1
Sab. Sep 19th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

UPDATE PENANGGULANGAN COVID-19 BALI, SABTU, 11 JULI 2020

3 min read

DENPASAR-JARRAKPOSBALI.COM – Pemprov Bali melalui GTPP COVID-19 dapat menyampaikan perkembangan Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) di Provinsi Bali per Sabtu (11/7/2020).

Ketua Harian GTPP COVID-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra menguraikan, jumlah kumulatif pasien positif 2.147 orang (bertambah 37 orang WNI dengan rincian 3 orang imported case dan 34 orang transmisi lokal.

Jumlah pasien yang telah sembuh sejumlah 1.354 orang (bertambah 152 orang WNI dengan rincian 2 orang PMI, 2 orang imported case dan 148 orang transmisi lokal. “Jumlah pasien yang meninggal sejumlah 27 orang (bertambah 1 orang WNI), terdiri dari 25 orang WNI dan 2 orang WNA,” jelas Dewa Indra.

Disebutkannya, jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) 766 orang yang berada di 14 rumah sakit, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima, Hotel Ibis, Hotel Grand Mega dan BPK Pering.

Kemudian pejabat asal Desa Pemaron, Singaraja, itu menyampaikan update kebijakan. Diungkapkan Dewa Indra, jumlah angka positif di Bali sebagian besar masih didominasi oleh transmisi lokal secara komulatif sejumlah 1.767 Orang. Hal ini berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan COVID-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya. Untuk itu, sekali lagi, dalam menekan kasus transmisi lokal maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: BERSAMA DPC DEMOKRAT BULELENG, KETUA FRAKSI DEMOKRAT BALI GELAR SAFARI BANTUAN KE BULELENG BARAT

“Berdasarkan Surat Edaran Nomor 305 Tahun 2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang Persyaratan Perjalanan Orang Dalam Negri seperti setiap orang yang melaksanakan perjalanan bertanggung jawab atas kesehatan masing-masing, serta tunduk dan patuh terhadap syarat dan ketentuan yang berlaku,” sebutnya.

Persyaratan lain, sebut Dewa Indra, setiap orang yang melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi dan transportasi umum darat, laut dan udara harus memenuhi persyaratan antara lain menunjukkan identitas diri (KTP atau tanda pengenal lain yang sah); Pada pintu masuk keberangkatan, menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) atau surat keterangan hasil non reaktif uji Rapid Test dengan masa berlaku 14 (empat belas) hari sejak tanggal dikeluarkan; Sebelum masuk wilayah Bali wajib mengisi form aplikasi yang diakses pada alamat http://cekdiri.baliprov.go.id dan dapat menunjukkan QRCode kepada petugas Verifikasi.

Diuraikannya, pelaku perjalanan yang tidak memiliki KTP Wilayah Bali namun dengan alasan khusus tinggal di Bali, maka Gugus Tugaas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali dapat mengijinkan yang bersangkutan masuk, dengan syarat menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) atau surat keterangan hasil non reaktif uji Rapid Test yang masih berlaku dari pihak berwenang, melakukan karantina mandiri, dan melengkapi Surat Pernyataan serta Surat Jaminan yang dapat diunduh dari http://cekdiri.baliprov.go.id.

Baca Juga :  KAPOLSEK GEROKGAK KOMPOL WIDANA TATAP MUKA DENGAN P2M

“Bagi orang yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta yang melakukan tugas kedinasan atau kegiatan usaha dengan waktu tinggal di Bali lebih dari 7 (tujuh) hari, wajib melengkapi dengan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) atau surat keterangan hasil non reaktif uji Rapid Test yang masih berlaku dari pihak berwenang,” jelas Dewa Indra.

Dewa Indra menjelaskan, bagi pelaku perjalanan transit atau hanya melintas melalui Wilayah Bali dan tidak bermaksud berkunjung ke Bali, Wajib menunjukkan minimum surat keterangan non reaktif uji Rapid Test yang masih berlaku dari pihak berwenang.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *