Berita

Araaah Kadeee…! Ada Pembangunan Tambak Udang di Desa Penyaringan Belum Memiliki Ijin Lengkap, Pol PP Tolong Ditertibkan

JEMBRANA, jarrakposbali.com | Beberapa lokasi di Kabupaten Jembrana banyak dilirik para pengusaha untuk pembangunan tambak. Salah satunya di Banjar Anyar Kelod, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana.

Pembangunan tambak di atas lahan perkebunan seluas sekitar 4 hektare ini sudah memasuki tahap penggalin pantai untuk penanaman pipa saluran air.

Dari pantauan dilapangan, juga terlihat sudah ada 10 titik galian, berukuran 50 meter x 50 meter dengan tinggi 2 meter yang direncanakan akan dipergunakan sebagai tambak pembesaran udang.

Namun menurut informasi, pembangunan tambak yang sudah berjalan selama satu bulan ini belum memenuhi persyaratan ijin yang lengkap.

Terkait hal tersebut, penanggung jawab pembangunan tambak Fikri saat dikonfirmasi dilapangan menyebutkan, pihaknya memang belum melengkapi semua izin yang diperlukan. Dimana saat ini baru memiliki ijin untuk menjalankan usaha.

Sebelum pengerjaan tambak dimulai, ia mengatakan pihaknya juga sudah sempat mendatangi Kantor Desa setempat untuk mnyampaikan rencana pembangunan tambak tersebut.

Baca Juga :  Tonjolkan Sikap Humanis, Sat Lantas Polres Klungkung Bagikan Masker dan Berikan Imbauan Prokes serta Tertib Berlalulintas di Jalan
  Jarrak Travel

“Kita sudah punya izin usaha. Untuk izin-izin lainnya yang diperlukan nanti kita urus setelah bangunannya rampung. Takutnya nanti ada perubahan bentuk bangunan diminta dari pemilik tambak, biar kita gak ngurus dua kali”, terangnya, Jumat (9/9/2022)

Sementara itu, terkait ijin pembuangan air limbah (IPAL) menurut fikri pihaknya sudah melengkapi. Dimana ijin tersebut sudah dipegang oleh pemilik tambak.

Baca Juga :  GANDENG STT DHARMA KRIYA, RUSNIATI GAGAS PEMANFAATAN DAS DI DESA BABAHAN

Diketahui saat pengoprasiannya nanti tambak tersebut akan menggunakan pengairan dengan memanfaatkan air dari laut yang disalurkan melalui pipa PVC. Juga limbah kotoran udang setelah ditampung dalam kolam tandon akan dibuang kembali ke laut.

Dalam pengoprasiannya nati direncanakan 10 tambak tersebut memiliki fungsi berbeda, 6 kolam sebagai tempat pembesaran udang, 2 kolam difungsikan sebagai tandon, dan 2 kolam dipergunakan sebagai impal.

Untuk udang yang dikembangkan nantinya akan menggunakan jenis udang, dengan kapasitas tebar 150 ekor bibit udang dalam 1 meter persegi kolam.(x)

Penulis : Angga
Editor : Dewa Darmada

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: