1
Sab. Sep 19th, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

MAHASISWA KKN UM DI DESA SEKETI BERINOVASI, JAHE MERAH JADI OLAHAN MAKANAN DAN MINUMAN

2 min read

JOMBANG-JARRAKPOSBALI.COM – Tim KKN Pulang Kampung Universitas Negeri Malang yang yang berlokasi di Desa Seketi, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim) ternyata cukup kreatif dan inovatif.

Mereka melakukan inovasi dengan diversifikasi potensi lokal yang ada di desa tersebut. Desa Seketi memiliki potensi yang cukup besar dalam bidang perkebunan toga (Tanaman Obat Keluaga) khususnya jahe merah.

Informasi cara pengolahan jahe merah di Desa Seketi dirasa sudah sangat baik mulai dari penanaman, perawatan, pemanenan, dan pengolahan menjadi bubuk jahe merah. Jahe merah yang diolah desa Seketi memiliki kualitas yang sangat baik karena mulai dari penanaman sampai dengan pengolahan dilakukan dengan prosedur yang baik dan benar.

Sementara itu, dalam pengolahan tanaman toga di Desa Seketi pernah mendapat juara Harapan 1 tingkat Provinsi Jatim. Hal ini menjadi langkah awal yang baik untuk terus mengembangkan potensi desa yakni tanaman toga khususnya jahe merah.

DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) yang mendampingi KKN UM Desa Seketi, Slamet Fauzan, S.Pd, M.Pd., CAAT, menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian ini dikemas dalam program kerja yang dijuluki dengan “JAENAB”. JAENAB sendiri merupakan singkatan dari Jahe Kuwi Eca, Nyata, lan Berkhasiat.

Baca Juga :  INFO PERBATASAN RI-TIMOR LESTE: SATGAS YONIF RK 744/SYB BANTU NGECOR FONDASI RUMAH DI DESA TAKIRIN

“Program kerja ini dilaksanakan oleh Tim Jaenab yang terdiri atas empat orang mahasiswi yang berasal dari fakultas yang berbeda diantaranya Linda Shinta Devi (FEB), Winda Aulia (FIP), Qurrota Akyun (FS), dan Diani Feralia Rahmadani (FMIPA) dan kami sebagai pembimbingnya,” jelas Fauzan.

Ia menceritakan, program kerja JAENAB berfokus pada pembuatan berbagai inovasi olahan produk makanan dan minuman dengan berbahan dasar jahe merah seperti pembuatan ice cream jahe merah, bolu kukus jahe gula merah, brownies jahe merah, pie susu jahe merah, pudding lumut jahe merah, dan jamu rempah.

Hal ini, kata dia, didasarkan karena selama ini pengolahan jahe merah di Desa Seketi hanya dijadikan bubuk jahe yang kemudian diseduh dalam bentuk jamu. Fauzan menuturkan bahwa olahan kuliner yang berasal dari jahe merah selain aman dikonsumsi juga memiliki banyak manfaat bagi orang yang mengonsumsinya diantaranya ialah meredakan nyeri otot dan sendi, melancarkan pencernaan, melawan pertumbuhan sel kanker, selain itu juga memiliki manfaat yang sangat bagus sebagai sumber antioksidan dan imunomodulator.

Baca Juga :  ANGGOTA KOMISI III DPR RI DIDIK MUKRIANTO INGATKAN WAKAPOLRI TAK LIBATKAN “JEGER” DALAM TANGANI COVID-19

“Fungsi jahe merah sebagai imunomodulator inilah merupakan hal yang sangat penting untuk menjaga kesehatan di tengah masa pandemi Covid-19 ini karena dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bagi yang mengonsumsinya,” jelas Fauzan.

Selain karena manfaatnya, papar Fauzan, dengan adanya olahan produk makanan dan minuman dengan berbahan dasar jahe merah diharapkan dapat menambah minat bagi orang yang tidak suka mengonsumsi jahe. Sehingga bisa merasakan manfaat jahe merah dengan mengonsumsi hasil olahan makanan dan minuman yang dikombinasikan dengan jahe merah.

Dalam implementasi kegiatan pengabdian ini, Tim Jaenab berkolaborasi dengan Kepala Desa Seketi, Bambang Sutikno, untuk menyebarluaskan informasi dalam bentuk video dan buku panduan yang berisi informasi diversifikasi olahan jahe merah kepada warga setempat. “Upaya ini diharapkan dapat membantu mengedukasi masyarakat serta membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Seketi,” pungkas Fauzan.

Penulis: Francelino
Editor: Sarjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *