1
Rab. Sep 23rd, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

Wakil Gubernur Bali Peringati Saraswati Bareng Umat Hindu Banyuwangi

2 min read

BANYUWANGI – JARAKPOSBALI.COM – Peringatan hari raya Saraswati umat Hindu di Pura Giri Mulya Desa Bumiharjo, Glenmore, Banyuwangi pada Sabtu (7/12/2019), berlangsung spesial. Tidak hanya diikuti umat dari daerah setempat, namun juga diikuti oleh Wakil Gubernur ( WaGub ) Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.

Orang nomor dua di pulau dewata tersebut, sengaja mengikuti Saraswati di Banyuwangi karena masih memiliki hubungan historis. Menurutnya, leluhurnya di Bali berasal dari daerah lereng Raung tersebut.

“Leluhur kami, Maha Resi Markandeya, sebelum ke Bali pada abad ke-9, bersama ratusan pengikutnya bertempat di lembang gunung Raung ini. Lalu, kemudian mendapat wahyu untuk menuju ke Bali dan mendirikan pura Besakih,” ungkap Tjokorda.

Dalam kesempatan tersebut, Tjokorda juga mengucapkan terima kasih kepada pemkab Banyuwangi yang memberikan perhatian atas keberadaan umat Hindu. Seperti halnya membangun akses jalan yang baik ke berbagai pura dan tempat persembayangan.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: BANK BPD BALI BERSAMA 2 BPD LAIN DAN 4 BANK SYARIAH IKUT MERELAKSASI DEBITUR

“Saya yakin umat Hindu di sini, memiliki loyalitas tinggi untuk membangun Banyuwangi menjadi lebih maju lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang menyambut kehadiran wakil gubernur, mengungkapkan berbagai upaya pemkab dalam menjaga kerukunan antar umat beragama di bumi Blambangan.

Salah satu upayanya, papar Anas, adalah dengan menggelar pertemuan rutin lintas tokoh agama. Dalam forum tersebut, dibahas aneka persoalan untuk dicarikan penyelesaian bersama. Sehingga berbagai persoalan berbau SARA dapat ditanggulangi sedini mungkin.

“Atas kerukunan umat beragama di Banyuwangi, Karen Amstrong menetapkannya menjadi Compassionate City, kota welas asih ke-40 di dunia,” terang Anas.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: LAGI, SEKPROV BALI TINJAU PELABUHAN GILIMANUK

Berbekal kerukunan tersebut, tambah Anas, menjadi modal penting untuk membangun Banyuwangi. Persoalan kemiskinan, pengangguran, pembangunan dan pendidikan setahap demi setahap dapat diselesaikan.

“Angka kemiskinan Banyuwangi berhasil kita tekan hingga 7,8 persen, padahal sebelumnya selalu dua digit. Pendapatan per kapita pun naik hingga lebih dari Rp 48 juta per tahun. Ini semua tentu tidak terlepas dari peran serta masyarakat Banyuwangi yang rukun,” ujarnya.

Dalam acara Saraswati tersebut, Anas juga berpesan kepada segenap umat Hindu Banyuwangi untuk bersama-sama membangun daerah.

“Hari raya Saraswati ini, adalah hari mulia saat ilmu pengetahuan diturunkan. Oleh karena itu, mari dengan spirit ini, baktikan segenap ilmu pengetahuan kita untuk membangun Banyuwangi,” pungkas Anas. (www.lintasnusantara.net)

 

Editor : Uta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *