1
Ming. Sep 20th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

PH KORBAN KOMANG NS KRITIK SUBBAGHUMAS POLRES BULELENG TAK NGERTI HUKUM

3 min read

SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Pernyataan Kasubbag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya bahwa kemungkinan penyidik memanggil Bawaslu Buleleng dalam kasus eksploitasi anak di bawah umur dalam kegiatan politk praktis yang dilakukan DR Somvir, menuai kritik pedas dari penasehat hukum korban Komang NS, Gede Astawa, SH.

Astawa mengkritik Sumarjaya sengaja melakukan upaya pengaburan substansi kasus. Bahkan Astawa menilai bahwa Sumarjaya dinilai tidak mengerti hukum dan asbun (asal bunyi).

“Menanggapi statemen Kasubbag Humas Polres Buleleng Gede Sumarjaya SH yang mau memanggil Bawaslu terkait laporan Made Sudiari prihal pelibatan anaknya Komang NS perlu diluruskan dan agar yang bersangkutan (Sumarjaya) membaca UU No 35 thn 2014 tentang Perlindungan Anak,” kritik Astawa, Selasa (8/9/2020).

Astawa menyanggah pernyataan Sumarjaya dengan menyatakan bahwa sangat jelas secara lexs generalis tentang larangan melibatkan anak dalam kegiatan politik, aksi kegiatan militer, aksi kekerasan dan sebagai pekerja seks dan lain-lain. Secara lex specialis diatur dalam UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

“Jika pelaku kejahatan/pidana tidak terungkap kejahatannya saat Pemilu, maka pelaku dapat dijerat dengan UU tentang Perlindungan Anak karena kejahatan terhadap objek yg sama diatur dalam dua undang-undang guna memberikan proteksi ganda bagi obyek yang rawan dieksploetasi,” tandas Astawa.

Baca Juga :  MAFIA ILEGAL LOGING: WIDIA JADI TERSANGKA, ANAKNYA BEBAS

Dijelaskan Astawa, meskipun sekarang anak yang menjadi korban sudah dewasa (diatas 17 thn) jika kejadian semisal si korban saat itu masih di bawah umur, pelaku kejahatannya masih bisa dijerat dengan UU tentang Perlindungan Anak. “Apakah itu dalam kegiatan politik, aksi militer, aksi kekerasan dan PSK dan lain-lian,” urai Astawa.

Menjawab pertanyaan media ini, Astawa menyatakan bahwa pernyataan tersebut membuktikan kemampuan hukum Sumarjaya sebagai Kasubbaghumas Polres Buleleng rendah dan sengaja mengaburkan kebenaran dalam kasus ini. “Bukti rendahnya kemampuan hukum Kasubbag Humas Polres Buleleng. Ada indikasi yang bersangkutan hendak mengaburkan kebenaran hakiki yang terkandung dalam kasus ini,” kritik Astawa.

Ia mendesak Kapolres Buleleng untuk segera mencopot Sumarjaya dari jabatan Kasubbag Humas Polres Buleleng, karena sebagai jubir Polres Buleleng tidak netral dalam memberikan informasi kepada publik akan tetapi lebih cenderung berpihak pada pelaku eksploitasi anak di bawah umur.

“Demi menjaga citra dan marwah Polres Buleleng, sebaiknya Kapolres evaluasi kembali kinerja Kasubbag Humas dan direposisi saja, karena yang bersangkutan membuat pernyataan yang tendensius dan berpihak,” desak Astawa.

Baca Juga :  KAPOLRES SUBAWA PANGGIL DUA SISWA SMA LAB “PEMERAN” VIDEO TAWURAN

“Jangan sampai Pak Kapolres dan Pak Kasatreskrim hanya diberikan laporan ABS akibat permainan anak buahnya di level bawah. Kasihan Pak Kapolres dan Pak Kasatreskrim yang pejabat baru di Polres Buleleng menjadi korban anak buahnya yang siapa tahu merupakan bagian dari permainan kasus ini sejak tahun 2019 lalu. Ya, harus ditindak penyidik, Kanit, KBO dan Kasubbag Humas yang memberikan keterangan nyeleneh itu,” tandas Astawa.

Seperti yang diberitakan Senin (7/9/2020) kemarin, Kasubbag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya, SH, menandaskan, “Sesungguhnya kalau kasus politik yang terjadi pada saat kejadian politik, sebaiknya, alangkah baiknya itu harus dilaporkan pada saat itu di Bawaslu. Bawaslu yang mengadakan analisa kalau itu ada tindak pidana diserahkan kepada penyidik Polri, kalau itu administrasi kepada KPU. Itu yang sebenarnya harus dilakukan. Namun demikian, ini laporan masyarakat disampaikan ke polisi diterima dan ditindaklanjuti, bahkan beberapa saksi ahli sudah diperiksa.”

Ia menambahkan, bisa saja pemeriksaan melibatkan Bawaslu. “Untuk saksi selain saksi ahli kami juga sudah periksa 4 orang saksi termasuk dari korban,” pungkasnya.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *