SINGARAJA-JARRAKPOSBALI.COM – Aksi demo penolakan uu omnibus law cipta kerja juga merembet di Bali Utara

Puluhan orang dari organisasi kepemudaan (OKP) yang terdiri atas HMI, IMM OC PMII, KMHDI dan PMI, menggelar aksi demo damai di halaman depan Kantor DPRD Buleleng di Jalan Veteran No 2 Singaraja, Bali, Jumat, 9 Oktober 2020 siang pukul 15.00 wita

Sebelum menggelar aksi damai, pagi hari skeitar pukul 9.30 wita perwakilan massa sudah menyerahkan pernyataan sikap mereka kepada Ketua DPRD Kabupaten Buelelng, Gede Supriatna, SH, di ruang kerja.

Massa OKP menyempaikan 7 poin tuntutan dalam surat pernyataan tersebut. Pertama, menolak UU Cipta Kerja yang disahkan oleh DPR-RI dan Pemerintah RI karena dianggap tidak melibatkan pertisipasi public dan telah mencederai prinsip demokrasi.

Kedua, DPR-RI telah gagal menjalankan fungsi sebagai representasi rakyat dan menyuarakan suara dan aspirasi rakyat. “Pengesahan RUU Cipta Kerja manjadi UU Cipta Kerja pada 5 Oktober 2020 telah mengganggu stabilitas nasional,” tandas Massa dalam poin 3 tuntutannya.

Keempat, kegaduhan akibat pengesahan UU Cipta Kerja tidak sejalan dengan komitmen pemerintah dalam usaha pemulihan nasional akibat COVID-19, Kelima, UU Cipta Kerja dinilai tidak berpihak pada kesejahteraan rakyat dan bukan hanya berpotensi meresahkan dan harus digagalkan karena bertentangan dengan Panca Sila sila ke-5 pada pembukaan UUD 1945 alenia ke-4.

Baca Juga :  DEMO TOLAK UU OTSUS: 1 MAHASISWA LUKA-LUKA, 13 DITANGKAP POLISI

Keenam, mendorong dan menyatakan dukungan penuh bagi akademisi koalisi masyarakat sipil untuk mengajukan judicial review kepada Mahkamah Konstitusi. “Mendorong dan mendesak Pemerintah untuk mengeluarkan Perpu dalam rangka membatalkan UU Cipta Kerja yang telah disahkan,” desak massa dalam poin ketujuh tuntutannya.

Massa di Buleleng justru memuji sikap terbuka Ketua DPRD Bulelneg Gede Supriatna, SH, yang bersedian menerima massa berdialog dan bersedia melanjutkan tuntutan massa ke pusat, serta memberikan tempat demo bagi masssa.

“Kami sangat berterimakasi sekali terhadap DPRD Buleleng yang sudah mau menerima kami dengan tangan terbuka dan juga untuk Pak Ketua DPRD atas komitmennya untuk meneruskan aspirasi kami,” ujar Bayu Angga Saputra Ketua Umum HMI Cabang Singaraja.

Sementara pada sore harinya, massa menggelar aksi demo yang berisi pembacaan puisi, menyanyikan lagu-lagu, dan orasi.

Pada kesempatan itu Ketua DPRD Buleeng Gede Supriatna dengan sabar dan setia menerima sekaligus menyaksikan aksi massa itu.

Baca Juga :  PANGDAM IX/UDAYANA DEWANTARA PUJI PUNCAK BUKIT TRUNYAN

Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, SH menyatakan bahwa dirinya siap untuk meneruskan aspirasi para mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Pemuda yang menyatakan menolak disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus law ke pihak terkait.

Supriatna menyatakan bahwa sebagai lembaga perwakilan rakyat tentu akan menindaklanjuti apa yang yang menjadi aspirasi para mahasiswa tersebut. Dirinya juga menambahkan bahwa meskipun dirinya belum membaca secara utuh tentang omnibus law ini, dari isu-isu yang muncul dapat dipahami bahwa ada hal-hal yang perlu menjadi penekanan dan juga dirasa belum riggid yang mungkin bisa merugikan pihak perkerja, lingkungan maupun hal lainnya.

Selain itu Ketua DPRD Buleleng menyatakan apresiasinya terhadap apa yang dilakukan oleh para mahasiswa dengan datang langsung ke Gedung DPRD Buleleng dan melakukan audiensi, tanpa harus bertindak anarkis.

“Ini merupakan sikap yang positif, bagaimana menyikapi persoalan tentang berbangsa dan bernegara, tentang menyikapi aturan-aturan, tetapi selama itu dilakukan dengan baik dan menunjukkan intelektual sebagai mahasiswa, tentu saja masyarakat akan mendukung,” ujarnya.

Penulis/Editor: Francelino

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here