1
Sab. Sep 19th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

#1 MEREKAM JEJAK MAS SUMATRI JADI BUPATI: TAHUN 2015 KARANGASEM DITERPA RABIES, MAS SUMATRI MAMPU ATASINYA

3 min read

AMLAPURA-JARRAKPOSBALI.COM – Dalam filosofi budaya Nusantara, dipercaya bahwa kekuasaan di dunia tidak lepas dari pengaruh alam semesta. Restu dari semesta sangat dominan dalam membawa nasib seseorang untuk bisa terpilih atau dinobatkan sebagai seorang pemimpin di sebuah negeri.

Dan dipercaya bahwa kepemimpinannya membawa sebuah misi untuk membantu semesta dalam menciptakan keseimbangan dan keharmonisan di dunia.

Jika dihubungkan dengan filosofi budaya Nusantara diatas, bisa mendapati fenomena yang unik di Kabupaten Karangasem, Bali, terutama setiap jelang Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) yang kemudian mengantarkan IGA Mas Sumatri dilantik sebagai Bupati wanita pertama di Karangasem.

Jelang perhelatan Pilkada 2015, Karangasem sempat diterpa wabah rabies. Virus yang ditularkan lewat gigitan anjing ini meresahkan warga Karangasem karena memakan banyak korban, bahkan beberapa ornag ada yang meninggal. Sementara rumah sakit pemerintah dan Puskesmas kehabisan persediaan Vaksin Anti Rabies (VAR) disamping karena harganya yang melonjak tinggi.

“Saya ingat saat itu saya mengantarkan kerabat ke rumah Ibu Mas Sumatri untuk bisa mendapatkan suntikan VAR,” ungkap Made Parnawa, warga Desa Jungutan.

Kenapa harus ke Ibu Mas Sumatri bukanke RS atau Puskesmas? “Hanya dari beliau saja kita bisa mendapatkan obatnya dan tidak dimintai bayaran apa pun,” cerita Parnawa

Sebagai tokoh panutan di Bali Timur, Mas Sumatri, tidak berdiam diri melihat penderitan warga di sekitarnya. Ia bertekad untuk berbuat sesuatu untuk menyelamatkan nyawa warga yangterserang virus rabbies.

Baca Juga :  POLITIK: LAGI, KETUA DPC NASDEM BUSUNGBIU DAN JAJARANNYA RAMAI-RAMAI MUNDUR DARI NASDEM

Maka, Mas Sumatri pun bertindak dengan menggelar aksi social-kemanusiaan berupa pengobatan gratis bagi korban gigitan anjing. Beberapa tempat tidur dijejer di parkiran mobil, layaknya bangsal di rumah sakit umum. Warga bergiliran mendapatkan pemeriksaan serta suntikan VAR semuanya digratiskan tanpa dipungut biaya apa pun.

Uniknya, wabah kembali menerpa warga Tanah Aron memasuki masa Pilkada 2020. Pandemik virus corona (COVID-19) mewabah di hampir seluruh wilayah Indonesia termasuk di Bali.

Parahnya, virus yang tergolong mematikan karena telah menelan ratusan ribu nyawa umat manusia di dunia ini juga melumpuhkan sendi perekonomian rakyat. Banyak tempat kerja yang terpaksa merumahkan karyawannya tanpa diberi pesangon.

Beruntung masyarakat Karangasem akhirnya mendapatkan bantuan paket sembako dari Gerakan Masyarakat Terpadu (GMT). Organisasi Kemasyarakatan ini dimotori oleh I Gusti Made Tusan, suami dari Mas Sumatri.

“Sudah hampir 20.000 paket sembako kami salurkan sepanjang bulan Mei 2020,” jelas I Gusti Putu Parwata putra I Gusti Made Tusan selaku koordinator GMT. “Total kami siapkan 100.000 paket yang akan kami salurkan secara bertahap ke seluruh desa dan kecamatan di Karangasem,” sambung Gusti Parwata.

Mas Sumatri sendiri merasa turut heran mengetahui dua fenomena menarik ini. Dirinya mengaku awalnya tidak sampai memperhatikan adanya keterkaitan momentum dari kedua wabah yang meresahkan warga Karangasem tersebut.

Baca Juga :  1# BINCANG-BINCANG KHUSUS DENGAN DEMER, WAKIL KETUA KOMISI VI DPR RI, SOAL NEW NORMAL

“Kami bekerja membantu masyarakat demi kemanusiaan semata. Bila benar dua fenomena tersebut kebetulan terjadi saat momentum jelang pilkada, kami terima sebagai misi kemanusiaan yang dipercayakan kepada kami dari Ida Sesuhunan. Kami akan laksanakan tugas membantu sesama semampu kami dengan daya upaya yang maksimal,” ujar IGA Mas Sumatri.

Ia sampaikan bahwa ia akan menerima dengan ikhlas jika itu menjadi karma dirinya untuk membantu sesama apalagi itu semeton Karangasem.

“Karena itu kita harus terus mendekatkan diri dengan Ida Betara, nunas kerahayuan jagat, semoga pandemik corona ini segera berlalu tanpa memakan banyak korban jiwa,” pungkas Mas Sumatri yang mencatat dua rekor sejarah dalam suksesi kepemimpinan di Karangasem itu, yakni sebagai wanita pertama menjadi buapti di Karangasem, dan kedua mengalahkan pasangan kandidat bupati/wabup dari PDIP. Karena sebelumnya Mas Sumatri adalah srikandi PDIP dan tercatat sebagai anggota FPDP DPRD Bali, namun ia tidak diberi rekomendasi sebagai kandidat bupati oleh DPP PDIP sehingga Mas Sumatri dipinang koalisi parpol yang dikoordinir Partai NasDem dan Partai Golkar yang akhirnya memenangi Pilkada 2015 sekaligus mencatat diri sebagai bupati wanita pertama di Karangasem.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *