Berita

Patut Dicontoh! Maanfatkan Lahan Tidur, Polres Badung dan BWC Bagikan Bibit dan Pupuk di Subak Tungkub

BADUNG, jarrakposbali.com | Sejak program Polisi Bersemi diluncurkan, banyak permintaan dari warga untuk memanfaat lahan tidur. Pasalnya, warga kesulitan mencari bibit dan pupuk.

 

Antosias warga menawarkan lahan tidur itu disambut baik pihak Polres Badung. Bersama BWC (Bali Waste Cycle) sebagai pengelola sampah plastik yang ada di Kabupaten Badung, Polres Badung memaksimalkan program Polisi Bersemi tersebut.

 

Polres Badung bersama BWC melaksanakan kegiatan penyerahan bibit dan kepada warga yang membutuhkan sentuhan program Polisi bersemi.

 

Itakimo

Menurut Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes mengatakan, dari beberapa desa yang ada di empat kecamatan di Kabupaten Badung, sampah plastik yang dikumpulkan ditimbang, kemudian diberikan uang dalam bentuk tabungan.

 

“Beberapa minggu terakhir, masyarakat sangat antusias terkait permintaan mengelola lahan tidur milik masyarakat, karena warga kesulitan mencari bibit dan pupuk,” terang Kapolres Badung.

 

Baca Juga :  Ingat! Tiap Sabtu di RTH Bung Karno Ada PAS

Kegiatan, lanjut Kapolres Badung juga dirangkaikan dengan kegiatan Warung Men Sampik atau Warga Beruntung Menabung Sampah Plastik.

 

Pada kesempatan tersebut, Kapolres Badung, AKBP Leo Dedy Defretes juga menyerahkan bantuan bibit jagung di Subak Tungkub, Banjar Pengiasan, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, pada Jumat (11/3/2022).

 

Kapolres Badung juga mengaku kesulitan untuk mencari bibit dan pupuk. Namun kebetulan pihaknya bersama dengan stakeholder terkait maupun dari BWC (Bali Waste Cycle), bisa mengatasi kesulitan tersebut, sehingga kegiatan bisa terlaksana.

Kegiatan ini, juga seirama dengan rangkaian kegiatan yang saat ini ada di Provinsi Bali, yaitu G20 yang berpartisipasi dalam hal memelihara dan melestarikan lingkungan, yang hijau, subur, makmur dan memiliki nilai ekonomis.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: SANTRI PULANG KE BULELENG DI BAWAH PENGAWASAN PEMERINTAH

 

Sementara, di lokasi kegiatan sebelumnya dilakukan penanaman bibit cabe, terong, jagung dan pepaya.

 

“Bibit yang dibagikan kepada warga sejumlah 20 kilogram berupa bibit jagung, edame dan terong. Nantinya, bibit ditanam pada lahan tidur milik warga,” terangnya.

 

Dijelaskan, program ini tidak sekedar hanya menyentuh petani, namun, lebih mengedepankan deteksi dini dalam tindakan melawan hukum.

 

Pihaknya juga sangat memperhatikan bagaimana mengambil langkah-langkah preventif dengan deteksi dini merangkul masyarakat yang ada di depan atau di lokasi-lokasi yang memang dimana masyarakat beraktivitas.(ded)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: