. Tentunya nilai limit harga tersebut tidak merugikan pihak bank.

Dengan menempuh mekanisme solusi tersebut maka prinsip hukum “win-win solution” akan tercapai dan memberikan perlindungan hukum yang hakiki terhadap Pura maupun Pihak Bank. Ungkap Prabu Buana yang merupakan Akademisi lulusan sertifikasi Law International at Thammasat University Bangkok, Thailand.(IGS)

Continue Reading

Trending