1
Sab. Sep 19th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

HUMAN INTEREST: TAK PUNYA HP UNTUK BELAJAR DARING, SISWA KELAS V SD DI SEPANG DIBANTU POLISI

2 min read

BUSUNGBIU-JARRAKPOSBALI.COM – Sistem belajar lewat daring (virtual) bagi siswa akibat COVID-19, ternyata menyisakan sejumlah kisah duka bagi siswa.

Seperti yang dialami Putu Agung Suantara yang sekarang masih duduk di bangku Kelas V SD di Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Bali.

Suantara yang bersama keluarganya tinggal di Banjar Dinas Sepanga, dengan ayah Ketut Dana Yasa dan ibu Komang Darini, tidak bisa mengikuti belajar daring. Ini karena Suantara tidak memilik handphone untuk bisa mengikuti proses belajar mengajar via daring itu.

Karena merasa frustrasi tidak bisa mengikuti pelajaran via daring, Suantara pun sempat menghilang dari rumah. Bahkan masyarakat satu banjar pun beramai-ramain menncarinya.

Dana Yasa dan Komang Darini tidak mampu menyediakan fasilitas HP bagi putranya untuk mengikuti belajar daring. Karena memang kondisi ekonomi keluarga ini sangat memprihatinkan. Dalam keseharian hanya mengandalkan sebagai buruh petani sehingga penghasilannya tidak menetap apalagi situasi adanya seperti COVID-19 yang belum berakhir.

Alasan itulah akhirnya Putu Agung Suantara sekitar akhir bulan Agustus 2020 sekitar pukul 20.00 wita meninggalkan rumah orang tuanya. Kejadian ini membuat bigung orang tuanya sehingga memberitahukan kepada Kepala Dusun Sepang Putu Adiana Alias Ratep untuk dapat membantu mencari dan menemukan, sehingga kepala dusun menurunkan satu banjar untuk melakukan pencarian sampai pagi hari sekitar pukul 04.00 wita belum ditemukan.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: BULELENG MULAI “AMAN”, DUA HARI TERAKHIR ZERO POSITIF CORONA

“Kemudian besok harinya salah satu warga menemukan Putu Agung Suantara di salah satu kebun milik Gusti Made Dewa Alit di daerah Mecatu di sekitar pohon bambu yang terdapat pohon besar, oleh warga diantar ke rumah orang tuanya,” ceriya Kelian Banjar DinasSepang, Ratep.

Kejadian menghilangnya anak karena tidak bisa mengikuti pelajaran secara online (Daring) sampai ke telinga personel Polres Buleleng Bripka Putu Anton Dwipayana yang bertugas di Satuan Reserse Kriminal. Hati Dwipayana tergugah sehingga mendatangi keluarga Putu Dana Yasa. Disampaikan Putu Agung Suantara meninggalkan rumah karena tidak memiliki HP. Seketika itu juga pada hari Sabtu tanggal 5 September 2020 Putu Anton Dwipayana langsung menyerahkan satu buah HP kepada Putu Agung dengan pesan untuk tetap mengikuti sekolah serta belajar melalui online.

Baca Juga :  INFO PERBATASAN RI-TIMOR LESTE: SATGAS YONIF RK 744/SYB BANTU NGECOR FONDASI RUMAH DI DESA TAKIRIN

“Sudah merupakan kewajiban kita untuk saling berbagi dan membantunya, saya sisihkan sebagian gajih saya untuk membeli HP dan memberikannya agar dapat belajar karena situasi COVID-19 mewajibkan anak harus belajar secara On line,“ ucap Dwipayana.

Disisi lain Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinar Subawa, S.I.K.,M.H., menyampaikan, apa yang telah dilakukan Bripka Putu Anton Dwipayana, S.H., saling membantu agar dapat diikuti oleh personel lain sebagai bentuk kemanusiaan. Dan bila ada anak-anak sekolah yang memerlukan jaringan wifi untuk belajar pihak Kepolisian siap untuk membantunya, silahkan datang ke kantor Polisi baik di Polres maupun di Polsek-Polsek jajaran Polres Buleleng. “ Silahkan datang akan kami terima dan membantunya untuk belajar online,“ pungkas Kapolres Subawa.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *