BeritaGianyarPariwisataSeni Budaya

Gala Dinner Ala Jero Pengaji, Desa Melinggih Kelod, Payangan

PAYANGAN, jarrakposbali.com | Dalam meningkatkan dan mendukung pariwisata Bali, khususnya yang ada di Desa Payangan yayasan Yasa Putra Sedana datangkan wisata Prancis untuk melakukan acara makan malam atau gala dinner di Jero Pengaji, Desa Melinggih Kelod , Payangan, Sabtu (10/6/2022).

Ketua yayasan Yasa Putra Sedana Dewa Made Rai Budiasa, menyampaikan bahwa pihaknya mendatangkan 30 wisatawan asal Perancis untuk makan malam di Jero Pengaji, sebelum makan malam wisatawan asal Perancis tersebut disuguhkan beberapa tarian tradisional Bali seperti, tari pendet, tari terompong, teri oleg tamulilingan dan tari barong.

Dewa Rai Budiasa juga menyampaikan bahwa pihaknya juga sudah sering tampil diberbagai Negara salah satunya adalah Negara Prancis dimana pada saat itu pihaknya pernah membawa sebanyak 30 orang seniman dari Yayasan Yasa Putra Sedana.

Ditambahkannya juga bahwa peserta dari Bali pada saat itu mengisi kegiatan Parade Budaya dan Workshop di 8 Kota yang ada di Prancis dan 1 Kota di Belgia dari tanggal 8 Juli – 22 Agustus 2011.

Itakimo
Baca Juga :  Hadiri Pagelaran "Nuwur Kukuwung Ranu", Wagub Cok Ace Ungkap Makna Tumpek Wariga Dihadapan Dua Menteri

“Itu merupakan kali kedua kami, Bali menjadi Duta Indonesia sejak 1987 dan untuk kedua kalinya juga kami dari Yayasan Yasa Putra Sedana dipercaya membawa nama Bali pada saat itu,” ujarnya.

Jero Pengaji yang ada di Desa Melinggih Kelod,Desa Payangan, memberikan konsep rumah tradisional Bali dalam mengkemas acara makan malam atau gala dinner, dimana sebelum makan malam, wisatawan disuguhkan tari – tarian tradisional Bali.

Setelah acara makan malam atau gala dinner wisatawan akan dijelaskan tentang konsep susunan rumah tradisional Bali, dan dijelaskannya juga fungsi daripada masing-masing rumah adat Bali

Dari tempat penempatan Pura atau Merajan, bale daje atau gedong, bale dangin atau bale gede serta penempatan dapur dan tata ruang sesuai dengan asta kosala kosali Bali.

Baca Juga :  HUKUM: GEREBEK TREK-TREKAN, POLSEK BUSUNGBIU TANGKAP 8 MOTOR

Salah satu wisatawan asal Prancis Abellard, mengatakan sangat tertarik dengan budaya Bali yang kaya akan makna dan filosofi dalam penempatan tata ruang rumah adat Bali.

“Kami lihat tidak sekedar membangun tapi ternyata ada fungsinya masing-masing,”ucapnya.

Diapun menambahkan bahwa acara makan malam ini, tidak seperti biasanya yang dilihat ditempat -tempat wisata, jadi nuansa tradisional yang unik dengan keramah tamahanya menjadi daya tarik tersendiri.

“Kami melihat dan merasakan sesuatu yang berbeda di tempat ini,”jelasnya.

Selain itu nuansa pedesaan yang masih sangat alami dengan kehidupan sosialnya yang masih sangat kental mempunyai nilai tersendiri, dengan konsep budaya Bali dengan kehidupan sosialnya yang menjadi daya tarik tersendiri khususnya bagi wisatawan Eropa .(JP/Td).

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
%d blogger menyukai ini: