1
Ming. Sep 20th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

NEW NORMAL: PERBUP BULELENG TENTANG PROTOKOL KESEHATAN MASIH DIKONSULTASIKAN KE KEJARI

2 min read

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Draft awal Peraturan Bupati (Perbup) Buleleng, Bali, mengenai peningkatan disiplin dan penegakan hukum penerapan protokol kesehatan saat ini sudah selesai disusun.

“Draft awal tersebut masih dikonsultasikan dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng,” ungkapkan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd selaku Sekretaris GTPP COVID-19 Buleleng saat memberikan keterangan pers secara virtual bersama awak media terkait perkembangan penanganan COVID-19 di Buleleng, Minggu (9/8/2020).

Suyasa menjelaskan, setelah rapat GTPP COVID-19 tanggal 6 Agustus 2020, draft awal sudah mulai disusun. Saat ini draft awal tersebut sudah selesai disusun dan masih dikonsultasikan dengan Kejari Buleleng. Konsultasi dengan Kejari ini terkait dengan isi Perbup yang akan memberikan sanksi terhadap pelanggar ataupun masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan. “Selama ini, tidak ada sanksi di setiap himbauan pemerintah. Maka ada saja pertanyaan dari masyarakat. Apa sanksinya kalau tidak mengikuti himbauan atau surat edaran,” jelasnya.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: FORMMAL BALI-PERMAWAI KUPANG MINTA PERHATIAN PEMKAB MALAKA

Oleh karena itu, melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 tahun 2020, setiap peraturan kepala daerah harus ada sanksinya. Penetapan sanksi harus dikonsultasikan juga dengan Kejari Buleleng. Perbup ini akan mengatur lebih dalam lagi secara yuridis terkait penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Termasuk didalamnya siapa yang mengambil tanggung jawab menerapkan sanksi yang tercantum dalam perbup. Selain itu, bentuk-bentuk sanksinya juga akan diatur dalam Perbup tersebut.

“Kalau berbentuk material berapa besarannya dan administratif apa bentuknya. Apakah perseorangan atau badan usaha. Ini yang sedang dirampungkan. Tujuannya tidak lain adalah untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya penerapan protokol kesehatan secara ketat,” ujar Suyasa.

Ia juga memaparkan, kinerja data perkembangan penanganan COVID-19 di Buleleng. Kasus konfirmasi kumulatif di Buleleng berjumlah 186 orang. Kasus sembuh sebanyak 142 orang, meninggal dua orang, dan sedang dirawat di Buleleng sebanyak 42 orang. Untuk kasus suspek kumulatif sebanyak 301 orang. “Suspek konfirmasi sebanyak 80 orang, discarded 195 orang, suspek yang masih dipantau 25 orang dan probable satu orang,” paparnya.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: WABUP KARANGASEM BAGI-BAGI SEMBAKO KEPADA PEMANGKU

Sementara kontak erat kumulatif berjumlah 2.956 orang. Kontak erat konfirmasi 103 orang, discarded 2.373 orang, karantina mandiri 441 orang dan kontak erat menjadi suspek sebanyak 39 orang. Sedangkan kasus konfirmasi non suspek/kontak erat sebanyak 4 orang.

“Untuk jumlah kumulatif pemantauan dan berakhir masa pantau terhadap pelaku perjalanan wialayah terjangkit serta wilayah transmisi lokal (tanpa gejala) sampai saat ini sebanyak 4.222 orang,” tutup Suyasa.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *