1
Sel. Sep 22nd, 2020

Jarrak Pos Bali

Bersama Membangun Bangsa

PEMIMPIN KARANGASEM KE DEPAN YANG SEJATI

10 min read

Oleh: Dr. Drs. I Wayan Warka, M.M / Ketua Umum Paguyuban Karangasem JABABODETABEK

PADA awalnya Kabupaten Karangasem merupakan wilayah kerajaan (sebelum tahun 1908). Pemimpin Karangasem sampai tahun 1908 adalah Ida Anak Agung Gde Djelantik. Belanda masuk dan menguasai Karangasem, 1 Januari 1909. Struktur pemerintahan dirubah oleh Belanda menjadi Gauverments Lanschap Karangasem di pimpin oleh I Gusti Gde Djelantik (Anak angkat Raja Ida Anak Agung Gde Djelantik) menggunakan gelar Stedehouder. Pada tahun 1922 Gouvernements Lanschap Karangasem dihapuskan dan dirubah menjadi daerah otonomi, kekuasaannya langsung di bawah Pemerintahan Hindia Belanda, kemudian terbentuklah Karangasem Raad yang diketuai oleh Regent I Gusti Agung Bagus Djelantik, yang umum dikenal sebagai Ida Anak Agung Bagus Djelantik, sedangkan sebagai Sekretaris dijabat oleh Controleur Karangasem. Tanggal 1 Juli 1938 beliau diangkat menjadi Zelfbesteur Karangasem (terbentuknya swapraja).

Bersamaan dengan terbentuknya Zelfbesteur Karangasem, pada tanggal 1 Juli 1938 terbentuklah Zelfbesteur – Zelfbesteur di seluruh Bali, yaitu Klungkung, Bangli, Gianyar, Badung, Tabanan, Jembrana dan Buleleng. Swapraja-swapraja (Zelfbesteur) tersebut tergabung menjadi federasi dalam bentuk Paruman Agung.

Pada tahun 1942 Jepang masuk ke Bali, Paruman Agung diubah menjadi Sutyo Renmei. Jepang menyerah pada tahun 1946, Bali menjadi bagian dari Pemerintah Negara Indonesia Timur. Swapraja dirubah menjadi Dewan Raja-Raja, berkedudukan di Denpasar dan diketuai oleh seorang Raja.

Pada tahun 1950, Swapraja Karangasem dirubah menjadi Dewan Pemerintahan Karangasem yang dipimpin oleh Dewan Pemerintahan Harian yang dijabat oleh Kepala Swapraja (Raja) serta dibantu oleh para anggota Majelis Pemerintah Harian. Pada tahun 1951, istilah Anggota Majelis Pemerintah Harian diganti menjadi Anggota Dewan Pemerintah Karangasem. Berdasarkan UU No. 69 tahun 1958 terhitung mulai tanggal 1 Desember 1958, daerah-daerah swapraja diubah menjadi Daerah Tingkat II Karangasem atau Kabupaten Karangasem dengan pusat kota di Amlapura.

Karangasem mempunyai luas wilayah 83.954 hektar, yang terdiri dari 8 kecamatan yaitu: Kubu, Rendang, Abang, Sidemen, Selat, Bebandem, Karangasem, dan Manggis, 3 kelurahan, 75 perbekel, 52 Lingkungan dan 545 dusun, 190 Desa Adat, dan 714 Banjar Dinas, jumlah penduduk 418.500 jiwa (BPS TH.2020). .

Melihat dari sejarah perjalanan kabupaten Karangasem bahwa pembangunan karangasem dilakukan sejak kemerdekaan, Orde lama, Orde Baru, Reformasi dan Indonesia Hebat, yang mengedepankan kerja, kerja dan kerja, dengan Visi dan Misi mengutamakan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Karangasem yaitu “Mewujudkan Karangasem Jagaditha Ya Ca Iti Dharma” Jagadhita artinya kondisi masyarakat yang berada pada keadaan ekonomi yang sejahtera dengan ukuran menurut terminologi ilmiah, yang selama ini dijadikan indikator oleh pemerintah; Ya Ca Iti Dharma artinya bahwa dasar filosofi yang dijadikan kerangka di dalam berinteraksi sosial adalah nilai-nilai kebenaran universal yang menurut terminologi Agama dan Hukum Positif. “Misi Kabupaten Karangasem” 1. Menyelenggarakan tugas – tugas umum pemerintah yang meliputi :optimalisasi pelayanan, pendayagunaan aparatur, pendayagunaan organisasi dan sistem, fasilitas antar stakeholder, demokratisasi dan pelaksanaan peraturan perundangan dalam lingkup wilayah Kabupaten Karangsem. 2. Menyelenggarakan Pembangunan yang meliputi : pendayagunaan potensi, pemberdayaan masyarakat, peningkatan dan pemerataan pembangunan dalam segala bidang, menjaga kelestarian lingkungan baik lingkungan fisik maupun non fisik, yang menuju masyarakat Karangasem yang sejahtera lahir dan bathin. Hal tesebut secara umum sudah banyak dilakukan dalam membangun Karangasem oleh pemimpin/pemerintah, namun demikian masih diperlukan optimalisasi semua sektor supaya karangasem cepat bangkit dan maju serta keluar dan lepas dari kemiskinan. Untuk mencapai Visi Misi tersebut diperlukan pemimpin yang sungguh-sungguh bekerja (istilah di Bali “NGAYAH”) tanpa pamerih dengan bekerja sama diantara pejabat daerah beserta masyarakat serta tidak Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Pada kesempatan ini Paguyuban Karangasem (PAKAR) Jababodetabek menyampaikan saran dan masukan kepada seluruh masyarakat karangasem dengan harapan supaya Pemimpin Karangasem yang akan datang dapat menuntaskan tingkat kemiskinan, mensejahterakan masyarakat menuju karangasem yang adil dan makmur.

Menilik pada uraian diatas maka, tujuan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan tersebut dapat dicapai melalui proses pembangunan, sehingga terjadi perubahan struktur ekonomi, sosial dan budaya kearah yang lebih baik yang dilakukan secara terencana dan terukur, untuk mengurangi atau menghapuskan kemiskinan, mengurangi perbedaan/kesenjangan sosial ekonomi dan mengurangi pengangguran, sehingga diperlukan pembanguan berkelanjutan (sustainable), agar hasil-hasilnya dapat diteruskan kegenerasi berikutnya. Oleh sebab itu setiap kepala daerah mempunyai kewajiban menjalankan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat dengan sungguh-sungguh (Ngayah).

Pembangunan kabupaten Karangasem mengarah ke pembangunan bernafaskan budaya, karena sejak ribuan tahun yang lalu kehidupan spiritual penduduk Karangasem sangat dinamis, ajeg dan membumi seperti berdirinya tempat suci yang bersejarah di Karangasem.

Mengingat kompleksnya masalah pembangunan di Karangasem perlu melakukan: a). Kajian, Penelitian dan Pengembangan, b). Grand Design dengan menetapkan visi, misi, strategi, tujuan dan sasaran serta langkah-langkah yang jelas dalam jangka panjang, c). Memanfaatkan dan meningkatkan sumber daya yang ada melalui perencanaan, target yang akan dicapai secara efektif dan efisien. Oleh karena itu memerlukan pemimpin yang cakap, cerdas, berkualitas dan cepat tanggap terhadap permasalahan yang ada serta mempunyai arah yang jelas dan pasti, serta mampu mengimplementasikan Grand design Karangasem.

Baca Juga :  LA LIGA: GALACTICOS GENERASI III 2022, BERMATERI TRIO PERANCIS, NORWEGIA DAN BRASIL

Keberhasilan yang sudah dicapai melalui bantuan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat, serta perlu meningkatkan kerjasama dengan lembaga lembaga yang lain, dalam bidang peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan, bea siswa kepada siswa yang tidak/kurang mampu, dan berbagai proyek untuk mensejahterakan rakyat terus dilakukan dan ditingkatkan.

Pertumbuhan penduduk di Kabupaten Karangasem relatif cukup tinggi, tingkat pengangguran yang perlu diperhatikan supaya cepat tuntas, kualitas hidup masyarakat perlu ditingkatkan dengan jumlah faktor produksi yang memadai, dan pemberdayaan pada sektor pertanian. Oleh sebab itu tahap awal yang dilakukan dalam pembangunan Karangasem adalah meningkatkan Sumber Daya Manusia. Program tersebut dapat terwujud bagaimana menghadirkan pemimpin yang cerdas, berkualitas serta mempunyai kemauan untuk Ngayah demi kemakmuran dan mensejahterakan masyarakat Kabupaten Karangasem.

Berdasarkan luas wilayah Karangasem 83.954 hektar dengan jumlah penduduk 418.500 jiwa, mempunyai potensi dan peluang untuk ditingkatkan kesejahteraan rakyat Karangasem melalui modal wilayah dan sumber daya manusia yang tersedia. Mengingat luas wilayah dan jumlah penduduk yang terus meningkat di Kabupaten Karangasem, justru dijadikan potensi sebagai sumber daya, sekaligus tantangan bagi pemimpin Karangasem. Permasalahan tersebut akan bisa tercapai jika pemimpin Karangasem mempunyai kemampuan untuk mengembangkan dan membangun Karangasem ke depan yang lebih baik.

Karangasem termasuk daerah yang belum maju jika dibandingkan dengan daerah daerah lainnya di Indonesia, sehingga pemerintah daerah harus bekerja keras bersama masyarakat Karangasem untuk meningkatkan kesejahteraannya dan menurunkan kemiskinan. Salah satu peluang meningkatkan kesejahteraan rakyat Karangasem adalah meningkatkan dan pengembangan pembangunan Pariwisata. Berkembangnya pariwisata, khususnya di karangasem akan diikuti oleh pembangunan di sektor lain seperti : pertanian, pertambangan, home industry, infrastruktur, dan lain-lain.

Melanjutkan pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah antara lain pelabuhan Cruise Tanah Ampo, rencana pembangunan pelabuhan darat di Amed, jalan shortcut sangiang ambu, jalan shortcut berina, jalan lingkar Seraya menuju Amed, pembangunan sarana dan prasarana jaringan distribusi air bersih Telaga Waja, melakukan pendekatan dan mengkoordinasikan terkait terusan by pass Prof. Dr. Ida bagus Mantera menuju Karangasem. Memperbaiki/melebarkan jalan menuju lokasi pariwisata, akan memudahkan wisatawan menuju tempat wisata.

Kebijakan pembangunan kabupaten Karangasem disesuaikan dengan rencana induk transfortasi Bali dan tataran transfortasi wilayah Bali. Salah satu rekomendasinya adalah pengembangan pelabuhan Amed dan tempat-tempat lainnya yang sangat potensial dimiliki oleh Kabupaten Karangasem.

Mempercepat pembangunan sistem pengembangan air baru Telaga Waja untuk wilayah kecamatan Kubu.

Kabupaten Karangasem mempunyai posisi geografis pantai, pegunungan/perbukitan dan beriklim kering, tetapi mempunyai keanekaragaman sosial, budaya serta adat istiadat yang beraneka ragam dan tidak pernah kering, sehingga sangat berpotensi untuk dikunjungi wisatawan lokal maupun manca negara, jika kita mengelola dan mengembangkan secara betahap dan sistematis dengan sungguh-sungguh dan berkelanjutan maka akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kabupaten Karangasem mempunyai 12 lebih lokasi wisata (Tulamben, Baturinggit, Telaga Waja, Taman Tirtagangga, Taman Sukasada Ujung, Putung, Puri Agung Karangasem, Pura Agung Besakih, Lempuyang, Iseh, Padangbai, Jemeluk Amed, Desa Tenganan, Sibetan dan Candidasa) masing-masing mempunyai daya tarik yang berbeda-beda, dengan pemandangan serta keindahan alam yang berbeda-beda, merupakan modal utama dalam pembangunan, pengelolaan dan pengembangan pariwisata, karena mempunyai daya tarik untuk dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah dan negara. Dalam upaya meningkatkan kunjungan pariwisata sudah dibangun Dermaga Cruise guna menunjang kedatangan kapal-kapal pesiar.

Masyarakat Karangasem mempunyai sifat yang ramah dan bersahaja terhadap orang luar yang masuk wilayah Karangasem seperti halnya masyarakat lainnya di Bali, juga merupakan modal yang dapat menarik wisatawan.

Masyarakat Karangasem mempunyai berbagai kuliner khas Karangasem yang tidak ada di tempat lain, bercita rasa tinggi akan menambah daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke kota Lahar Karangasem.

Optimalisasi pariwisata kabupaten Karangasem, jika dapat dilaksanakan secara berkelanjutan akan menambah pendapatan daerah, masyarakat, sehingga akan meningkatkan pendapatan rakyat Karangasem.

Sosialisasi dan promosi pariwisata kabupaten Karangasem terus dilakukan, serta melakukan pengawasan, pembinaan kepada pelaku bisnis pariwisata.

Berikan pelayanan serta kemudahan bagi pelaku bisnis/investor pariwisata terutama dalam pengurusan bangunan Bungalow/hotel atau losmen/penginapan untuk keperluan pariwisata.

Pembinaan kepada masyarakat luas khususnya pelaku bisnis pariwisata terus dilakukan dengan mengedepankan kejujuran, mempertahankan nilai-nilai luhur sosial budaya, serta menjaga kesucian Pura dan tempat-tempat suci lainnya.

Pengembangan website mengenai destinasi pariwisata Karangasem dengan tampilan yang artistic dan informative.

Untuk mewujudkan Pembangunan pariwisata khususnya di kabupaten Karangasem diperlukan Grand design Pembangunan Pariwisata, yang dapat dilakukan dalam jangka pendek dan jangka panjang.

Pengembangan Pariwisata dalam jangka panjang memerlukan perencanaan/proposal dan sumber daya manusia (SDM) yang memadai dari berbagai disiplin ilmu antara lain : Ilmu Pertanian, Peternakan, Perikanan, pengembangkan Pertanian Organik, Peternakan dan Perikanan yang spesifik lokasi dan pertambangan. Pengembangan wilayah pesisir laut, dengan panjang garis pantai mencapai 87 Km memungkinkan Kabupaten Karangasem mengembangkan wilayah pesisir dan laut dengan optimal, terutama untuk budidaya perikanan. Industri rumah tangga yang dapat menarik wisatawan. Sosialisasi Pariwisata, Pengelolaan Pariwisata, Pendidikan Pariwisata dan lain-lain.

Untuk mencapai optimalisasi pembangunan Karangasem dengan baik maka diperlukan tugas-tugas umum pemerintah yaitu : pelayanan, pendayagunaan aparatur, pendayagunaan organisasi dan system, fasilitas antar stake holder, demokratisasi, dan pelaksanaan peraturan perundang-undangan alam lingkup wilayah Kabupaten Karangasem.

Baca Juga :  VIRUS CORONA: SEMUA SEKOLAH DI BULELENG DILIBURKAN

Menciptakan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa merupakan salah satu agenda penting dalam pembangunan daerah dan terus dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pejabat pemerintah daerah, sehingga lebih mudah dalam melaksanakan pembangunan.

PEMIMPIN SEJATI DALAM MEMBANGUN KARANGASEM.

Berdasarkan fakta di lapangan dan dari uraian pada pendahuluan serta latar belakang tersebut di atas, maka dipandang perlu dan sangat penting untuk memilih kepala daerah Kabupaten Karangasem yang mempunyai jiwa “NGAYAH” dalam arti sesungguhnya yaitu tanpa pamerih, mengutamakan kepentingan rakyat, yang dapat mensejahterakan masyarakat Karangasem.

Pemimpin Karangasem harus pandai memilih asisten-asistennya melalui Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) maupun Tes Potensi Akademik (TPA) yang dilakukan secara profesional dan transparan serta akuntabel agar asisten ataupun pejabat setingkat yang akan menempati jabatan tertentu penempatannya sesuai dengan keahliannya. Oleh karena itu latar belakang dan ketentuan yang ada tersebut perlu dikedepankan dan dipedomani yang menjadi bagian dari kriteria pemimpin Karangasem yaitu pandai memilih asistennya dengan mengedepankan mekanisme dan prosedur serta ketentuan yang berlaku sehingga dalam menjalankan pemerintahan di daerah dapat dilakukan dengan baik untuk kepentingan masyarakat karangasem.

Untuk memilih Pemimpin Karangasem agar bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme yang memperhatikan kepentingan masyarakat, mengutamakan kepentingan umum/kepentingan rakyat, tidak menggunakan “money politic” . Memberikan janji-janji kepada masyarakat yang kerapkali tidak dipenuhi.

Memilih seorang pemimpin Karangasem, sudah waktunya mengurangi biaya/anggaran Pilkada, begitu juga menghindari politik uang, memberikan pendidikan politik yang baik bagi masyarakat melalui program dan gagasan yang berkualitas menuju pembangunan karangasem yang berbudaya dan berkeadilan.

Membangun Karangasem memerlukan waktu yang cukup panjang. Untuk itu perlu seorang pemimpin yang mempunyai integritas dan komitmen yang tinggi serta memahami permasalahan yang ada di masyarakat/desa, sehingga program kerja dan pembangunan yang akan dilaksanakan diharapkan dapat berkesinambungan serta sesuai dengan perencanaan.

Seorang pemimpin harus terbuka dan transparan, tidak alergi dengan saran dan masukan, bijaksana dan demokratis dalam pengambilan keputusan serta dapat menunjukkan kualitas kepada masyarakat.

Pemilihan Pemimpin Karangasem diharapkan dapat dilakukan secara demokratis, aman dan damai sesuai yang diharapkan oleh masyarakat sehingga dapat mewujudkan Masyarakat Karangasem yang adil dan sejahtera.

Bertitik tolak dari latar belakang diatas dihadapkan dengan harapan masa depan masyarakat Karangasem maka pembangunan yang dijadikan prioritas adalah Pembangunan Sumber Daya Manusia dan pembangunan yang berorientasi pada kemajuan ekonomi dilandasi oleh kekuatan spiritual keagamaan, adat /budaya sesuai tradisi kehidupan masyarakat Karangasem, yang meliputi :

Pembangunan ekonomi:

1. Pembangunan infrastruktur yaitu:
a. Jaringan jalan transportasi darat,
b. Pelabuhan laut untuk tourisme dan niaga
c. Sentra penampungan dan penyaluran hasil bumi dan hasil kerajinan.

2. Mendayagunakan Sumber Daya Manusia Masyarakat serta Pemerintah Daerah yang memiliki kemampuan berkomunikasi (net work) antar lembaga/birokrasi mulai dari lingkup lokal di Kabupaten Karangasem, Propinsi Bali dan antar daerah Kab/Kota se Bali serta lingkup Nasional, termasuk sampai pada hubungan internasional.

3. Mendayagunakan pegawai yang mampu bekerja secara profesional dan proporsional bersungguh-sungguh iklas ngayah sesuai dengan bidang tugasnya.

4. Memberikan bimbingan, perlindungan pada sektor pertanian dan peternakan

5. Mengembangkan potensi pariwisata menjadi kekuatan ekonomi masyarakat setempat.

6. Pengelolaan pertambangan/Galian C sebagai sumber pendapatan daerah harus dikelola dengan baik dan dioptimalkan.

Pembangunan spiritual dan Budaya:

1. Memajukan pendidikan formal ( memberikan reward kepada murid, guru dan sekolah yang berprestasi) menjadikan Karangasem sebagai tempat pendidikan yang menyenangkan

2. Menggalakkan pola hidup sehat dan sederhana.

3. Melakukan renovasi tempat –tempat suci ( Pura ) menjadikan Pura sebagai tempat penguatan mental spiritual berdasarkan nilai-nilai luhur agama Hindu.

4. Mendayagunakan tenaga ahli bidang agama Hindu untuk memberikan Dharma Wacana dalam rangka menguatkan kehidupan sosial masyarakat berdasarkan ajaran susila ( Tri Jnana agama Hindu). Kecerdasan yang dilandasi oleh Sradha Bhakti kepada kebenaran ajaran agama Hindu, dapat dipastikan Karangasem akan menjadi masyarakat yang sejahtera lahir bathin.

5. Toleransi antar umat beragama di Karangasem dikedepankan dan patutlah dijaga, dipelihara dan dijunjung tinggi. Karena keberadaan saudara-saudara kita di luar umat hindu adalah sebagai kekuatan dalam membangun karangasem, menciptakan harmoni kebersamaan dan kedamaian yang sudah menjadi sejarah dari pemerintahan Kerajaan Karangasem.

PEMIMIMPIN KARANGASEM KE DEPAN YANG SEJATI
Pemimpin Karangasem sejati nan idaman masyarakat yang diperlukan setidaknya seperti kriteria berikut ini:

1. Tegas, Berani dan Cerdas.
2. Mempunyai komitmen yang jelas, integritas, kompetensi, berkualitas, terbuka dan siap ngayah.
3. Mempunyai Jaringan (net working) yang luas dan kuat.
4. Mengutamakan kepentingan umum.
5. Pemimpin harus Bekerja Profesional dan Proporsional, ihklas dan
bersungguh-sungguh.
6. Mempunyai visi, misi yang jelas dan diimplementasikan untuk “Mewujudkan Karangasem Jagaditha Ya Ca Iti Dharma”.
7. Mengembangkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
8. Mempertahankan Ajeg Karangasem.
9. Mengedepankan Dharma untuk mengurangi biaya pilkada.
10. Tidak Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).
Demikian beberapa hal yang dapat disampaikan oleh Paguyuban Karangasem (PAKAR) Jababodetabek semoga bermanfaat bagi kita semua, khususnya untuk Masyarakat Karangasem. Om Santih, Santih, Santih, Om. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *