1
Kam. Sep 24th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

PARIWISATA: DOSEN DAN MAHASISWA FE UNIVERSITAS NEGERI MALANG RINTIS CAFE PINGGIR KALI

3 min read

MALANG-JARRAKPOSBALI.COM – Tempat wisata yang masih terbilang baru di kota Malang ini memiliki tawaran wisata alam yang masih sangat asri. Terletak di Desa Wisata Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim) yang satu lokasi dengan Agrowisata Petik Jeruk.

Tempat wisata ini sangat cocok bagi wisatawan yang sangat menyukai wisata alam yang masih sangat asri. Nyanyian alam yang berasal dari suara burung dan daun yang tertiup angin dan juga gemericik air sungai menyambut kedatangan pengunjung. Aliran sungai yang berada di pintu masuk memberikan aroma dan hembusan angin yang sangat sejuk saat pengunjung tiba di lokasi. Batu-batu besar yang terletak di aliran sungai menambah keindahan dan keasrian di Bedengan.

Suasana seperti ini tentu saja menjadikan lokasi Bedengan lambat laun menjadi tempat berkemah favorit bagi pengunjung atau wisatawan. Selain sebagai tempat berkemah yang menarik, Bumi Perkemahan Bedengan juga menyediakan banyak warung-warung yang menjual berbagai jenis makanan dan minuman.

Selain itu juga terdapat Kafe Pinggir Kali yang tepat berada di pinggir sungai pintu masuk. Tidak hanya itu saja suasana di sekitar kafe yang masih sangat asri, terdapat barisan pohon pinus yang sangat cocok dijadikan spot foto yang instagramabel bagi wisatawan. Pada kafe ini juga menyediakan minuman kopi khas olahan dari warga Desa Selorejo.

Menurut Pak Rendy, olahan utama pada kafe ini adalah kopi selorejo lokal arabica. “Kopi ini asli olahan dari warga desa yang dibuat dengan tujuan mengenalkan produk olahan asli agar dikenal banyak orang. Sehingga dengan demikian dapat meningkatkan harga kopi desa Selorejo tersebut,” jelas Pak Rendy.

Baca Juga :  PAMIT CARI BAMBU KE KEBUN, KOMANG BAGIARSA MALAH TEWAS DI JURANG

Kata dia, Kopi yang ditawarkan pada wisatawan yang datang, bertujuan ingin mengenalkan bahwa bukan hanya jeruk saja yang berkualitas, tetapi kopi Selorejo juga berkualitas.
Suasana kafe yang tepat berada di pinggir sungai ini menjadi tempat yang cocok untuk menikmati segelas kopi panas ditemani suara gemericik aliran sungai.

Menariknya, Kafe Pinggir Kali ini merupakan salah satu UMKM di bawah naungan Universitas Negeri Malang khususnya Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi. Kafe Pinggir Kali ini merupakan salah satu ide Penguatan Ekowisata melalui Pengembangan Spot Iconic di Desa Selorejo Kabupaten Malang. Ide ini berasal dari salah satu dosen Jurusan Akuntansi yaitu Slamet Fauzan, S.Pd., M.Pd.

“Tujuannya agar lebih memanfaatkan wisata alam yang masih baru dan juga memberdayakan warga desa Selorejo. Tentu saja ini menjadi menarik karena di Malang sendiri belum terdapat kafe yang berada tepat di pinggir sungai,” jelas Fauzan.

Ini juga dibenarkan Sara Manurung. “Dalam mengembangkan ide bisnis ini, saya diberikan tugas untuk memberikan ide pengembangan dalam mengelola Kafe Pinggir Kali ini. Selama saya melakukan observasi pada Kafe Pinggir Kali ini, saya merasa bahwa lokasi kafe ini sangat tepat menjadi tempat untuk menikmati liburan bersama keluarga. Udaranya yang sejuk dan suasananya yang masih asri menjadi kelebihan tersendiri dari tempat wisata Bumi Perkemahan di Bedengan. Tidak hanya itu saja, pada Bumi Perkemahan ini terdapat spot foto yang banyak dan kekinian. Mulai dari pohon pinus yang berjejer hingga aliran sungai yang deras dan jernih,” papar Sara Manurung.

Baca Juga :  JUMAT BERKAH: NY HETTY ANDIKA PERKASA BAGI-BAGI SEMBAKO KEPADA WARGA MISKIN DI TABANAN

“Selain menikmati keindahan alam yang ditawarkan oleh tempat wisata Bumi Perkemahan, buat kamu yang suka wisata memetik buah langsung dari pohonnya, kamu dapat mendaftar untuk memetik jeruk langsung dari pohonnya di wisata petik jeruk. Kamu dapat mendaftar di tempat pendaftaran yang berada di dekat pintu gerbang desa. Hanya dengan membayar biaya masuk Rp 25.000/orang kamu sudah bisa memanen jeruk yang matang dan siap panen. Kamu juga bisa menikmati hasil panen tersebut langsung di tempatnya. Namun, jika ingin dibawa pulang maka harus ditimbang dulu dan akan dikenakan harga per kilonya,” ujar Sara Manurung dengan gaya promosinya.

“Jadi tak usah tunggu lama-lama lagi, langsung saja datang berlibur ke tempat wisata ini, dijamin tidak akan menyesal. Hanya dengan membayar tiket masuk Rp 5.000/orang kamu sudah dapat menikmati keindahan alam yang ditawarkan di Bedengan. Tidak hanya itu saja, Bumi Perkemahan di bedengan juga menyediakan berbagai keseruan yang cocok untuk para pencinta alam terbuka. Datang bersama keluarga atau teman-teman tentu saja akan semakin asyik dan menyenangkan,” pungkas Sara Manurung.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *